Kupu-Kupu

PSBB MEMBAWA PERUBAHAN DAN BERKAH oleh Putri Zaza

PSBB MEMBAWA PERUBAHAN DAN BERKAH

Larangan beribadah di rumah ibadah membuat banyak umat beragama bersedih karena tidak dapat memaksimalkan ibadahnya terutama bagi umat muslim di bulan suci Ramadan. Di tahun sebelumnya, masjid dan musala selalu ramai dengan suara mengaji orang-orang yang beriktikaf.

Ketika azan isya dikumandangkan semua umat muslim berbondong untuk melakukan salat berjamaah. Walaupun, dari tahun ke tahun ramai di minggu pertama dan kedua, minggu selanjutnya saf sudah tinggal beberapa baris saja.

Berbeda dengan tahun tahun ini kegiatan salat berjamaah dilakukan di rumah saja bersama keluarga begitu juga dengan salat tarawih. Seorang kepala keluarga dituntut untuk bisa mengimami keluarganya.

Tak terkecuali ayahku. Cerita sedikit tentang ayahku, beliau ini sejak muda bisa dikatakan jauh dari agama. Teman-teman nongkrongnya kebanyakan pemuda-pemuda yang terkenal suka meminum minuman haram. Galih biasa orang Semarang bilang, kita biasa sebut preman.

Alhamdulillah, setelah menikahi anak seorang tokoh agama di desanya beliau kembali ke jalan yang benar, tentu saja, tak semudah membalikan telapak tangan. Mamaku tak lelah dan tak henti memberi arahan di tahun pertama mereka menikah.

Sampai tiba di tahun ini. Aku menyaksikan ayahku mengimami mama salat lima waktu dan luar biasanya ayahku bahkan hafal surat-surat pendek yang tidakku hafal. Bukan berarti sebelum SPBB dibelakukan ayahku tak salat beliau biasa salat berjamaah di musala.

Preman insaf itu julukan yang diberikan teman-temannya. Setiap kali pulang ke Semarang teman-temannya selalu berdecak, “wih, saiki dadi wong alim, anak bojone nganggo jilbab.”

Ayahku hanya senyum saja tak menggubris.

Perubahan bukan hanya dialami ayahku tapi juga adik-adikku. Di rumah saja membuat mereka makin rajin mengaji dan bertekat menghatamkan alquran di Ramadan ini. Alhamdulillah. Jadi, anjuran Pemerintah mengenai ibadah di rumah saja tak terlalu buruk untuk keluargaku. Bahkan, rumahku semakin menjadi surga dan ladang pahala.

Nb: “Wih, sekarang jadi orang saleh, anak istri pakai jilbab.”

Cibitung, 14 Mei 2020
Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan