woman wearing grey long sleeved top photography

Pencemaran Udara (Part 3 Lingkungan Memengaruhi Kesehatan) oleh Emmy Herlina

Tak hanya, tanah, air, udara merupakan elemen tak kalah penting yang harus kita perhatikan. Udara merupakan hal terpenting bagi makhluk hidup pada umumnya. Untuk kelangsungan hidup, orang perlu bernapas setiap saat. Udara pernapasan mengandung oksigen yang penting pada reaksi oksidasi zat makanan di dalam tubuh. Reaksi tersebut menghasilkan energi untuk mempertahankan panas tubuh, dan melanggsungkan proses metabolik. Udara bersih dapat meningkatkan kesehatan, vitalitas, daya tahan tubuh, dan dapat memperpanjang harapan hidup seseorang. Sebaliknya udara yang tercemar dapat menimbulkan gangguan kesehatan sampai dengan kematian dalam waktu yang singkat.

Polusi udara adalah pencemaran yang terjadi di udara, biasanya polutan berbentuk gas atau zat partikel. Contoh: karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan lainnya.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1407 tahun 2002 tentang Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, yang dimaksud dengan pencemaran udara ialah penurunan mutu udara sampai pada tingkat tertentu sehingga menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsi akibat masuknya atau dimasikkannya zat, energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia.

Definisi pencemaran udara juga dipaparkan oleh Chambers, yakni polusi udara adalah bertambahnya substrat atau bahan kimia atau fisik ke dalam lingkungan udara dalam jumlah tertent, sehingga dapat dirasakan oleh manusia atau diukur dan dihitung serta memberi dampak bagi makhluk hidup.

Menurut Parker, pencemaran udara merupakan perubahan atmosfer yang disebabkan masuknya bahan kontaminan alami maupun buatan ke dalam atmosfer. Sedangkan menurut Corman, polusi udara ialah kondisi adanya kontaminan di atmosfer akibat perbuatan manusia.

Di Indonesia, pencemaran udara lebih dari 70% berasal dari emisi kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor akan menghasilkan gas pembuangan yang kemudian terkumpul di udara. Pencemaran udara yang satu ini jika terjadi dalam skala besar, akan menyebabkan gangguan lingkungan dan membawa dampak yang cukup mengkhawatirkan. Di antaranya muncul zat-zat kimia berbahaya seperti timbal (Pb), oksida fotokimia (Ox), oksigen nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan masih banyak lagi.

Berikut ini beberapa zat polutan di udara yang akan dijelaskan juga beserta bahayanya.

1. Karbon Monoksida (CO)

Salah satu zat yang berbahaya di udara adalah CO atau karbon monoksida. Zat ini banyak ditemukan di perkotaan karena terbentuk dari proses pembakaran atau transportasi yang menggunakan bahan bakar solar. Gas ini juga terjadi dalam pembakaran dengan mesin diesel. Karbon monoksida dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan penurunan fungsi otak, hingga kematian.

2. Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida adalah salah satu zat yang dikenal secara luas sebagai zat sisa. Zat ini jika terbentuk dalam jumlah yang besar akan naik dan menyebabkan polusi. Efeknya adalaha dapat menciptakan efek rumah kaca. Hal ini dikarenakan zat karbon dioksida akan bercampur dengan debu, jasad renik, dan titik air.

3. Nitrogen Oksida (NOx)

Nitrogen oksida merupakan sebuah senyawa gas yang ada di atmosfer bumi (NO2 dan NO). baik NO2 atau NO, keduanya berbahaya untuk makhluk hidup. Gas NO merupakan salah satu polutan yang sulit diamati secara visual, karena tidak memiliki warna, rasa, dan bahkan bau. Sementara itu, NO2 juga mudah diamati, karena memiliki bau menyengat dan memiliki warna kecokelatan atau kemerahan.

Polutan NOx ini timbul dari kegiatan pembangkit listrik, pembuangan mobil, pembakaran, pengelasan, dan semisalnya. Senyawa ini akan menguap dan membentuk kabut asap. Jika berpadu dengan sulfur oksida, akan berpotensi menyebabkan hujan asam. NO2 beracun, dan sifat racunnta 4 kali lebih kuat daripada efek racun dari NO. NO2 dapat merusak paru-paru, dan juga mengakibatkan kematian.

