Terbaik dalam Event Kesehatan Mental Sedunia

Siapapun orang di dunia ini ingin sehat. Tidak ada yang tidak menginginkan sehat. Bahkan tak ada gunanya harta kekayaan, pangkat, jabatan, bila manusianya tidak sehat. Banyak orang peduli pada kesehatan dirinya, tapi sebatas memperhatikan kesehatan fisik belaka. Tahukah kamu? Bahwa ada kesehatan yang tak kalah pentingnya, dan dikatakan merupakan investasi terpenting. Yaitu: Kesehatan Mental.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa 10 Oktober merupakan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Menurut catatan WHO, hampir 1 miliar orang di dunia memiliki gangguan Kesehatan mental yang disebabkan oleh depresi, sebanyak 3 juta jiwa meninggal setiap tahunnya yang disebabkan oleh penggunaan obat terlarang, dan 1 orang meninggal dalam 40 detik akibat bunuh diri.

Adapun sejarah ditetapkannya Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah pada 10 Oktober 1992, Wakil Sekretaris Jendral Richard Hunter menggelar peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia untuk pertama kalinya.

Oleh sebab itu, saya selaku Manajer Area Sumatera, kali ini mengadakan challenge tulisan bertemakan Kesehatan Mental. Event yang sukses diikuti oleh 13 peserta yang semuanya pernah bergabung dalam event menulis antologi dari Area Sumatera. Ya, karena ini adalah event spesial saya, maka anggotanya pun harus yang sudah tergabung menjadi anggota.

Dari 13 peserta, saya akan memilih 3 tulisan terbaik, yang berhak mendapatkan buku antologi Nubar. Juga satu terbaik yang berhak mendapatkan voucher kepenulisan antologi khusus di area Sumatera. Nah, siapakah ketiga beruntung tersebut?

Juara ketiga, diraih oleh teman sesama alumni pelatihan Mindfulness Parenting, sebuah pelatihan bertema psikologi yang digelar Bapak Supriyatno, terapis kesehatan mental, dan dipersembahkan untuk para orang tua agar terlatih mengasuh anak masing-masing secara mindful (dengan penuh kesadaran). Nah, temanku ini kini juga selaku mentor Kelas Seni Mengasuh Anak dan Inner Child, jadi dia telah memiliki komunitasnya sendiri yang mendukung sesama orang tua dalam rangka berusaha menyehatkan mental. Pas banget jadi peserta dalam challenge ini, bukan? Ini dia hasil karyanya: https://imariscornerparenting.com/aku-bangga-mendapat-anugerah-depresi-dan-bipolar/

Wah, tulisan yang berangkat dari pengalaman pribadi tentunya akan membawa nuansa ruh tersendiri sehingga emosi akan lebih sampai kepada pembaca. Selamat ya, Mbak Ribka ImaRi. Yang juga telah menjadi tiga besar dalam event Writing Challenge Rumedia tempo hari.

Juara kedua, kali ini adalah salah satu kontributor yang tak hanya telah menarik perhatian saya sejak awal mengikuti Challenge Rumedia Nubar Bla tahap satu, tempo hari, tapi juga berhasil menjadi tiga besar dalam Writing Challenge Rumedia, tepatnya juara kedua, spesial yang digelar Pak Ilham Alfafa. Artinya, yup, beliau dikenal sebagai pakar artikel. Mampu menyajikan tulisan artikel berbobot dengan ciamik. Ini dia, hasil karyanya: https://healthy-sharia.com/kewarasan-individu-berkolerasi-terhadap-kewarasan-nasional/

Enggak salah, kan, beliau menjadi terpilih, lagi. Simak saja susunan artikelnya, runut, berbobot, cantik. Selamat yaa, Mbak Endah Sulis.

Lalu, siapa yang akhirnya menjadi juara satu? Jreng. Jreng. Pertama kali, aku dipertemukan dengannya dalam satu komunitas blogger, yang kemudian membawanya tertarik mengikuti salah satu eventku. Tak lama beliau menjadi salah satu PJ antologi di areaku yang telah sukses menggelar banyak event, semuanya dengan tema berbobot. Ini dia, tulisan beliau: https://curhatanaksekarang.com/cara-menghadapi-orang-yang-mengalami-depresi/

Selamat yaa, Mbak Dewi Adikara. Luar biasa. Tulisannya memikat sejak pertama membaca. Satu hal, keputusan ini bukanlah merupakan keputusan saya pribadi, melainkan sudah dikonsultasikan, siapa lagi kalau bukan dengan Pak Ilham Alfafa. So, dirimu memang pantas menjadi terbaik. Ketjeeehh!!

Bagaimana dengan yang lainnya? Tentu saya sangat ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh peserta. Bagaimanapun tujuan utama saya, adalah edukasi melalui tulisan. Dari satu orang saja tulisan bisa menyebar luas, apa lagi kita menulis secara bersama-sama. Untuk itu, saya akan memberi satu hadiah kejutan, untuk seluruh peserta. Maka bila namamu termasuk dalam salah satu di bawah ini:

  1. Nopiranti
  2. Ade Tauhid
  3. Dewi Adikara
  4. Rere Reynilda
  5. Wenny Kartika
  6. Rinaksih
  7. Denok Muktiari
  8. Vita Agung
  9. Ratih Paskie
  10. Juniawati
  11. Endah Sulis
  12. Ribka ImaRi
  13. Rhea Ilham Nurjanah

Selamat. Semua berhak mendapat satu e-book free dari saya, tak jauh-jauh dari tema kesehatan mental. Jadi, segera hubungi saya untuk menginfokan alamat email, ya. (Tapi, maaf, bagi yang mendesak, seolah saya punya hutang, tidak akan saya berikan e-booknya).

Hari Kesehatan Mental Sedunia sendiri biasanya diperingati tidak hanya satu hari. Biasanya kegiatan digelar berhari-hari karena sebagai upaya edukasi jangka panjang kepada masyarakat. Karenanya, saya sangat harapkan kepada seluruh masyarakat, dan khususnya kepada seluruh peserta agar tidak berhenti sampai di sini dalam mengedukasi tentang kesehatan mental. Buka mata, buka telinga, belajar peduli, dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga kita sendiri, tingkatkan empati, rangkul sesama, mudahan dari hal kecil yang kita lakukan dapat memiliki peran yang berarti untuk orang di sekitar kita. Terimakasih semuanya.

Bandar Lampung, 19 Oktober 2020

Nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

Tinggalkan Balasan