Foto Emmy Herlina

Surat untuk Putraku (Part 7): Be Yourself oleh Emmy Herlina

Surat untuk Putraku (Part 7): Episode Be Yourself

Meski part kali ini cerita lepas, aku akan sangat senang jika pembaca berkunjung ke part sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-6-oleh-emmy-herlina/ 😀

“Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu dan orang yang membencimu tak akan percaya itu.”  (HR Ali bin Abi Thalib RA)

Kali ini Ummi ingin sedikit mereview salah satu bacaan Ummi di Webtoon. Walaupun Ummi memang belum bisa memberikan bacaan di aplikasi ini, karena memang menurut Ummi belum pantas anak-anak membacanya. Ummi hanya ingin menceritakan hikmah yang masih ada hubungan dengan kejadian baru-baru ini.

Alkisah ada seorang gadis remaja yang cantik dan pendiam. Ke mana-mana dia selalu sendirian dan tampaknya tidak terganggu dengan hal itu. Ada satu lelaki yang selalu menemaninya yang kemudian diketahui, lelaki itu adalah saudaranya sendiri. Hingga berlanjut ke beberapa episode selanjutnya, baru diketahui kenapa saudaranya itu selalu menjaganya.

Ternyata, gadis itu mempunyai beberapa rumor yang sudah tersebar di kalangan sekolahnya. Hampir semua siswa salah paham terhadapnya. Yang sebenarnya terjadi ternyata merupakan hal yang benar-benar menyakitkan. Karena karakternya yang tegar, gadis itu tidak menjadikannya sebagai masalah malahan dia berprinsip, “okay, jika seperti itu pandangan kalian terhadapku, maka biarlah jadi seperti itu.” She really doesn’t give a damn about what people say about her. Lebih baik dia berfokus pada passion yang sungguh disukainya; menulis novel thriller.

Wow. Aku salut sekali dengan karakter gadis tangguh yang menjadi karakter utama dalam serial webtoon Rumor Has It. Pas banget dengan apa yang kualami akhir-akhir ini. Ah, tidak, rasanya sudah terlalu sering kualami di dunia nyata.

Ketidakmampuanku dulu dalam mengelola emosi dan menunjukkan siapa diri sebenarnya seringkali membuat dunia salah paham terhadapku. Bagaimana tidak, jika ada yang menilai buruk tentangku, dari satu orang saja mudah menyebar ke yang lainnya. Tanpa perlu bersusah payah melakukan klarifikasi, orang lain hingga sampai ke atasan akan men-judge, oh karakter Emmy memang seperti itu, buruk sekali.

Kau tahu, Nak. Rasanya sakit sekali dinilai seperti itu. Apalagi ketika itu Ummi mengalami kepercayaan diri yang sangat rendah disertai anxiety disorder yang cukup parah. Ummi takut menghadapi dunia, takut mengklarifikasi, takut bertugas karena merasa diri tak bisa melakukan pekerjaan sebaik rekan kerja lainnya.

Ummi sama sekali tak yakin bahwa diri punya potensi atau bakat. Bahkan saking terpuruknya, Ummi pernah melakukan hal yang sangat tidak terpuji. (Nanti akan kubahas dalam satu event menulis yang sedang kujalani.) Intinya, Ummi tak bisa bersikap masa bodoh seperti tokoh utama dalam Webtoon tadi.

Yang pasti, alhamdulillah, berkat bantuan terapis profesional, akhirnya Ummi bisa mendapatkan bantuan. Ummi bisa menyadari bahwa masalah sebenarnya adalah dari diri sendiri. Bukan karena orang lain, bukan karena perbincangan dunia tentangku yang tidak benar.

Karena tahukah kamu, Nak. Lidah seseorang tidak akan melukaimu selama kamu tidak mengizinkan hal itu bisa melukaimu. Hatimu sepenuhnya adalah kuasamu.

Ingatlah selalu, menjadi tidak dipercaya orang lain itu menyakitkan, difitnah itu menyakitkan. Namun apapun pendapat orang lain terhadapmu tidak akan ada pengaruhnya sedikitpun ke arti dirimu sebenarnya. Jika bisa melakukan klarifikasi, lakukanlah. Tapi seperlunya saja. Cukuplah Allah dan dirimu sendiri yang paling mengenal siapa dirimu.

Bandar Lampung, 30 April 2020 (7 Ramadan 1441 H)

nulisbareng/Emmy Herlina

0Shares

19 comments

  1. Kalau yuni memang orangnya, terserah orang mau bilang apa. Yuni tetap menjadi diri sendiri. Mengerjakan tugas dan tanggung jawab semaksimal mungkin. Biarkan mereka melihat hasilnya sendiri. Terlepas baik atau nggaknya hasil pekerjaan itu.

    Karena kita nggak akan bisa memaksakan sebuah pemikiran pada orang lain.

  2. MashaAllah mbak, idenya bagus nih kirim surat buat anak. Ah, penuh pesan berharga. Gak pernah nyangka bahwa penulis keren ini pernah mengalami anxiety disorder, Alhamdulillah ya mbak sudah teratasi. Memang kepercayaam adalah yang penting, sejujurnya akupun bakalan kepikiran sih kalo ada kasak kusuk tentang aku. Akupun pernah mengalaminya, di bombardir dengan berita buruk, tapi lama2 kupikir ah yasudahlah. :)))

  3. Aku bacanya Ampe 2 kali, karena hal ini pernah terjadi pada diri saya dimana percaya diri saya pernah hilang namun ketika saya melihat anak2 saya bangkit kembali. Inspiratif mba ceritanya

  4. Unik ini artikelnya merupakan surat bersambung berisi curhatan atau isi hati. Engga sabar u artikel part 8 deh….

  5. “Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu dan orang yang membencimu tak akan percaya itu.” aku suka banget quotes ini dan udah kujadikan prinsip mbak. Ringan rasanya karena jadi diri sendiri itu melancarkan aktivitas sehari-hari

  6. Suratnya bersambung terus ya.. Mba Emmy memang seorang Ibu yang romantis. Beruntunglah putra dan keluarga mba’ yang selalu tersirami suasana dan kasih sayang penuh keromantisan ..

  7. Mbak aku kok melow bacanya. Jadi ingat tadi siang habis ngomongin bullying sama suami. Seumur-umur baru sejarang aku cerita ttg bullying yang kualami semenjak SD sampai SMA. Rasanya lega banget. Dan memang benar, hati kita kuasa kita. Dulu aku sempat ngedrop waktu SMP, namun kemudian aku bersyukur cepat bangkit dan nggak mau ambil pusing. Nggak mau curhat dan menganggap itu nggak penting. Semoga anak-anak kita lebih kuat menghadapi dunia.

  8. Keren nih idenya, nulis surat buat anak. Kebayang suatu saat, mungkin 20 tahun kemudian si anak akan embaca suratnya, pasti dia senang sekaligus terharu.

  9. Menarik bgt mb emmy menulis kisah penuh keteladanan untuk anak. Saya pun dulunya korban bullying, alhamdlh belajar terus untuk gak terganggu omongan sekiyar dan fokus dengan potensi diri.

Tinggalkan Balasan