4. Amonia (NH3)

Salah satu polutan yang ada di udara adalah amonia. Amonia merupakan senyawa yang berbentuk gas dengan aroma yang sangat menyengat. Amonia mudah mencair, dan sumbernya adalah refuksi gas nitrogen dari proses difusi udara, maupun limbah industri.

Amonia dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. Efek racunnya bisa menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan, kulit, menyebabkan sesak napas, radang tenggorokan, asma, tekanan darah tinggi, hingga kebutaan.

5. Merkuri (Hg)

Merkuri merupakan salah satu zat berbahaya yang bisa muncul dalam bentuk apapun. Merkuri bisa terdai dari proses pembangkit listrik dan lainnya. Merkuri beracun dan bisa berada di tanah ataupun air. Jiak merkuri berbentuk gas, maka akan lebih berbahaya lagi. Hal ini dikarenakan efek racun yang dapat menyebabkan masalah perkembangan, masalah ginjal, tiroid, reproduktif, hingga neuropsikologis.

Dikutip dari Conserve Energy Future, berikut ini beberapa efek polusi udara antara lain:

  1. Masalah kesehatan manusia. Karena penting untuk pernapasan, maka pencemaran udara akan berdampak buruk bagi pernapasan, jantung, bahkan bisa menyebabkan kanker pada tubuh manusia.
  2. Pemanasan global. Meningkatnya suhu di seluruh dunia, meningkatkan permukaan laut dan menyebabkan pencairan es di daerah yang lebih dingin dan gunung es. Akibatnya terjadi perpindahan bahkan hilangnya habitat bagi sebagian spesies hewan. Spesies tanaman juga ikut terkena dampaknya.
  3. Hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan besar pada manusia, hewan dan tanaman.
  4. Eutrofikasi. Adalah kondisi di mana sejumlah besar nitrogen dalam beberapa polutan bahan kimia berkembang di permukaan laut.
  5. Efek negatif pada satwa liar. Sama seperti manusia, hewan juga akan terkena dampak butuk akibat polusi udara.
  6. Penipisan lapisan ozon. Ozon berfungsi melindungi manusia dari ultraviolet yang berbahaya. Lapisan ozon yang menipis berakibat tembusnya sinar UV yang akan menyebabkan masalah kulit dan mata.

Bagaimana usaha yang bisa kita lakukan untuk pencegahan pencemaran udara? Berikut beberapa solusi pencegahan atau penanggulangan yang biasa dilakukan untuk mengurangi polusi udara, khususnya di wilayah perkotaan yang padat.

  1. Mulai mengalihkan pola pikir untuk menggunakan transportasi umum daripada transportasi pribadi. Hal ini dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan kendaraan bermotor. Jika dilakukan di perkotaan yang padat, maka juga akan mengurangi efek macet di jalan raya. Karena kemacetan juga merupakan salah satu penyumbang polutan yang banyak di udara.
  2. Melakukan gaya hidup hemat energi untuk mengurangi kesempatan menyumbang polusi udara. Misalnya dengan mematikan lampu, kipas angin, dan AC ketika akan keluar ruangan. Cara sederhana semacam ini bisa mengurangi efek polusi udara, apalagi jika dilakukan secara massal. Karena tentu saja, penggunaan listrik yang boros akan menyebabkan penggunaan bahan bakar yang lebih boros juga.
  3. Memanfaatkan sampah organik dan anorganik dengan baik, misalnya dengan reuse, recycle, atau reduce. Hal ini akan bermanfaat untuk mengurangi potensi polusi udara dikarenakan berkurangnya sampah dan daur ulang plastik di pabrik, yang tentunya menyebabkan limbah.
  4. Menggunakan sumber energi terbarukan dan sumber energi ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan sumber energi alternatif cenderung lebih aman terhadap lingkungan dan kecil kemungkinannya untuk menciptakan polusi udara.
  5. Menggunakan teknologi hemat energi, untuk mengurangi penggunaan energi yang berdampak pada penurunan jumlah polusi udara.
  6. Melakukan reboisasi dan penghijauan di area perkotaan, seperti membangun ruang terbuka hijau dan hutan kota.

Bandar Lampung, 23 Juli 2020

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

Tinggalkan Balasan