Farris, Putra Emmy

Surat untuk Putraku (Part 3) oleh Emmy Herlina

Surat untuk Putraku (Part 3)

Baca sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-2-oleh-emmy-herlina/

Papamu terdiam. Tampaknya beliau masih berusaha mencerna kalimat dari Ummi.

“Awalnya aku penasaran karena terlambat haid lalu mencoba test pack. Ternyata benar, hasilnya positif. Sebentar kuambilkan.”

Kukeluarkan hasil PP test yang tersimpan rapat di dalam tas untuk ditunjukkan kepada papamu.

“Lalu aku coba yakinkan lagi dengan pergi ke dokter. Jadi … tadi pagi aku coba ke RS kota untuk USG. Benar kata dokter, aku benar-benar hamil. Eng, enggak apa-apa, ya?”

Ragu-ragu aku memandang perubahan raut wajah papamu. Aku tahu dia sama sepertiku, masih ingin fokuskan diri merawat kakakmu. Apalagi kondisi kakakmu sering sakit dan bolak-balik ke dokter. Aku masih takut belum bisa adil membagi perhatian.

Belum lagi soal pemberian ASI. Harus bagaimana? Aku masih belum tega memberhentikan menyusui kakakmu. Masih haknya untuk mendapatkan ASI.

Perlahan papamu menghela napas. Tiba-tiba dia mendekatkan diri pada perut Ummi dan menciumnya. Ummi tahu, papamu ingin menciummu, Nak. Papamu sudah sayang padamu sejak dia menyadari keberadaanmu di dalam perut Ummi. Ya. Kami berdua menyayangimu, Nak.

“Ya sudah, kamu jaga diri baik-baik, ya.”

Lega sudah. Papamu sama sekali tidak marah. Kecemasan demi kecemasan kita akan pikirkan kemudian. Yang pasti semua pasti ada solusinya.

Begitu juga dengan kehamilan tanpa persiapan ini. Seperti yang dikatakan Ayuk Ana, aku hanya perlu menjalaninya. Mau dioperasi sesar lagi untuk yang kedua kalinya, silakan saja. Yang penting kamu sehat, Nak. Yang penting ibu dan bayi, keduanya selamat.

Saat itu, Ummi tidak mau memusingkan akan mendapatkan anak lelaki atau perempuan lagi. Ummi sudah pasrahkan pada Illahi. Ummi masih fokus mencari cara untuk tetap melanjutkan pemberian ASI pada kakakmu, sambil menjaga kondisimu di dalam perut ini, Nak.

Dua-duanya kesayangan Ummi. Dua-duanya buah hati Ummi. Ummi harus bersikap adil.

Bandar Lampung, 26 April 2020 (3 Ramadan 1441 H)

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

13 comments

  1. i feel you mbak hehe, sayangnya hamil kedua yang tanpa didugan ga berjalan baik. Alhamdulilah Allah kasih rezeki lagi hamil ketiga adik io sehat sempurna. Selalu ada cerita menggugah ya kalau bicara tentang anak

  2. Wah teman ada yang punya kisah serupa dengan mbak. Katanya galau terberatnya itu soal ASI ya? Saya yang jarak anaknya tiga tahun kerasa cukup galau antara fokus ke sulung ato adeknya

  3. Kehamilan tanpa direncanakan ya Mbak. Saya juga mengalaminya. Anak pertama dan kedua jaraknya kurang dari 2 tahun. Awalnya juga merasa kasihan sama si kakak, tetapi alhamdulillah setelah berjalan waktu ternyata si kakak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan nice boy, jadi terharu saya.

  4. Antara bahagia dan galau ya Mbak. Alhamdulillah semoga semua baik-baik saja. Ditengah kegalauan, biasanya diberi jalan oleh Allah swt. Bener banget mau direncanakan atau tidak, ya tetap kesayangan Ayah-Bunda. Rizki tak terkira…

Tinggalkan Balasan