Senja

Surat Untukmu, Senja oleh Athena Hulya

Surat Untukmu, Senja

Hai, Senja, apa kabar? Sudah tiga tahun lamanya kau tidak pergi. Di tahun pertama kau tidak di sini, duniaku berubah, kembali seperti sedia kala. Hitam, gelap, sepi juga ada penambah, Sesak. Sesak dirasa tiap kali mengingatmu, kata seandainya menjadi kata terfavorit untukku, menyalahkan Tuhan terlebih diri sendiri adalah hal yang sering kulakukan. Ah, kuseperti mati tertiban langit yang kubangun sendiri. Runtuh, menyisakan puing-puing asa yang kutahu kalau dirakit kembali takan lagi sama seperti sebelumnya.

Dua tahun berselang, perlahan kumenyadari kalau kau memang benar-benar tak ada di sini. Masih sama seperti tahun pertama kumasih saja menyalahkan diri sendiri, mencoba berdamai dengan apa yang sudah ditakdirkan Tuhan untukku. Di tahun ini, aku belajar banyak tentang hidup terlebih tentang satu kata yang sampai sekarang kumasih mencoba menjabarkannya dengan benar, Ikhlas. Berusaha ikhlas dan melakukan kesibukan agar secepatnya dapat melupakanmu adalah hal yang menyesakkan. Bukannya semakin sibuk akan semakin melupa, aku malah semakin mengingatmu.

Di tahun ini juga baru menyadari kalau sebenarnya aku tidak sendiri. Aku mempunyai sahabat yang selalu ada di sampingku, menemaniku kala kubutuh mereka. Mereka mendengarkan segala keluh kesahku, segala isi kepalaku yang sangat rumit, mengajarkanku banyak hal yang sebelumnya tak kutahu. Yang jelas, mereka sangatlah tulus berteman denganku. Mereka adalah sahabat-sahabat terbaikku, tanpa mungkin saja aku sudah tak lagi ada di sini.

Memasuki tahun ketiga, rutinitasku semakin padat. Banyak pekerjaan yang harus kuurus, sampai-sampai kumelupakanmu. Di tahun ini, aku tak lagi menyalahkan diriku dan Tuhan. Aku sudah ikhlas kamu pergi. Ya, walau terkadang masih suka mengingatmu. Oh ya, Senja, di tahun ini ku bertemu dengan seseorang yang baru. Dia amat sangat jauh berbeda darimu, namun berkatanya luka dan dukaku perlahan hilang. Dia mengajarku banyak hal yang tak kuketahui sebelumnya, mengajarkanku untuk berdamai dengan masa lalu. Senja, kau tahu, aku menyebutnya sebagai Fajar.

Benar katamu, setelah kau pergi akan ada orang yang akan menggantikanmu. Walau dia sangatlah jauh berbeda darimu, tapi aku menyukainya. Kalau dibandingkan, dia dan kamu bagai langit dan bumi. Tapi kutak mau membandingkannya, karena sekarang dialah yang bersamaku, dan kamu sudah tak lagi ada. Senja, maafkan aku karena telah temukan penggantimu. Maafkan aku, Senja!

Oh ya, Senja. Tanggal 2 Juli kemarin kau berulang tahun. Selamat ulang tahun, ya! Aku selalu memohon agar surga menjadi tempatmu, segala kebaikanmu melancarkan jalan menuju ke sana. Senja, terima kasih atas 4 tahun yang kita jalani. Terima kasih sudah mengajarkanku ini-itu, terima kasih telah menemani perjalananku waktu itu. Kini, hanya doa yang kudapat berikan padamu. Senja, selamat ulang tahun. Semoga kau berbahagia di sisi-Nya.

4 July, 2020

Nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

Tinggalkan Balasan