Air

Pencemaran Air (Part 2: Lingkungan Memengaruhi Kesehatan) oleh Emmy Herlina

Inget film Avatar, enggak? Tanar, air, udara. Ketiganya merupakan elemen penting dalam hidup makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Namun semua berubah ketika negara api menyerang. Hehe. No, aku bukan mau membahas itu. Tapi tulisan ini merupakan lanjutan dari tentang pencemaran, yang sebelumnya pernah kubahas. Kalau sebelumnya yang kutuangkan mengenai pencemaran tanah, kali ini, kita bahas pencemaran air, yuk.

Air tidak pernah murni kecuali dalam bentuk uap. Air selalu mengandung kotoran baik dari alam maupun yang berasal dari limbah.

Air sangat diperlukan karena dapat dipergunakan seperti:

  1. Sumber air bersih dari air permukaan (sungai, danau) dapat dipergunakan untuk sumber air minum
  2. Sumber air bersih dari air permukaan dapat dipergunakan sebagai habitat ikan atau fauna lainnya.
  3. Sumber air bersih dapat dieprgunakan untuk air irigasi
  4. Air permukaan dapat juga digunakan sebagai lokasi rekreasi dan transportasi air.

Kegunaan-kegunaan air di atas dapat dilakukan apabila kriteria fisika, kimia, dan biologi dapat diterima.

Sifat-sifat fisika air di antaranya adalah warna, kekeruhan, bau, rasa, suhu, dan padatan. Yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Warna
    Warna air disebabkan oleh mineral terlarut, bahan berwarna atau humic acid dari tumbuhan. Selain itu dekomposisi lignin juga dapat menghasilkan senyawa berwarna. Unit parameter warna adalah mg/L platinum.
  2. Kekeruhan
    Kekeruhan disebabkan adanya bahan tersuspensi yang menyebar dan menyerap cahaya di dalam air. Kekeruhan dapat dikorelasikan dengan suspended solids (padatan terlarut), tetapi hanya untuk air dari sumber yang sama. Kekeruhan diukur secara visual dengan membandingkan suatu larutan standar kekeruhan di dalam 1 liter botol dengan unit mg/L SiO2.
  3. Bau
    Air bersih atau air hasil distilasi tidak berbau. Banyak senyawa organic dan beberapa senyawa kimia anorganis, termasuk ganggang dan organisme lainnya adalah penyebab bau. Batas bau ditentukan dengan melarutkan sampel di dalam air bebas bau hingga dapat dirasa bau pada jumlah sampel tertentu. Hasil ini diberikan dalam unit rasio pengenceran. Bataw nilai bau yang paling kecil adalah 1.
  4. Rasa
    Rasa seperti juga bau disebabkan oleh mikroorganisme atau ganggang yang mati. Rasa juga disebabkan oleh tingginya konsentrasi garam. Tes rasa hanya dilakukan pada air minum, jarang dilakukan pada air yang bukan untuk pemanfaatan air minum.
  5. Suhu
    Suhu sangat penting dalam parameter air danau di dalam hal stabilitasnya. Karena densitas akan turun dengan naiknya suhu, maka air pada bagian lebih dalam lebih berat dan lebih ringan pada permukaan. Suhu juga sangat penting pada lingkungan sungai, apabila suhu meningkat maka kelarutan oksigen akan menuruh dan berpengaruh terhadap ikan yang berada pada sungai tersebut.
  6. Padatan
    Kandungan padatan dalam air merupakan parameter penting. Jumlah, ukuran, dan jenis padatan tergantung pada jenis air limbah.

Padatan dalam air dapat terbagi di dalam beberapa kelompok:

TS (total solids), padatan total: semua residu tertinggal setelah sampel air mengalami penguapan pada suhu 105 derajat Celcius.
SS (suspended solids), padatan tersuspensi
TDS = TS – SS (total dissolved solids), total padatan terlarut
TVS (total volatile solids), total padatan yang dapat menguap
VSS, (volatile suspended solids), padatan tersuspensi yang dapat menguap.

Polusi air adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan air ketika zat atau substansi berbahaya masuk ke dalamnya. Contoh polutan: limbah cair industri, pestisida, dan lainnya.

Menurut Encyclopaedia Britannica, polusi air adalah pelepasan zat ke dalam air tanah di bawah permukaan atau ke danau, aliran, sungai, muara dan lautan ke titik di mana zat mengganggu penggunaan air yang bermanfaat atau fungsi alami ekosistem.

Dikutip dari Natural Resources Defense Council, polusi air adalah ketika zat-zat berbahaya (bahan kimia atau mikroorganisme) mencemari aliran, sungai, danau, lautan atau badan air lainnya sehingga menurunkan kualitas air dan menjadi beracun bagi manusia dan lingkungan.

Cara terbaik untuk mencegah pencemaran air dalam skala besar adalah dengan mencoba dan mengurangi efek berbahaya.

Ada berbagai perubahan kecil yang bisa dilakukan manusia untuk melindungi diri dari kemungkinan kelangkaan pasokan air bersih di masa depan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah pencemaran air:

  1. Hemat air
    Pemborosan air adalah masalah utama di dunia dan manusia baru menyadari permasalahan ini. Perubahan kecil yang dilakukan manusia diyakini akan membuat perbedaan besar.
  2. Pengolahan limbah yang lebih baik
    Mengolah limbah sebelum membuangnya ke badan air membantu mengurangi polusi air dalam skala besar. Pertanian atau industri lain dapat menggunakan kembali air limbah ini dengan mengurangi kandungan racunnya.
  3. Penggunaan produk ramah lingkungan
    Penggunaan produk ramah lingkungan maksudnya dengan menggunakan produk mudah larut yang tidak terus menjadi polutan. Manusia dapat mengurangi jumlah polusi air yang disebabkan oleh rumah tangga dengan penggunaan produk ramah lingkungan.

Jadi, itu dia, sekelumit tentang pencemaran air. Semoga kita semua semakin peduli akan ketersediaan air bersih di lingkungan sebagai bagian yang berperan besar memengaruhi kesehatan kita. Dukung, aku share kembali tugas kuliah selanjutnya sebagai pengetahuan bagi bersama, ya.

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan