Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak (Resensi Mitomania karya Ari Keling)

Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak
(Resensi Mitomania karya Ari Keling)
Oleh: Emmy Herlina

Judul: Mitomania
Penulis: Ari Keling
Penerbit: Indiva Media Kreasi
ISBN: 978-623-253-028-7
Jumlah halaman: 256
Harga: Rp. 65.000,-

Blurb:
Kefiandira mendapat perundungan secara fisik, verbal, dan nonverbal dari Amanda, Lisa, dan Morgan. Dia melaporkan kekerasan yang dialaminya itu pada Pak Beni –kepala sekolah- dan Pak Joni –Guru BK. Dia berusaha membuktikan kejahatan mereka dengan cerita yang dia tuturkan, dan dengan didukung bukti-bukti yang ada. Namun, cerita dari sudut pandangnya itu dibantah oleh Amanda, Morgan, dan Lisa, bahwa semua penuturannya itu adalah kebohongan. Setiap bagian cerita dari sudut pandang Kefi bisa dibantah dengan cerita dari sudut pandang Amanda, Morgan, dan Lisa.

Pak Beni dan Pak Joni berusaha mencari tahu siapa yang benar karena setiap kejadian ada dua cerita yang berbeda. Mereka yang terus menganalisis semakin terkejut ketika mendapat dugaan penyakit kejiwaan kebohongan patologis yang ekstrem dari salah satu murid mereka. Pertanyaan yang muncul, siapa yang mengidap penyakit kejiwaan itu? Sementara keduanya tidak tahu ada hal lain yang lebih mengerikan di balik kejadian yang mereka analisis tersebut. Apa itu?

***

Cerdas! Itu hal pertama yang terbersit di benakku ketika membaca novel ini. Baru memulai buka dari Bab I sudah tak bisa berhenti dan ingin menyelesaikan. Habisnya aku penasaran! Ingin tahu, siapa yang berbohong di antara mereka sebenarnya.

Cerita yang diungkapkan dari berbagai sudut pandang ini menjadikan kita, pembaca, ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokohnya. Makanya terasa real. Sehingga akupun ikut merasakan kepedulian dan merasa kejujuran dari tokoh-tokohnya. Jadi, semakin bingung menentukan, siapa yang tidak jujur. Lebih tepatnya, aku yang merasa tidak rela jika salah satu tokoh di sana berkata tidak jujur. Karena kepedulian yang ditimbulkan tersebut.

Pembaca digiring untuk menyaksikan apa yang terjadi. Alurnya runut dan tidak membosankan. Ada sebab ada akibat. Ada alasan dari semua perilaku. Di tengah cerita, sedikit demi sedikit diungkap kenyataan masa lalu tokohnya. Terbersit sebuah pikiran, ternyata begitu besar peranan orang tua masing-masing.

Mitomania, adalah penyakit psikologis yang menjadikan penderitanya mampu berbohong karena merasa apa yang dikatakannya adalah kenyataannya. Kebohongannya tidak bisa begitu saja terdeteksi. Kayak semacam halu gitu, kalau dipikir-pikir. Penyebab seseorang menderita mitomania tidak terlepas dari pengalamannya di masa lalu. Bisa jadi, karena dia hendak terlepas dari kenyataan yang sedang dihadapi.

Mitomania karya Ari Keling

Kasihan. Setelah aku mengetahui apa alasan si tokoh mengidap penyakit mitomania itu, jadi ingin introspeksi diri selaku orang tua. Apakah selama ini aku sudah cukup baik kepada anak-anakku. Anak-anak sangat membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Bukan sekadar limpahan harta. Bukan sekadar disekolahkan, diberi makan, kemudian selesai.

Begitulah …. Akhirnya, novel yang kutamatkan dalam kurun waktu kurang dari dua hari (karena sempat tersita pekerjaan) ini tidak hanya kuanjurkan bagi pembaca usia remaja, tetapi juga bagi seluruh orang tua. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi dan bisa berada utuh bagi anak-anak kita.

Kelemahan novel Mitomania ini apa? Endingnya gantung! Ha-ha-ha. Kebetulan aku tak suka digantung. Rasanya ingin sekali mengetahui perkembangan selanjutnya si tokoh. Bagaimana sikap orang tuanya di kemudian hari? Apakah orang tuanya akan menyadari kesalahan mereka? Apakah mereka bisa berubah menjadi lebih baik? Serta, berhasil atau tidak konselingnya?

Inilah dampak telah menggeret emosi pembaca ikut larut merasakan si tokoh sehingga menjadi peduli pada kehidupannya.

***

Nama: Emmy Herlina
Akun Sosial Media:
FB: Emmy Herlina
IG: @emmy.herlina
Twitter: @binisasat
No. HP: 085273642724

0Shares

Tinggalkan Balasan