Seberapa Menggoda Tulisanmu? Oleh Nopiranti

Seberapa Menggoda Tulisanmu?

(Nopiranti)

Bukah hanya makanan yang harus dibuat dari bahan yang menyehatkan dan disajikan secara menarik agar orang berselera untuk menyantapnya. Tulisan juga hendaknya demikian karena tulisan yang bergizi merupakan makanan yang baik untuk otak dan jiwa kita. Kalau istilah Pak Deejay sih tulisan kita itu harus ada unsur fritting /menggoda. Maksudnya menggoda orang untuk membaca, membuat dia nyaman, asyik, tidak merasa pusing dengan rangkaian kata yang kita susun, dan akhirnya dia jatuh cinta dan selalu menunggu-nunggu hadirnya tulisan kita.

Dalam bincang literasi Menulis Bersama Deejay (Menulis Semudah Membuat Status) kali ini, membahas tentang Fritting tips, membuat tulisan bergizi untuk non fiksi.

Kenapa hanya non fiksi? Karena ada sedikit perbedaan antara tulisan fiksi dan non fiksi. Jika membuat cerita fiksi, biasanya kita bisa langsung mengeksekusi ide menjadi tulisan begitu saja. Tanpa diwajibkan mencari data yang akurat, mengumpulkan fakta yang valid, atau mengadakan riset yang terukur. Seperti yang harus kita lakukan saat hendak menulis non fiksi.

Secara singkat, padat, dan jelas, Pak Deejay menjelaskan ada 5 tips yang bisa kita coba terapkan untuk menghasilkan tulisan yang menggoda. Kita simak yuk satu per satu tipsnya.

  1. Selalu Mengedepankan 5W1H

5W1H (What, Where, When, Who,Why, How) atau ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana) merupakan rumus dasar membuat tulisan yang terarah. Dengan rumus ini, kita punya acuan yang jelas informasi apa saja yang harus dikumpulkan sebelum menulis dan dari mana dulu kita harus mulai menulis.

Urutannya tidak harus saklek seperti susunan di atas. Boleh diacak, tergantung poin mana yang ingin kita garis bawahi. Yang terpenting semua unsur itu terpenuhi ada dalam tulisan kita.

  1. Gunakan Data yang Akurat

Agar tulisan kita tidak dianggap hoax, semua informasi yang diunggah di tulisan kita, wajib menyertakan data yang bisa dipertanggungjawaban, jelas siapa nara sumbernya, ada foto pendukung,dan ,mencantumkan dengan lengkap sumber referensi tulisan kita.

  1. Tentukan Target Pembaca yang Jelas

Menentukan siapa pembaca yang kita sasar, akan membuat kita menulis tepat sasaran. Karena beda usia pembaca, pasti memerlukan pendekatan tulisan yang berbeda pula. Meskipun tema yang diusung sama.

Misalnya saat kita hendak membuat tulisan tentang asyiknya membaca. Jika untuk anak, kita bisa membuat chicklit dengan mengambil fokus pada tips membaca tingkat dasar. Untuk remaja bentuknya bisa berupa teenlit dengan menyajikan tulisan tentang kampanye gemar membaca misalnya. Sementara untuk dewasa, kita bisa memberikan informasi tentang cara membaca cepat.

  1. Buat Bagian Naskah Selengkap Mungkin

Sekedar mengingatkan saja bagian naskah yang wajib ada itu di antaranya judul, teman, kata pengantar, ucapan terima kasih, isi, penutup, daftar pustaka, dan biodata penulis.

  1. Lakukan Editing dengan Cermat

Ada ungkapan menarik yang Pak Deejay sampaikan, “Menulis sambil mengedit itu haram.” Kenapa? Karena kalau kita melakukan hal tersebut, dijamin deh tulisannya akan lama selesai.

Sebaiknya saat ide dan data pendukung sudah ada, kita langsung saja menulis. Targetkan berapa banyak yang harus kita menulis dalam tenggat waktu tertentu. Misalnya kita fokus selesaikan 1 bab dulu.

Ada tips unik lagi yang Pak Deejay bagi. Setiap selesai 1 sub bab, kita blok hitam tulisan itu supaya kita tidak tergoda untuk membaca ulang dan mengedit.
Setelah selesai 1 bab, baru kita buka blok hitam itu. Lalu mulailah mengecek typo/salah ketik, dan tanda baca.

Belajarlah jadi editor untuk tulisan kita sendiri sebelum kita mempublikasikannya. Karena kerapihan tulisan juga bagian dari identitas penulis. Selain tentu saja membuat nyaman saat pembaca menikmati tulisan kita yang bebas dari keliru ketik atau salah
penempatan tanda baca.

Sebagus dan selengkap apapun teori menulis, jika tidak dipraktekkan maka tidak akan banyak bermanfaat.

Sambil terus membaca dan mengumpulkan ilmu, teruslah juga memaksa diri untuk berlatih menulis. Karena semakin banyak mencoba, semakin kita berpengalaman. Practice makes perfect, isn’t it?

Jika masih belum puas dengan pemaparan tentang teknik Fritting ini, sebaiknya langsung simak saja dari sumbernya langsung ya. Cek di channel Nubar Pro yang ok punya ini. Selamat bersenang-senang menimba ilmu bersama suhu hebat, Pak Deejay Supriyanto.

Fritting Tips

Rabu, 16 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan