Semangat Wujudkan Mimpi oleh Nopiranti

Semangat Wujudkan Mimpi

(Nopiranti)

Sudah tiga kali saya terlibat proyek antologi cerpen bersama DTC (Deejay Training Centre) dan Rumah Media (Rumedia). Namun baru sekarang saya tahu siapa sosok hebat di balik dua penerbitan keren itu. Ada Pak Deejay Supriyanto dan Pak Ilham Alfafa yang mempunyai sejarah berliterasi keren yang mengantarkan keduanya pada titik karir sekarang.

Pak Deejay dan Pak Ilham bersahabat sudah sejak 2007. Berawal dari hubungan mentor dan murid. Pak Ilham belajar tentang kepenulisan dan penerbitan pada Pak Deejay yang sudah lebih dulu berkecimpung di dua dunia itu. Panjang jalan yang harus mereka lalui untuk mewujudkan mimpi mempunyai komunitas literasi dan penerbitan buku yang berkembang baik seperti saat ini.

Kesuksesan itu tidak hadir secara instan. Ada perjuangan pantang lelah. Ada kegagalan yang hampir membuat menyerah. Namun tekad terus disemai dan dipupuk dengan doa, keyakinan, dan kerja keras. Hingga usaha mereka memekarkan hasil yang indah dan membanggakan.

Pada 2008, Pak Deejay dan Pak Ilham membuka perusahaan Alfafa Muda Berhikmah yang bergerak dalam penjualan buku, VCD, dan distributor buku untuk 26 penerbit yang ada di Bandung, Jakarta, Solo, dan Surabaya. Satu penerbit rata-rata menitipkan 20-50 buku untuk didistribusikan. Untuk membantu kelancaran pekerjaan, Pak Deejay dan Pak Ilham mempunyai karyawan sampai 50 orang saat itu.

Karena sering terlibat berbagai bazar buku, Pak Ilham yang bernama asli Ilham Waluya itu mendapat julukan Ilham Alfafa, mengikut nama perusahaan beliau yaitu Alfafa Muda Berhikmah. Sedangkan Pak Deejay nama aslinya adalah Durnajaya Supriyanto. Banyak teman dan rekan kerja yang kesulitan menyebut namanya. Beberapa orang ada yang memanggil dengan menyingkat nama depannya saja yaitu DJ. Sebagian teman ada yang mengejanya menjadi DeeJay. Itulah awal mula pendiri DTC itu mendapatkan nama panggung Deejay.

Di tengah pesatnya usaha mereka, qadarullah Allah menguji mereka dengan banjir yang menerjang kantor mereka. Ketinggian air mencapai leher orang dewasa. Tumpukan buku-buku bazaar yang biasa dijual 5 ribu rupiah per eksemplar yang disimpan di lantai atas, selamat dari terjangan banjir. Namun tumpukan buku dan VCD yang biasa dijual dengan harga normal, tak bisa diselamatkan. Investasi lebih kurang senilai 60 juta rupiah saat itu bersih hilang tersapu banjir.

Pak Deejay dan Pak Ilham sempat merasa terpuruk saat itu. Namun mereka berusaha bangkit dan memulai lagi perjuangan mereka. Pak Deejay lebih serius lagi mengembangkan komunitas Sehari Bisa Menulis Buku (SBMB) dan menjadi mentor di berbagai pelatihan menulis baik daring maupun luring. Sedangkan Pak Ilham membantu sebagai MC, operator peralatan, membuat slide presentasi, dan kadang mengisi acara juga.

Dari sinilah kemudian muncul ide mendirikan DTC (Deejay Training Centre) yang mengurus pelatihan menulis dan Rumah Media/Rumedia yang menangani perwajahan, pencetakan, dan penerbitan buku umum maupun buku peserta pelatihan menulis bersama DTC.
DTC didirikan bukan hanya untuk mentransfer materi tentang menulis dan mencetak para penulis andal. Namun Pak Deejay berharap dapat membantu menciptakan penulis yang bisa jadi pemateri yang mengisi kepenulisan juga nantinya. Semakin tersebar ilmu, semoga keberkahan semakin melimpah.

Sementara Rumedia didirikan bukan semata melayani percetakan buku saja. Namun ada niat mulia yang ingin Pak Ilham wujudkan. Beliau ingin membantu para penulis pemula yang ingin menerbitkan buku namun belum mampu menulis sendiri seluruh isi bukunya. Juga ingin membantu mengumpulkan dan membukukan naskah para penulis yang rajin mengikuti lomba menulis namun belum ditakdirkan menang sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk bisa mengabadikan karya mereka dalam bentuk buku.

Akhirnya setelah Pak Deejay dan Pak Ilham berdiskusi secara mendalam, terciptalah program Nubar alias Nulis Bareng. Sebuah program menulis yang mengajak peserta membuat antologi/kumpulan tulisan bersama untuk dijadikan satu buku. Antologi bisa menjadi sarana yang baik dalam melancarkan keterampilan menulis sebelum nanti penulis percaya diri dan mampu menulis sendiri seluruh isi bukunya.

Perjalanan panjang dan berliku yang dilalui Pak Deejay dan Pak Ilham dalam mewujudkan impian, semoga bisa menginspirasi dan memotivasi kita untuk terus mengobarkan semangat juang juga. Tidak selamanya ujian itu menghancurkan. Justru itu bisa menjadi jalan kebangkitan kita menuju titik indah takdir yang menanti. Selama ada kemauan, kerja keras, keyakinan, kerja sama, doa, dan kepercayaan, insyaallah mimpi baik kita akan perlahan mewujud nyata dengan indah sesuai harapan. Semangat!

Sabtu, 28 November 2020.

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan