Tas Koper

Tak Seperti Sedia Kala oleh Athena Hulya

Tak Seperti Sedia Kala

Di Ramadan tahun ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada situasi yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saat menjelang lebaran kita akan mudik. Bertemu orang tua atau sanak saudara di kampung halaman, bermacet-macetan jika kita mudik dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi darat adalah hal yang menjengkelkan tapi mengesankan saat di perjalanannya, berdesak-desakan menunggu antrean, atau lesehan bersama banyak orang saat menunggu kereta tiba.

Untuk tahun ini sangatlah berbeda. Karena pandemi Covid19 kita dituntut untuk tetap di rumah saja, tidak boleh mudik. Dari situasi ini kita belajar arti rindu dan sabar sesungguhnya. Rindu dengan orang tua atau saudara yang telah lama tidak ditemui karena harus pergi merantau, rindu dengan suasana kampung yang tidak kita dapatkan ketika kita berada di kota. Kita dipaksa sabar untuk tetap menahan kerinduan itu.

Tak terkecuali dengan keluargaku, tiap dua tahun sekali keluargaku mudik ke Pemalang, Jawa Tengah. Seharusnya Tahun ini, keluargaku pulang kampung, tetapi harus ditunda. Padahal aku sangatlah rindu dengan kampungku itu, walaupun tak ada yang begitu istimewa darinya. Bagiku, mudik adalah ritual untuk mengenang masa lalu. Dengan melihat foto-foto jaman dulu ingatan-ingatan masa lalu muncul kembali.

Saat-saat bermain di halaman depan rumah si mbah bersama sepupu-sepupu dan anak-anak tetangga rumah si mbah, bermain sambil membantu si mbah di ladang atau membantu memasak di dapur, bahkan minum teh hangat dan memakan singkong rebus sambil tentang kehidupan orang tuaku semasa kecil atau kehidupan mbah putri dan mbah kung waktu muda dulu. Itu semua adalah hal-hal yang paling dirindukan, selain itu ada pelajaran berharga yang terselip di dalamnya.

Tapi apa boleh buat, untuk sekarang semua itu harus ditahan duhulu. Memang rindu tetaplah sebuah kata tanpa arti jika tak ada temu sebagai tuju. Sekarang, cukup bersua lewat telepon dan saling sapa lewat doa saja, tanpa harus ada temu. Semoga lebaran tahun depan kita semua dapat mudik seperti sedia kala.

Bekasi, 9 Mei 2020
Nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan