Ibu Guru

Surat Cinta untuk Bu Guru Oleh Siti Rachmawati M.

Surat Cinta untuk Bu Guru
Oleh: Siti Rachmawati M.

Assalamualaikum, Bu Guru. Selamat pagi.
Bu Guru, apa kabar? Semoga Ibu selalu sehat wal afiat. Hampir dua bulan saya tidak berjumpa dengan Ibu. Kangen, rasanya membuncah ingin bertemu Ibu. Kangen menjabat tangan Ibu, melihat senyum Ibu yang semringah. Mendengar suara Ibu. Ah, semuanya yang ada pada Ibu, saya kangen Bu.

Bu, di rumah saya dan keluarga juga sehat. Setiap hari saya membantu Emak di rumah, menjaga dua adik yang masih kecil-kecil. Emak bekerja di rumah tetangga yang masih membutuhkan jasa Emak. Ada yang minta Emak, membersihkan rumah dengan upah nasi dan lauk seadanya. Ada yang minta tolong mencuci dan menyetrika baju. Ada juga yang minta untuk membantu memasak saat ada hajatan. Namun, itu kondisi sebelum ada virus corona, Bu.

Kini hampir dua bulan, Emak tidak bekerja. Untuk makan sehari-hari, kami makan singkong hasil kebun sebagai pengganti nasi. Karena Emak tidak ada uang untuk membeli beras. Namun kini singkongnya sudah mulai habis, karena diambil Emak setiap hari untuk mengganjal perut. Adik yang masih kecil baru berumur sata tahun, hanya minum air putih. Karena Emak tak mampu membeli susu, ASI-nya pun sudah tidak keluar. Karena jarang ada yang dimakan hingga ASI-nya tidak bisa berproduksi.

Bu, saya kangen sekolah seperti dulu. Bertemu Bapak, Ibu Guru, teman-teman bahkan saya bisa bertemu dengan Ibu kantin. Saya suka membantunya jualan, melayani teman-teman yang jajan di kantin. Sebagai imbalannya, saya bisa makan dan minum gratis. Jadi saya tidak perlu minta uang saku kepada Emak.

Kadang-kadang kalau nasi dan lauk yang dijual masih ada sisa, Bu kantin memberikan kepada saya untuk dibawa pulang. Saya merasa sedih dan terharu. Saat saya melihat adik-adik menunggu kepulangan saya di depan pintu. Mereka berharap, ada sesuatu yang saya bawa. Entah nasi sekadarnya atau lauk seadanya. Makanya kadangkala saya dapat jatah makan tetapi saya minta dibungkus saja. Agar bisa saya bawa pulang untuk adik-adik.

Bu, saya dengar info kalau stay at home diperpanjang hingga akhir tahun ya, Bu? Terus Emak kerja apa, Bu? Kami makan apa? Para tetangga sudah tidak mau memperkerjakan Emak. Bapak di Jakarta, sebagai buruh bangunan juga sudah diberhentikan proyeknya. Sekarang Bapak nganggur, sudah tidak bekerja dan tidak punya penghasilan, Bu.

Padahal sebentar lagi lebaran. Biasanya Bapak pulang bawa baju baru dan jajanan seperti di tv yang belum pernah saya makan. Besok lebaran sepertinya saya akan memakai baju tahun lalu. Meskipun sudah ndak muat lagi. Tidak akan ada jajanan dan makanan enak seperti tahun lalu.

Bu Guru, hanya ini yang bisa saya tulis di kertas buku yang tersisa beberapa lembar ini. Buku saya sudah mau habis, Bu, karena banyak tugas. Namun Emak belum punya uang untuk membeli buku baru. Saya tidak tahu, andai belajar di rumah jadi diperpanjang, saya nulis di mana, Bu? Karena otomatis tugas dari Bapak dan Ibu Guru juga bertambah.

Cukup sekian surat saya, Bu. Saya kangen Bu Guru juga teman-teman. Semoga Ibu selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Wassalamualaikum.

Ananda
Murid Ibu

Grobogan, 7 Mei 2020
Jumlah kata : 482 kata
Nulisbareng/Siti Rachmawati M.

0Shares

Tinggalkan Balasan