Sekelumit Tentang Plagiat oleh Nopiranti

Sekelumit Tentang Plagiat

(Nopiranti)

Pagi ini dikejutkan oleh berita yang disampaikan tim admin dan dewan juri tantangan menulis RNB Level 3 Batch 3. Ada peserta yang dinyatakan gugur dan langsung dikeluarkan dari grup WA karena terdeteksi tulisannya hasil plagiat.

Belum reda rasa kejut melanda karena harus kehilangan satu per satu teman seperjuangan dalam menaklukan tantangan yang tinggal hitungan dua minggu lagi akan berakhir ini, tim juri memberikan pengumuman lanjutan. Tema tulisan untuk Jumat yang seharusnya bebas, mendadak diganti. Semua peserta wajib membuat ulasan tentang plagiarisme.

Saya tahu keputusan mendadak ini diambil bukan untuk memojokkan atau mempermalukan pihak tertentu. Namun, saya yakin hal ini dilakukan demi kebaikan semua peserta juga. Supaya kami semua lebih berhati-hati ketika mengambil gagasan dan sumber referensi. Kami harus pastikan semua ide dan sumber pendukung tulisan kami diambil dengan cara yang tepat sesuai dengan kaidah yang berlaku. Tidak termasuk kategori pencurian gagasan dan sumber referensi. Dengan kata lain kami tidak melakukan plagiat.

Apa itu plagiat? Jika mengacu pada KBBI, pengertian plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Apa yang membuat seseorang melakukan plagiat? Pertama, bisa saja dia tidak tahu kalau tindakannya itu termasuk suatu pelanggaran.

Kedua, mungkin dia tidak terlalu yakin dengan hasil tulisannya. Dia merasa tidak puas, ingin menghasilkan tulisan yang sempurna, tapi kemampuanya belum mumpuni. Akhirnya dia mencari hasil karya orang lain yang senada lalu mengakui tulisan itu sebagai hasil karyanya.

Ketiga, bisa jadi karena seseorang memiliki keterbatasan pengetahuan akan tema tulisan yang sedang dia garap. Akhirnya dia mengambil begitu saja satu, beberapa, atau bahkan semua gagasan dari tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumber asal tulisan.

Mengapa kita tidak boleh melakukan plagiat? Karena hakikatnya hal tersebut sama saja dengan mencuri hak atas kekayaan intelektual seseorang. Bayangkanlah jika tulisan yang kita susun dengan susah payah kemudian dijiplak orang lain tanpa permisi dan tanpa menyebutkan bahwa itu tulisan kita. Alih-alih orang tersebut justru mengakui jika itu hasil karyanya. Sakitnya tuh di sini kan ya? Pegang dada yang terasa luka tapi tak berdarah. Pedih, Jendral! Duh, maaf agak lewah sedikit ya.

Lantas bagaimana caranya agar kita tidak tergolong sebagai seorang plagiat? Karena saat kita menulis kita pasti membutuhkan banyak sumber rujukan dari tulisan orang lain yang sesuai dengan kebutuhan tulisan kita. Tidak bolehkah kita mengambil sedikit ide dan penjelasan mereka?

Jawabannnya tentu saja boleh asal dilakukan sesuai prosedur. Apa sajakah prosedur itu?

  1. Buatlah Kutipan Langsung.

Bagaimana caranya? Salinlah kalimat, frase, atau bagian dari kalimat yang kita butuhkan sama persis seperti aslinya. Namun ingat, jangan juga terlalu banyak juga kita mengambilnya. Setelah kita salin, jangan lupa selalu menyebutkan sumber asal tulisan tersebut.

  1. Buatlah Parafrase

Apa itu paraprafe? Maksudnya kita menjelaskan ulang gagasan yang kita ingin ambil dari tulisan orang lain dalam bahasa kita sendiri, sesuai dengan pemahaman kita. Pastikan bahwa susunan kalimat yang kita buat harus sama sekali beda dengan susunan aslinya. Bacalah sumber referensi itu berulang-ulang agar kita benar-benar memahaminya. Jadi saat kita membuat paraphrase, maknanya bisa tetap sama dengan sumber asli walau susunan kalimat berubah total. Jangan lupa juga untuk mencantumkan asal sumber tulisan ya.

  1. Melakukan Sitasi

Yang dimaksud sitasi adalah mencantumkan langsung dalam teks yang kita tulis nama pemilik pertama gagasan yang ingin kita ambil sebagai referensi.

Bisa dengan cara menuliskan nama lengkap, tahun penulisan, halaman buku di mana gagasan itu tercantum, atau menyalin rekat tautan jika itu berupa link dari sumber yang kita peroleh di dunia maya.

  1. Membuat Daftar Pustaka

Daftar pustaka dicantumkan di bagian akhir tulisan kita. Ikuti penulisan daftar pustaka yang baku yang meliputi nama pengarang, tahun penulisan, judul karya tulis, penerbit serta lokasi penerbitannya.

Dengan menyimak ulasan di atas, sudah mulai lebih jelas terbayang di benak dong ya apa itu plagiat? Namun, jangan karena sudah tahu tentang plagiat, terus membuat kita enggan untuk menulis karena takut salah. Justru dengan semakin banyak kita tahu ilmunya, kita harus lebih bersemangat lagi memeras kemampuan kita untuk menghasilkan tulisan yang tidak hanya bergizi isinya, tapi juga memenuhi kaidah penulisan yang benar.

Tetap semangat menulis ya semuanya, khususnya untuk rekan-rekan seperjuangan di tantangan menulis RNB Level 3 Batch 3 yang dalam hitungan hari akan segera sampai di garis akhir. Kita mulai bareng, ayo kita usahakan merayakan kemenangan menyentuh garis akhir juga bersama. Dalam senyum dan pelukan bahagia. Aamiin ya Rabb.

Sumber referensi:

Manistebu

Kompasiana

Jumat, 18 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan