Farris, Putra Emmy

Surat untuk Putraku (Part 1) oleh Emmy Herlina

Surat untuk Putraku Part 1 (Emmy Herlina)

Masya Allah, tak menyangka begitu cepat hari berlalu. Tiba-tiba sudah sampai di bulan Ramadan. Kali ini izinkanku menuliskan spesial untukmu, Farris. Anak lelakiku tersayang. Setelah setahun lalu kutorehkan 30 surat untuk Sophia, kakakmu. Kamu yang belum mengenal puasa, merasa bingung ketika kakak Sophia tidak ikut sarapan bersamamu. Memangnya puasa itu apa? Apa itu bulan Ramadan? Apa hubungannya Ramadan dengan puasa?

Ramadan itu bulan yang paling mulia, bagi kita, umat Islam, Nak. Di bulan Ramadan, kita wajib berpuasa, yaitu menahan lapar dan haus di siang hari. Lebih tepatnya dari Subuh hingga Magrib menjelang.

Allah berfirman di dalam Al-Quran, β€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Begitu banyak manfaatnya kita berpuasa, Nak. Antara lain, sebagai berikut ini:

  1. Membantu memperbaiki kondisi medis. Berpuasa diiringi pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar dan penyakit kulit seperti eksin dan psoriasis.
  2. Menyehatkan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung. Namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh. Dikarenakan perlu adanya faktor lain untuk menjaga kesehatan jantung, seperti makan dan olahraga secara teratur.
  3. Mengurangi risiko kanker. Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Meski masih perlu diteliti lebih lanjut.
  4. Menjaga berat badan. Hal ini bisa didapatkan jika setelah berbuka, kita tetap menjaga pola makan yang sehat. Artinya, jangan mentang-mentang seharian berpuasa, ketika berbuka justru melampiaskan nafsu makan. (Sumber: Alodokter)

Ummi bahagia bulan Ramadan kali ini hadir pertama kali di hari Jumat. Hari Jumat penuh berkah, Nak. Bisa dibilang, hari Jumat itu hari raya mingguan-nya umat Islam. Betapa banyak keutamaannya hari Jumat, nanti akan kita bahas ya, Nak.

Satu hal yang Ummi ingat kembali, ketika Ummi tak harus ikut berpuasa karena baru melahirkanmu. Beruntungnya, selama Ramadan ketika itu Ummi masih menjalani cuti melahirkan. Jadi, Ummi bisa khusyuk mengurusmu, Nak. Demi memberi ASI yang banyak untukmu, Ummi pun tidak berpuasa, melainkan membayar fidyah. Apalagi Ummi juga menjalani masa nifas, sehingga tidak wajib berpuasa.

Mungkin itulah salah satu keringanan bagi kaum perempuan. Selain ada β€œtamu bulanan”, untuk ibu-ibu sehabis melahirkan juga ada masa nifas. Di masa itu, perempuan tidak wajib menjalankan ibadah, seperti salat dan berpuasa. Itu juga yang menjadikan hitungan ibadah kaum perempuan tak sebanyak hitungan ibadah kaum laki-laki. Itu juga salah satu alasan, mengapa lelaki adalah pemimpin. Nanti akan Ummi ceritakan lebih banyak tentang hal ini, ya.

Wallahualam bisawab.

24 April 2020/1 Ramadan 1441H

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

39 comments

  1. Assalamu’alaikum Farris sayang,

    MasyaAllah … Bangganya memiliki ibu seperti ibundamu ini ya, Nak. Engkau dipilihkan ibu yang cerdas, bisa memberikan bimbingan mengenai dunia dan agama. Kelak dewasa Farris tetap menjaga dan menghormati ibu, ya. Semoga terus menjadi pribadi yang sholih.

    Aamiin.

    Aku juga mulai menceritakan pada anak-anak Mbak, kenapa seorang perempuan tidak diperboleh berpuasa dan tidak ikut sholat berjamaah bersama mereka. Edukasi seperti ini memang harus dimulai dari keluarga ya, Mbak.

  2. Suratnya bikin hatiku sejuk, beruntungnya Fariss punya ibu yang seperti mba Emmy. Aku masih belajar nih mbak memberikan pengertian pada io kalau aku sedang libur shalat dan puasa, bagaimanapun harus mulai dari keluarga dulu ya pengertian agama dan nilai -nilainya

  3. Kebayang mungkin 10 atau bahkan 15 tahun nanti, Farris membaca surat ini, betapa bangganya dia telah dibuatkan surat oleh umminya. Sehat terus yan nak Farris.

  4. ide suratnya menarik sekali Mbak Emmy, apalagi kalau bisa konsisten ya, bisa jadi buku kenangan untuk anak juga ladang ilmu bagi siapapun yang membaca. Sebagai orangtua tentunya kita punya pesan-pesan khusus pada anak-anak kita. Mungkin cara ini bisa mnejadi jembatan untuk melambatkan ingatan.

  5. Semoga kamu tumbuh dengan sehat. Sholeh dan menjadi penolong untuk keluargamu kelak ya, Dek.

    Bismillah, meski nggak ikut sarapan bersama di kala Ramadhan, kasih sayang kakakmu nggak berkurang barang seinci pun.

  6. Masya Allah Mba Emmy keren sdh mnyiapkn sejak dini Dedek mnjdi seorang yg baik kelak. Smg Dedek bisa sprti hrpn umminya. Aamiin

  7. Mba anaknya ada berapa? Hebat ikh rajin nulis suratnya buat anaknya. Kok aku jadi kepikiran juga ikh bikin surat juga untuk anak aku. Erysha juga masih balita nih kayak Farris, jadi baru pengenalan puasa aja

  8. Masya Allah pastilah senang banget ya kita bisa mengamalkan puasa di Bulan Ramadhan tapi bagi perempuan emang dapat bonus terutama abis melahirkan atau nipas. Baca suratnya jadi terharu deh.

Tinggalkan Balasan