Senja

Senja, Ikhlas Itu Apa? oleh Athena Hulya

Senja, Ikhlas Itu Apa?

(sebelumnya di https://parapecintaliterasi.com/prolog-oleh-athena-hulya/)

Debur ombak pantai Parangtritis menjadi saksi bisu atas kisahku dulu. Tepat dua tahun lalu Abiku pergi, ia meninggal karena mengalami kecelakaan tunggal saat hendak berangkat kerja. Mobil yang dikendarainya menabrak separator jalan, mobil itu terguling sampai ringsek.

Setelahnya ia mengalami luka yang amat parah di sekujur tubuhnya.Tulang rusuknya patah hingga ada yang menembus ke paru-paru juga kepalanya mengalami pendarahan efek dari benturan hebat. Oleh karenanya, dua hari setelah kecelakaan itu Abi meninggal.

Namun di hari sebelum ia meninggal, entah kenapa ia sempat terbangun dari koma, padahal dokter saja sudah tidak sanggup menolongnya, dokter hanya berkata, “hanya mukjizat yang dapat menolong Abi.”

Seperti ada semangat yang keluar dari tubuh Abi kala itu, ia pun berbicara terbata-bata padaku yang saat itu menangis di sampingnya.

“Athena maafin aku, ya, kamu jangan nangis. Semoga kamu selalu bahagia! Maafin aku.”


Perkataan itu adalah perkataan terakhirnya, perkataan yang tak pernah kulupakan hingga kini.

Yang membuatku teramat berduka dan terluka adalah kecelakaan itu terjadi tepat dua minggu sebelum lamaran kami berlangsung. Rencana pernikahan akan dilangsungkan tiga bulan setelah lamaran, kami memang sengaja memilih jangka waktu tiga bulan karena kami harus menunggu Abi mendapat jatah cuti, Abi seorang pilot maka dari itu ia tidak bisa sembarangan meminta cuti.

Persiapan demi persiapan untuk pernikahan dan kehidupan setelahnya pun sudah terencana sangat matang. Dari mulai sewa gedung pernikahan, wedding organizer, undangan, rumah yang akan ditempati setelah menikah pun sudah dalam proses pembangunan bahkan usaha toko kue yang akan kami jalankan setelah menikah sudah terbangun.

Yaa, sudah se-prepare itulah kami. Saat masih berpacaran kami memang sudah mempersiapkan untuk pernikahan ini, terlebih untuk rumah dan toko kue. Tapi sangat disayangkan pernikahan itu kini hanya tinggal kenangan.

Bersambung….

Bekasi, 3 Mei 2020
Nulisbareng/Athena Hulya

NovelPerjalananSetelahSenja

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan