Keluarga Kecilku

Surat untuk Putraku (Part 30): Selamat Ulang Tahun, Sayang oleh Emmy Herlina

Selamat Ulang Tahun, Sayang

Akhirnya, tiba sudah kita di penghujung Ramadan, Nak. Hari-hari yang Ummi kira akan berat melaluinya, mengingat ada yang tak biasa di Ramadan kali ini. Iya, negeri kita saat ini sedang terserang wabah, Nak. Bahkan kamu pun sudah mengerti, alasan mengapa sudah lama sekali sekolahmu tutup, dan murid-murid hanya mengerjakan tugas-tugas dari guru saja di rumah. Alasan mengapa Ummi selalu tidak memperbolehkan jika kamu dan kakakmu minta keluar rumah. Alasan mengapa Ummi juga melarangmu dekat-dekat Ummi kalau Ummi baru saja pulang dari bekerja.

Baca di https://parapecintaliterasi.com/ibadahnya-seorang-petugas-rumah-sakit-oleh-emmy-herlina/

Ternyata, perjalanan ini bisa Ummi lalui juga. Banyak hal yang sudah kita jalani. Ummi bahkan baru saja menjalani ujian tengah semester di perkuliahan Ummi. Ah, makasih untuk anak-anak yang selalu memahami kondisi Ummi, ya.

Tepat di hari ini juga merupakan hari kelahiranmu, Nak. Selamat hari lahir, putraku tersayang. Masih teringat jelas lima tahun lalu, Ummi bersiap-siap berangkat selepas Subuh, berpamitan dengan kakakmu dan mengatakan, “Ummi izin mau ngeluarin dedek dulu, ya ….”

Teringat detik-detik kenangan saat memasuki ruangan operasi yang sangat dingin dan Ummi menggigil karenanya. Masih teringat betapa bahagianya Ummi saat melahirkan seorang bayi yang lekas menangis kuat segera setelah lahir ke dunia. Berbeda sekali seperti saat melahirkan kakakmu dulu. Hari-hari yang berat Ummi lalui setelah kelahiran anak pertama. Kini Ummi tidak mengalaminya.

Kau terlahir sebagai sosok bayi laki-laki yang sehat dan menyusu dengan kuat. Ummi tak sampai mengalami pembengkakan payudara karena kamu dengan senang hati menyusu pada Ummi. Belum lagi bukti nyata yang Ummi berikan, ternyata Ummi bisa mematahkan mereka yang sempat mengatakan bahwa Ummi takkan bisa memberikan anak lelaki. Kamu adalah bukti tak terbantahkan, Nak.

Terimakasih, Sayang. Terimakasih telah menjadi penyelamat hidupku. Terimakasih menemaniku menghadapi dunia dan menjawab semua. Terimakasih menjadi anak yang sehat sehingga Ummi tak perlu memikirkan yang tidak-tidak, tak seperti dulu waktu Ummi sempat terkena baby blues selepas lahiran kakakmu. (Semua pengalaman sudah kuceritakan dalam Teruntuk Putriku, Sophia).

Ummi juga menjadi jauh lebih sehat, Nak. Karena kamu selalu memberikan kesempatan untuk Ummi tidur nyenyak setiap malamnya. Tidak seperti dulu betapa banyak adaptasi baik raga maupun jiwa yang Ummi lalui.

Ummi bisa senang hati memberikanmu ASI, Nak. Alhamdulillah pemberian ASI itu pun berhasil secara eksklusif. Setidaknya hingga usiamu 10 bulan, kau hanya meminum ASI dari Ummi.

Ummi juga dengan lekas bangun dan beraktivitas seperti biasa, Nak. Bahkan ketika ganti perban di dokter pun, seminggu setelah melahirkanmu, Ummi masih sempat berjualan kosmetik dan memakai celana jeans! Ummi bahkan sudah kembali berdandan dan memperhatikan kondisi tubuh.

Ummi tahu tak selamanya hidup berjalan sempurna. Ummi tahu hari-hari penuh ujian datang setelahnya. Seperti saat kamu opname tepat di hari lebaran karena sakit. Atau saat kamu didiagnosis terlambat bicara dan diharuskan untuk menjalani terapi. Namun Ummi tahu, kita bisa melalui setiap ujian, Nak.

Seperti Ummi yang berhasil melalui hari-hari di bulan Ramadan dengan segala ujiannya (termasuk ujian adanya wabah yang sedang berlangsung ini). Ummi pasti bisa melalui ujian-ujian setelahnya.

Begitu pula kamu, Nak. Begitu pula kita semua. Ummi tahu, kamu anak yang kuat, terbukti saat di dalam kandungan kamu sudah tegar saat Ummi memutuskan tetap menyusui kakakmu, dan kamu tetap tumbuh sehat di dalam kandungan Ummi, Nak.

Maka akan kusampaikan lagi, selamat ulang tahun, Farris sayang. Selamanya kau adalah putraku tersayang. Putraku yang saat ini sedang sakit, tapi pasti akan sembuh tak lama lagi.

Kita kuat dan kita sanggup melalui segala rintangan kehidupan.

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-18-dia-yang-berulang-tahun-di-bulan-mei-oleh-emmy-herlina/ Kali ini, kue ulang tahunnya pizza dan lapis legit ya, Nak. 😀

Bandar Lampung, 23 Mei 2020 (30 Ramadan 1441 H)

Nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

3 comments

  1. Selamat ulang tahun Farris ganteng, lekas sehat lagi ya sayang..bahagia selalu bersama Ummi, Abi dan kakak Shophia

Tinggalkan Balasan