Belenggu

Singkirkan Hubungan Toksik! (Antara Lathi dan Dua Event Spesial Nubar Sumatera) oleh Emmy Herlina

Singkirkan Hubungan Toksik! (Antara Lathi dan Dua Event Spesial Nubar Sumatera)

Teman-teman pernah mendengar lagu “Lathi” yang menjadi trending karena keunikannya memadukan budaya Indonesia dan bahasa Inggris sekaligus. Sebelum lanjut membahas lagu tersebut, baca dulu yang satu ini:

Definisi mantan menurut KBBI berarti “bekas”. Seperti bekas pemangku jabatan, kedudukan, dan sebagainya. Bagi Diandra, mantan itu ibarat barang bekas, yang pasti dibuang setelah sudah tidak digunakan lagi. Mantan itu ibarat tutup botol, setelah botol terbuka dan isinya dituangkan, tutup botol akan segera dibuang, bukan? Bahkan tak jarang, tutup botol dibuang terlebih dulu daripada botolnya. Mantan itu ibarat piring kotor, setelah isinya habis, tampilannya tidak akan menjadi menarik lagi. Dengan alasan yang sama, menjadikan gadis itu memilih untuk tetap bertahan bersama Wahyu, lelaki yang telanjur membuatnya kagum dan mencuri hatinya. (Telanjur Menjadi Mantan oleh Emmy Herlina)

Entah mengapa, ketika mendengar lirik lagunya, saya auto teringat dengan kisah Diandra. Diandra adalah seorang lajang cerdas dan mandiri. Dia juga mempunyai karier yang bagus, cocok dengan tampilan tokoh utama dalam serial chicklit. Sayangnya, perjalanan kisah asmaranya tak begitu mulus. Terutama karena dia pernah jatuh cinta pada pria yang tak layak untuknya.

Nah, siapa yang pernah mengalami hal yang sama dengan Diandra?

Adalah hal yang wajar bagi kita, khususnya kaum perempuan mendambakan hubungan cinta yang sempurna bak di cerita dongeng. Tapi, ketahuilah, hidup di dunia penuh dengan ketidaksempurnaan. Bahkan pasangan yang menurut kita sudah layak disebut goal relationship, bukan berarti mereka tidak pernah bertengkar sekalipun.

Jika pada tulisan saya di salah satu event Nubar saya banyak memberikan nasihat tentang bagaimana mempertahankan sebuah hubungan, bahwasanya menikah adalah separuh dari agama dan begitu layak dipertahankan, namun saya tidak akan memungkiri, ada beberapa bentuk hubungan yang tidak layak dipertahankan. Salah satunya jika sudah mengacu pada toxic.

Kita simak sedikit lirik lagu “Lathi” yang dinyanyikan oleh Weird Genius dan Sara Fajira:

“Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn’t something we fought for

Never wanted this kind of pain
Turned myself so cold and heartless
But one thing you should know

Kowe ra iso mlayu saka kesalahan
Ajining diri ana ing lathi.”

Lathi by Sara Fajira and Weird Genius

Lagu ini menggambarkan sebuah toxic relationship. Bagaimana sebuah hubungan yang ternyata tidak sehat terasa begitu membelenggu. Jadi, bagaimana sang perempuan akhirnya menyadari bahwa tak baik berlama-lama berada dalam hubungan seperti itu. Akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri semua. Tidak ada yang bisa luput dari kesalahan. Harga diri ditentukan termasuk dari ucapan. Pem-bully-an terhadap pasangan bisa terjadi tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik tapi juga verbal. Dengan alasan yang sama, akhirnya Diandra memutuskan untuk meninggalkan Wahyu pada akhirnya, meskipun dia harus menempuh resiko telanjur menjadi mantan.

Cerita tentang Diandra ini bisa teman-teman baca pada event Nubar spesial milad saya tempo hari, yaitu Seni Menyikapi Ketelanjuran. Baca juga: https://parapecintaliterasi.com/5-naskah-terbaik-dalam-event-spesial-milad-ma-nubar-sumatera/

Tokoh Diandra diambil dari salah satu tokoh fiksi yang insya Allah akan saya terbitkan menjadi sebuah novel. Sebenarnya ceritanya sudah kelar, hanya saja, saya yang masih malas mengedit ulang, jadi belum juga dikirimkan ke penerbit setelah dua tahun 😀

Oya, saya juga memaparkan sebuah artikel dalam buku I Finally Found Someone jilid 2. Supaya dalam satu buku yang sama tidak hanya ditemukan cerita-cerita romantis saja, tapi lebih kepada real life. Saya kutip dari tulisan seorang pakar kesehatan jiwa, Bapak Supri Yatno, berikut ini adalah ciri-ciri hubungan toksik:

  1. Anda sering merasakan sedih, menangis sepanjang waktu, atau lebih sering dari biasanya.
  2. Pasangan Anda selalu menyalahkan apa saja yang anda katakan dan lakukan. Pokoknya Anda dianggap tidak pernah benar.
  3. Anda berbohong pada teman atau keluarga mengenai keadaan rumah tangga Anda.
  4. Tidak ada seks lagi atau Anda tidak menikmati hubungan seks dengan pasangan.
  5. Anda menarik diri dari kehidupan sosial.
  6. Anda sering berangan-angan bisa meninggalkan pasangan Anda.
  7. Setiap perbincangan dengan pasangan berubah menjadi pertengkaran.
  8. Anda bahkan tidak ingat lagi kapan terakhir merasakan bahagia dalam pernikahan Anda.

Sebenarnya masih ada sebab lainnya yang bisa menjadi ciri-ciri hubungan toksik, namun beberapa poin tersebut di atas sudah menjadi sinyal bahwa Anda patut mendapatkan pertolongan.

Demikianlah, maka dengan membaca buku I Finally Found Someone, baik jilid 1 maupun jilid 2, semoga bisa menginpirasi pembaca, tentang bagaimana kisah kehidupan berumahtangga yang sebenarnya. Baca juga https://parapecintaliterasi.com/bukan-hanya-satu-penulis-pilihan-melainkan-dua-terbaik-dalam-i-finally-found-someone-jilid-2/

Mempersiapkan segalanya sangat penting, tak hanya dari segi finansial tapi persiapan mental. Namun tetaplah manusia hanya bisa berencana. Bila Anda sudah telanjur salah melangkah, jadikan pelajaran dan move on-lah. Seperti sebuah Seni Menyikapi Ketelanjuran.

Bandar Lampung, 30 Mei 2020

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan