SI MANGGA KURA-KURA oleh Ade Tauhid

SI MANGGA KURA-KURA
By Ade Tauhid

Enam buah mangga dalam satu kresek plastik. Baru saja diberikan adik iparku tadi.

“Makasih, ya,” kataku sumringah.

Kebetulan di kotaku sedang musim mangga. Jadi mangga di halaman rumah adikkupun ikut berbuah. Saking banyak buahnya dibagi-bagi ke tetangga.

Buah mangga itu jenisnya beraneka ragam, ada mangga manalagi, mangga golek, mangga harum manis.

Bahkan saking banyak jenisnya jadi sulit dalam membuat nama, maka digunakan nama daerah di mana buah mangga itu berasal, seperti mangga jawa, mangga indramayu, mangga bali dll.

Kebetulan kami sekeluarga penyuka buah mangga. Bila musim mangga seperti ini Bapak pasti borong buah mangga.

Mangga yang sering dibeli Bapak adalah indramayu dan harum manis. Karena memang mangganya rasanya legit, enak dan manis.

Dalam penyajian Ibu dan Bapakku berbeda cara dalam mengupas mangga.

Kalau Ibu orangnya sangat rapi.

Buah mangga akan dicuci terlebih dahulu, lalu dikupas dan dipotong kotak kotak lalu Ibu akan membaginya satu orang satu piring pada kami.

Kemudian kami akan duduk manis di kursi kami masing-masing untuk makan buah mangga yang disajikan Ibu.

Berbeda dengan Bapak, kalau Bapak lebih praktis – mangga tidak dikupas, hanya dicuci lalu dibelah mentok sampai biji, lalu mangga digurat gurat dengan pisau kemudian mangga dibalik.

“Mangga kura kura.” Begitu Bapak menyebutnya sambil menyerahkan mangga kura-kuranya itu satu-satu kepadaku dan Kakak.

Lalu tanpa dikomando aku dan Kakak berlomba makan si mangga kura kura sampai licin tandas, sampai mulut hidung dan pipi kami blepotan dan berantakan gara-gara si kura-kura.

Indahnya masa itu.

Bagaimana dengan kalian? Kenangan manis apa yang ada di antara kalian dengan ayah? Cerita, yuk.

Selamat hari ayah, ya. Semoga ayah-ayah sedunia adalah ayah-ayah bijak yang selalu menyayangi keluarganya. Amiiin.

Bandar Lampung, Jumat 13 Nov 2020

Nulisbareng/AdeTauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan