Air

Surat untuk Putraku (Part 4) oleh Emmy Herlina

Surat untuk Putraku (Part 4): Episode Air Alkali

Part sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-3-oleh-emmy-herlina/

Kehamilan ini terasa berbeda dari kehamilan pertamaku. Lebih damai. Lebih nyaman. Mual masih kurasakan tapi tak pernah sekalipun sampai muntah. Berbeda saat kehamilan pertama dulu, aku sampai dirawat di rumah sakit dengan diagnosa Hyperemesis Gravidarum.

Saat itu, dua bulan setelah almarhum ayahku meninggal, giliranku yang merasakan opname. Karena muntah yang tidak bisa dilawan obat sehingga tidak bisa makan sesuap nasipun. (Pernah kuceritakan di dalam Teruntuk Putriku, Sophia)

Berita baiknya karena hal ini juga, belum ada teman kerja yang mengetahui tentang kehamilanku. Karena Ummi memang belum siap memberitahunya, Nak. Baru setelah ketika lama-lama rasa mual semakin menjadi, sepertinya cepat atau lambat Ummi harus jujur pada teman-teman. Supaya bila sewaktu-waktu Ummi harus izin kerja, teman-teman bisa paham.

Memang tidak sampai termuntah. Tapi ketika itu, Ummi sampai tidak bisa menelan air putih sedikitpun, termasuk ludah sendiri. Bermodal tisu atau saputangan, Ummi pasti mengeluarkan ludah dan sama sekali tidak mau menelannya. Hal ini bila dibiarkan Ummi khawatir jadi dehidrasi. Meskipun untuk makanan dan air berwarna, tidak tertolak. Hanya air putih tawar yang tidak bisa Ummi minum, kecuali bila airnya hangat.

“Kamu kenapa ngeludah terus, Em? Masih enggak enak badan?” tanya seorang teman satu ruangan.

Baiklah. Ummi putuskan untuk jujur saja. “Aku beritahukan sesuatu, tapi tolong jangan diekspose,” pintaku.

Haha. Benar saja. Satu orang teman kerja yang tahu pastinya merambat ke teman yang lainnya.

Memang sulit sekali menjaga rahasia omongan. Ups.

“Aku sulit menelan air, nih,” aduku suatu saat pada papamu melalui chat.

“Hmm, kamu coba minum air oxy atau apa gitu? Daripada dehidrasi.”

Benar juga saran dari papamu. Ummi coba membeli air oxy berbagai merk lalu mencobanya. Air yang terasa lebih basa itu mudah tertelan olehku. Awalnya kubeli botol kecil, lama-lama papamu membelikan berbotol-botol air oxy dalam ukuran 2 liter. Kalau enggak salah, merknya Total 8+. Tapi sebenarnya Ummi enggak pernah menolak air oxy merk apapun, selama ada tulisan pH 8+ atau yang biasa disebut air alkali. (Tulisan ini tidak mengandung iklan, yee)

Bosan membeli dalam bentuk botolan, Ummi menemukan jualan air alkali dalam bentuk galon. Alhamdulillah, enggak jauh-jauh. Yang jual ternyata masih teman kerja sendiri. Jadi bolak-balik teman Ummi mengantarkan galon air alkali itu ke rumah. Khusus untuk minum sehari-hari spesial hanya punya Ummi. Papamu pun tidak berani minta. Semua galon air alkali itu hak patennya Ummi. Haha.

Nah, jadinya pengeluaran lebih boros, dong? Tak apalah. Yang penting kehamilan bisa terasa nyaman. Apalagi ibu menyusui juga tak boleh dehidrasi, kan. Iya, Ummi masih lanjut menyusui kakakmu. Istilah kerennya Nursing While Pregnancy atau disingkat NWP.

Gimana bisa jalani itu semua? Nanti akan Ummi ceritakan lain waktu, ya.

Tapi apakah air alkali yang bersifat basa itu memang besar manfaatnya bagi tubuh? Kalau kata pedagang-pedagang sih, berikut ini manfaat air alkali:

  1. Menurunkan asam lambung
  2. Menghambat pertumbuhan sel kanker
  3. Bermanfaat untuk kesehatan tulang
  4. Meningkatkan metabolisme tubuh.

Tapi tahukah kamu, Nak, bahwa semua manfaat tersebut ternyata masih membutuhkan studi dan pembuktian lebih lanjut. (Sumber: Alodokter). Ya sudah, yang penting Ummi nyaman menjalani kehamilan tanpa harus sering-sering meludah. Ummi baru bisa berhenti minum air alkali setelah mual berkurang di kehamilan 5 bulan.

Bandar Lampung, 27 April 2020 (4 Ramadan 1441 H)

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

14 comments

  1. Sama nih pengalamannya. Kalau saya dulu hamil anak pertama mual sekali. Harus bawa cangkir untuk meludah terus. Di mulut rasa besi. Terjadi selama 4 bulan kehamilan. Kemarin saya cuma bisa minum pocari sweat yangb super dingin.

  2. Maka itulah sebabnya Allah Swt mengingatkan manusia untuk mengabdi kepada orang tuanya, bahkan dalam Hadist, Rasulullah memerintahkan menuruti ibumu …ibumu … ibumu…, disebut sampai tiga kali sebelum ayahmu.

  3. Saya hamil dua kali teler smeua MBak. Kalau anak pertama sempat preklmp, anak kedua alhamdulillah aman cuma ngeflek menjelang hari H. Seru nih bikin cerita buat putra-putrinya.

  4. Hamil anak cowok katanya emang lebih ngeslow ketimbang anak cewek ya mba. Aku hamil 2 kali nggak ada ngidamnya. Muntah cuma itungan jari Dan ngebonya minta ampoon hahhaa…

  5. Persis seperti mba’ Bety, aku pas hamil gak ngidam apa-apa. Justru suamiku yang tiap hari makan rujak dikantornya, hahahha…Kalau ke pasar dia yg selalu nitip beli mangga muda,akunya malah ngga doyan. Apakah memang beda ya? Hamil anak cowok ketimbang anak cewek/

Tinggalkan Balasan