Al Quran

Surat untuk Putraku (Part 17): Nuzulul Quran dan Perintah Membaca oleh Emmy Herlina

Surat untuk Putraku (Part 17): Nuzulul Quran dan Perintah Membaca

“Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan “Al Qur’an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.” (Sumber: Wikipedia)

***

Baca part sebelumnya: https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-16-another-story-about-gender-oleh-emmy-herlina/

Anakku Sayang, Ummi dari kemarin yang rasanya sudah banyak ayat Al Quran yang Ummi sampaikan. Kenapa? Karena kitab suci itulah yang menjadi pedoman kita, umat Islam, Nak. Bagaimanapun kau harus mempelajarinya. Kita harus banyak belajar dan banyak membaca.

Kamu tahu, apa perintah pertama yang diturunkan dalam Al Quran, Nak. “Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu.” (QS Al-Alaq). Ayat itu turun agar kita tidak menjadi bodoh, agar kita tak kenal lelah belajar dalam kehidupan. Turunnya Al Quran itu terjadi tepat di bulan Ramadan.

Peristiwa ini disebut juga dengan Nuzulul Quran. Kebetulan Nuzulul Quran memang ada tepat di tanggal 17 pada bulan Ramadan ini, Nak. Allah memerintahkan kita untuk membaca, untuk belajar agar kita menjadi pandai. Bahkan ada istilah: “Tuntutlah ilmu sampai ke liang kubur.” 

“Tuntutlah Ilmu Hingga ke Liang Kubur”

Baca juga https://parapecintaliterasi.com/surat-untuk-putraku-part-9-bulanmu-bulan-pendidikan-oleh-emmy-herlina/

Belajar itu tidak mengenal usia. Dari mulai dilahirkan kau belajar mengenal dunia. Kau belajar siapa itu ibumu, siapa ayahmu. Kau belajar sentuhan kelembutan dan mendengar suara-suara.

Belajar itu tidak mengenal situasi dan kondisi. Dalam kondisi apapun kita sesungguhnya sedang belajar. Saat kau marah karena keinginanmu tidak dipenuhi orang tua, saat itu juga kau belajar bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud, dan itu bukan berarti akhir dunia. Semua akan baik-baik saja, meski ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginanmu.

Saat kau merasa takut, misalkan karena melihat binatang yang menurutmu asing, saat itu juga kau belajar untuk menghadapi rasa takut, Kau belajar untuk berani dan akhirnya kau tidak lagi merasa takut.

Belajar bukan hanya pada saat mengerjakan tugas dari sekolah. Seperti yang kau jalani saat sekolah daring seperti sekarang ini, Nak. Sudah dua bulan berlalu kau belajar di rumah saja dan mengerjakan PR, seperti tugas mewarnai dan menulis abjad. Ah ya, Ummi sangat bangga di usia ini, kau sudah mengenal keseluruhan abjad dan menuliskannya dengan caramu.

Tahu apa lagi yang membuat Ummi kagum? Untuk ukuran anak laki-laki, kau termasuk rajin, Nak. Banyak yang bilang, anak perempuan biasanya terlihat lebih rajin daripada anak laki-laki, karena kebutuhan anak laki-laki lebih kepada mengembangkan motorik kasarnya, seperti yang Ummi ceritakan di surat sebelumnya. Tapi dirimu, tak hanya aktif bergerak, melompat dan berlari, tapi Farris adalah seorang anak yang lekas mengambil buku tugasnya ketika melihat kakakmu, Sophia, mengerjakan tugas dari gurunya. Anakku yang baik mencontoh hal baik juga dari kakaknya. Ummi bangga, Nak!

Maka belajarlah, Nak. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam kehidupan. Seperti ayat pertama yang difirmankan Allah Swt. Bacalah. Bacalah. Bacalah. Bacalah pengalaman hidupmu. Bacalah segala peristiwa. Bacalah, karena dari setiap kejadian selalu ada hikmah yang bisa diambil. Bacalah, bukan hanya dengan kedua mata, namun juga akal pikiran. Bacalah, bukan hanya dengan logika, namun juga hati nurani.

Bandar Lampung, 10 Mei 2020 (17 Ramadan 1441 H)

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan