Bola Api

Pencemaran Cahaya (Part 5 Lingkungan Memengaruhi Kesehatan)

Kita sudah pahami mengenai pengaruh pencemaran tanah, air dan udara bagi kesehatan manusia. Lalu tak lupa, pencemaran suara pun turut memberikan dampak besar. Inilah part terakhir dari pencemaran lingkungan, yaitu pencemaran cahaya.

Polusi cahaya adalah pencemaran akibat ulah manusia biasanya berupa cahaya dengan intensitas terlalu besar. Sering terjadi di wilayah perkotaan atau kawasan industri. Contoh: lampu-lampu kota, cahaya pada papan iklan dan lain-lain.

Menurut pusat observasi Bosscha, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan polusi cahaya, yaitu:

  1. Light Trespass. Cahaya yang bersumber dari lampu di luar rumah yang berlebihan dan mengenai rumah kita, sehingga menghalangi jarak pandang, dan menyebabkan sulit tidur serta kurangnya kualitas tidur.
  2. Clutter. Sumber cahaya buatan seperti papan reklame, lampu jalan, lampu taman, dan lainnya yang menyebabkan gangguan penglihatan.
  3. Glare atau silau yang disebabkan oleh pendaran cahaya akan membuat penglihatan tidak nyaman.
  4. Sky Glow atau cahaya langit perkotaan, yaitu cahaya yang membuat langit menjadi terang, terutama di kota-kota besar.

Dampak yang dirasakan manusia adalah perubahan siang dan malam akibat cahaya. Hal itu akan berpengaruh terhadap hormon, jam tubuh manusia, serta regenerasi sel tubuh dan otak.

Tidak sebatas berdampak pada manusia, ternyata pencemaran karena cahaya juga berdampak pada ekosistem lingkungan secara luas. Dampak ini dapat menyebabkan gangguan terhadap siklus alami tumbuhan dan hewan.

Misalnya, dampak polusi cahaya terhadap navigasi burung. Pada jenis burung tertentu yang melakukan migrasi atau perpindahan dari wilayah ke wilayah lain, mereka menggunakan navigasi berupa petunjuk magnet bumi, rasi bintang dan cahaya bulan.

Perjalanan migrasi itu biasanya sangat jauh, bahkan hingga antar benua. Akibat adanya polusi cahaya, maka burung-burung dapat tersesat akibat cahaya benda langit tidak terlihat.

Selain itu, pencemaran cahaya juga berdampak pada punahnya serangga. Serangga malam umumnya tertarik dan mendekati sumber cahaya di sekitar lampu. Akibatnya, serangga akan mengalami kelelahan, kebutaan dan mati terpanggang akibat panas lampu.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari polusi cahaya, misalnya program Earth Hour yang dilakukan setiap tahun sekali pada Sabtu terakhir di bulan Maret.

Kampanye Earth Hour adalah kegiatan mematikan lampu dan peralatan dengan sumber listrik yang tidak terpakai selama 1 jam. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi peningkatan pemanasan global.

Pada wilayah yang tidak mengalami polusi cahaya, seharusnya ketika malam hari maka cahaya bintang dan benda langit dapat terlihat. Namun saat ini kondisi tersebut jarang kita temukan. Sebab, terangnya cahaya lampu menutupi cahaya alami dari langit.

Kesimpulannya, untuk mencegah dan mengatasi polusi cahaya tidak harus meniadakan dan tidak menggunakan sumber cahaya. Hal tersebut justru akan menghambat aktivitas manusia baik di malam hari atau siang hari.

Oleh karena itu, upaya yang sebaiknya dilakukan adalah dengan melakukan “reduce light pollution“, yaitu dengan menghemat penggunaan energi, terutama di malam hari. Biasakanlah mematikan lampu ketika tidur di malam hari.

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

Tinggalkan Balasan