Sumber: sains.kompas

Saat Rasa Bicara oleh Nopiranti

Saat Rasa Bicara

(Nopiranti)

Ketika saya mengikuti event Nubar Rumedia dengan tema Cerita Si Gadis, saya mendapat wawasan baru. Setelah naskah saya kirim ke Pj/Penanggung jawab buku yaitu Mbak Dewi Adikara, saya mendapat masukan dari beliau. Sebetulnya itu masukan yang disampaikan oleh Manajer Area Nubar wilayah Sumatera, Mbak Emmy Herlina, yang disampaikan lewat Pj.

Kata Mbak Dewi, naskah saya sudah bagus. Namun, ada catatan khusus yang sangat perlu untuk saya perhatikan sebagai bekal untuk menulis lebih baik ke depannya.
Mbak Dewi menyampaikan kalau cerpen yang saya tulis itu lebih banyak Telling , belum Showing .

Sesaat saya bingung. Jujur, saya baru pertama kali itu mendengar dua istilah itu dalam konteks teknis menulis. Mbak Dewi lalu menjawab bahwa tulisan saya lebih banyak menyajikan kalimat yang kesannya datar, sekadar memberitahu/ Telling . Mbak Dewi bilang supaya penggambaran benda, orang, atau suasana itu terasa hidup seolah pembaca sendiri yang sedang mengalami hal tersebut, sebaiknya saya mencoba teknik Showing /menunjukkan detail yang lebih mneghadirkan rasa.

Ada beberapa contoh kalimat yang Mbak Dewi berikan waktu itu. Namun, saya sudah lupa lagi. Maaf ya Mbak. Saya juga langsung mencari tambahan informasi lewat google. Semakin banyak saya dapat ilmu, semakin saya merasa bahwa tulisan saya selama ini kok ya benar kata Mbak Dewi, datar adanya. Kurang greget. Kurang menyentuh rasa dan menguras emosi.

Dari situlah saya mulai banyak berlatih untuk menerapkan teknik Showing bukan sekedar Telling dalam setiap tulisan saya terutama yang bergenre fiksi. Meskipun belum terlalu bagus hasilnya, tapi saya akan terus bersemangat berlatih.

Kalau teman-teman masih belum memahami teknik showing ini, ada baiknya menyimak tayangan Nubar Pro di tautan berikut. Dalam program Menulis Bareng Dejay (Menulis Semudah Update Status) yang membahas materi fiksi dengan judul “Mengenal Show Don’t Tell_ .

Intinya Pak Deejay menjelaskan bahwa _showing_itu artinya memaparkan narasi lebih asyik dengan menghadirkan penghayatan dan ekspresi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk belajar menuangkan ide secara showing, diantaranya:

  1. Gambarkan objek secara terperinci

Lebih mudah jika menggunakan majas. Bisa pertentangan, perbandingan, atau perumpamaan.

Contoh: menggambarkan sebuah gedung bertingkat.

Telling : Kemarin aku ke Jakarta. Aku melihat banyak gedung tinggi.

Showing : Ini pertama kali aku menginjakkan kaki di Ibu kota Jakarta. Terbengong-bengong aku melihat barisan gedung-gedung tinggi pencakar langit. Menjulang dengan gagah, seolah hendak menyentuh cakrawala yang indah biru membentang.

  1. Rangsang semua panca indera

Maksudnya rangsang imajinasi kita sampai kita mampu menghadirkan ruh seolah benda atau sesuatu itu benar-benar hidup.

Contoh:
Telling : Bunyi gitar terdengar indah.

Showing : Petikan dawai mengalunkan suara syahdu. Laksana kicauan burung berkicau di pagi hari. Menenangkan hati. Membangkitkan semangat.

  1. Dorong emosi pembaca melalui penggambaran kita

Gunakan kalimat yang bisa membuat emosi pembaca terpancing. Saat kita menggambarkan rasa marah, sedih, rindu, takut, cinta, atau kecewa, pastikan bahwa pembaca juga terpancing atau ikut merasakan emosi tersebut.

  1. Gunakan dialog yang ekspesif untuk menunjukkan emosi dan sifat tokoh.

Pak Deejay menjelaskan jika kita masih kesulitan membuat dialog showing yang nantinya dikhawatirkan justru jadi lewah dan tidak bisa menyentuh emosi pembaca, sebaiknya kita tetap menggunakan teknik telling saja.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah penggunaan tanda baca. Mainkan tanda baca dengan apik sehingga dialog sederhana ala telling pun bisa tetap menghadirkan rasa untuk pembaca. Misalnya penggunaan tanda seru dan huruf kapital untuk menggambarkan kemarahan.

  1. Hindari pengulangan keterangan

Jika ada satu benda atau situasi yang harus dijelaskan di dua paragrap yang berbeda, sebaiknya cari fokus yang berbeda untuk digambarkan. Misal jika di paragral 1 gedung di gambarkan dari segi bentuk bangunan. Maka di paragrap lain coba menjelaskan tentang taman yang ada di sana.

Bagaimana, sudah mulai ada bayangan tentang showing don’t tell ini ? Kalau masih remang-remang, ayolah dengarkan langsung saja penjelasan Pak Deejay di channel Nubar Pro ya. Semoga lebih terinspirasi ya.

Materi Fiksi dari Channel Nubarpro

Senin, 14 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan