Semur daging

SEMUR DAGING DI SAHUR PERTAMA oleh Putri Zaza

SEMUR DAGING DI SAHUR PERTAMA

“Sahur pertama mau makan apa?” Tanya Mama kepada tiga anaknya.

“Daging!” Ucap kami berbarengan.

Bagi keluargaku daging adalah makanan spesial karena mama memang jarang memasak daging selain harganya yang mahal juga tidak terlalu baik untuk kesehatan. Sebenernya, kalau terlalu sering makan bisa jadi bosan seperti ayam walau, sudah diolah dengan berbagai resep pun rasanya tetap membosankan, hehe.

Hampir dari tahun ke tahun sahur pertama kami selalu daging, entah, itu dimasak rendang, teriyaki, semur, rawon dan lain sebagainya. Loh, kenapa mesti daging? Semua berawal saat kami masih kecil. Pada umumnya anak kecil memang sulit untuk di bangunkan tengah malem dan di ajak untuk menyantap makanan pasti alasannya mengantuk dan nggak nafsu. Dikeluargaku memang sudah dibiasakan sejak usia lima tahun atau sejak taman kanak-kanak untuk berpuasa tujuannya, ya, untuk belajar agar terbiasa.

Untuk memunculkan rasa semangat saat sahur mama memasakan daging dengan olahan yang jarang dimakan di hari biasa dan tidak lupa sayur agar terpenuhi nutrisi selama berpuasa.Puasa kali ini ada yang berbeda selain dunia sedang dilanda pandemi yang berhasil membuat semua makluk bumi resah dan khawatir. Yaitu, setelah try end error akhirnya mama menemukan cara agar mengurangi rasa haus saat puasa apalagi setiap puasa Indonesia mengalami musim panas.

Mama menyediakan air mineral hangat untuk diminum di akhir atau saat imsak tiba. Oh, ya, imsak itu waktunya bukan sepuluh menit sebelum azan subuh loh, tetapi, saat azan subuh dikumandangkan sampai azan subuh berakhir itu waktu imsak yang benar menurut para ulama. Sebelum air mineral  hangat mama juga pernah menyediakan susu hangat, teh hangat, air jeruk nipis hangat tapi hasilnya nggak semanjur air mineral hangat.

Dari awal puasa sampai hari kesepuluh dan aktif bekerja dan tidak pernah ada WFH. Alhamdulillah terhindar dari dehidrasi parah. Gimana denganmu apa tips-tips yang bermanfaat saat sedang puasa?

3 Mei 2020

Nulisbareng/putrizaza

Jumlah kata: 294

0Shares

Tinggalkan Balasan