Peluncuran Buku Bertema Kemanusiaan “Aku Ada Untukmu”

Judul: Aku Ada Untukmu
Penulis: Emmy Herlina, dkk
Penerbit: Wonderland Publisher

Blurb:
Indonesia berduka. Belum juga usai pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia. Masih pula diwarnai berbagai musibah yang menimpa negeri ini. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, gempa di Mamuju, hingga banjir di Kalimantan Selatan, serta masih banyak lagi. Seakan tak cukup segala ujian yang pasti diberikan kepada semua manusia yang bernapas.
Sesungguhnya, setiap manusia adalah saudara. Maka, tuangkanlah empatimu dalam bentuk tulisan. Untuk itu buku ini terbit. Karena “Aku Ada Untukmu”.

Aku Ada Untukmu

Bukan suatu kebetulan, bahwa buku bertema kemanusiaan ini diluncurkan bertepatan momen bulan Ramadan. Yang mana, sebagian hasil keuntungan buku ini akan disumbangkan melalui Aksi Cepat Tanggap.

Masya Allah. Dengan ini, kami, kesepuluh penulis “Aku Ada Untukmu” menggelar acara Launching Buku, melalui zoom, pada hari Selasa, tanggal 27 April 2021, mulai pukul 16.00 s.d. selesai.
Disertai sharing dari guest star, Hermawan WS, seorang marketing dari ACT Lampung yang juga ikut mengisi kata pengantar di dalam buku ini. Ada voucher pembelian buku, untuk seluruh peserta zoom dan doorprize menarik.

***

Maka, inilah kami, akhirnya pada Selasa lalu, tanggal 27 April 2021, jadi juga mengadakan acara peluncuran buku ini. Waktu bertepatan dengan menunggu waktu berbuka, jadi anggap-anggap sekalian ngabuburit virtual. Aseekkk.

Acara ini dibawakan oleh Mc, Kang Zamzam, penulis “Aku Ada Untukmu” yang berdomisili di Pontianak. Meski awalnya, baru dua peserta (di luar penulis) yang hadir. Namun, kami sudah berkomitmen, berapapun yang hadir, the show must go on.

Setelah dibuka, Kang Zam membacakan urutan acara, sharing pertama dari saya, sebagai PJ antologi. Diawali perkenalan pribadi, lalu, saya bacakan konsep tentang buku ini. Ide pembuatan buku ini memang sebagai surat. Jadi, saya ingin para penulis tu mengibaratkan sedang menulis surat untuk saudara yang sedang diuji.  Supaya lebih menggambarkan rasa empati. Segala perasaan tertumpah untuk para saudara yang sedang diuji.

Sharing saya tutup dengan pemutaran video tentang buku ini. Video dikreasikan oleh Mbak Dewi Adikara, yang juga salah satu penulisnya.

Lanjut yang berikutnya, sharing dari Mas Hermawan. Nah, ini dia yang seru! Karena, Mas Hermawan selaku perwakilan dari ACT Lampung. Mas Hermawan menjelaskan tentang kegiatan yang diselenggarakan ACT, yang benar-benar programnya sangat luar biasa. Seperti yang kita tahu, ACT tidak hanya mengadakan program bantuan untuk Indonesia, tapi bahkan sampai ke luar negeri.

Setelah sharing Mas Hermawan, ternyata ada pertanyaan. Bu Sarmina, salah satu penulis berdomisili Semarang, menanyakan apakah ada keinginan Mas Hermawan untuk menuliskan kisahnya.
Ternyata, Mas Hermawan ini juga penulis, sudah ada beberapa antologi sebelumnya yang beliau hasilkan. Walaupun dengan banyaknya kesibukan, termasuk kegiatan di ACT, Mas Hermawan akhirnya semakin jarang menulis. Maka ketika saya menyampaikan, apakah beliau bersedia mengisi kata pengantar “Aku Ada Untukmu”, Alhamdulillah, beliau sangat bersedia. Dan, masya Allah, tulisan beliau begitu luar biasa.

Nah, setelah itu masih ada sharing selanjutnya, dari salah satu penulis juga, Mbak Asri SN, penulis yang berdomisili di Karawang. Mbak Asri ini menceritakan pengalamannya waktu terkena dampak banjir, di kawasannya. Meskipun sempat mengalami sendiri, Mbak Asri bercerita, sekaligus menjawab pertanyaan dari peserta, Mbak Merry (Sri Mariyani), bahwa anaknya justru menganggap seolah hiburan, berkumpul dengan teman-teman di pengungsian. Ah, memang jiwa anak-anak seharusnya tetap ceria.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB namun keseruan masih berlanjut. Dari hanya 2 orang peserta yang masuk, berlanjut peserta lainnya. Memang beberapa sempat menyampaikan pada saya, terkendala kesibukan mendadak, ada pula kendala di sinyal, dsb. Tidak apa-apa.

Saya juga senang, di antara beberapa peserta ada yang berani bertanya secara langsung, yaitu dari Kang Ajang. Beliau diundang oleh Kang Zam. Kang Ajang ini menanyakan bahwa beliau jadi terbersit untuk membukukan kisahnya, apakah belum terlambat? Saya sampaikan bahwa, tidak ada kata terlambat untuk mencoba. Kenapa? Karena saya saksikan sendiri, penulis terdiri dari beragam usia. Banyak yang sudah mulai menulis dari usia muda, misalnya masih sekolah, tapi ternyata banyak juga yang sudah berumah tangga. Kalau untuk penulis “Aku Ada Untukmu” sendiri, semua sudah berumah tangga. Saya mengenal teman-teman dari komunitas Nubar-Nulis Bareng.

Meskipun buku ini akhirnya tidak jadi antologi Nubar, namun saya alihkan ke penerbit berbeda dengan satu alasan. Tetapi saya sampaikan bahwa saya memang mengenal beberapa pemilik penerbitan indie yang bisa dimintai tolong menerbitkan buku kita. Pilihlah penerbit yang berkualitas. Dan sesuai bujet yang sudah disediakan. Hal itulah yang membuat saya melarikan ke penerbit “Aku Ada Untukmu”. Sebab, saya sendiri juga baru saja launching buku “Teruntuk Anak Lelakiku, Farris” di Rumedia. Jadi, anggaran saya bagi-bagi.

Terakhir, sharing tambahan dari Mbak Rere, beliau penulis yang berdomisili di Singapura. Jadi, memang bisa dikatakan, buku ini bukan saja lintas pulau di Indonesia, tapi bahkan sampai lintas negara.
Mbak Rere menceritakan tentang tulisannya pada buku yang berdasarkan dari kisah nyata. Ternyata ada sepupunya di Aceh yang terdampak musibah Tsunami.

Menyaksikan sharing dari teman-teman yang pernah menyaksikan bahkan mengalami langsung musibah, saya jadi bercermin. Ternyata, manusia tidak sendiri. Manusia tak luput dari ujian. Hikmah dari berbagai musibah, membangkitkan empati untuk saling berbagi. Berbagi walaupun kecil, yang penting tindakan nyatanya. Saya tahu, bahkan sampai detik ini, semakin bertambah musibah/bencana di Indonesia. Berita-berita telah menunjukkan.

Mungkin, hal yang kami lakukan hanya bisa berbagi sedikit keuntungan penjualan buku melalui pihak ACT, mungkin tak dapat menolong semua, namun, sedikit itu sudah sangat berarti. Bagi mereka yang membutuhkan.

Sama halnya statement terakhir dari saya, “menulislah untuk kebaikan, kau tak tahu ke mana tulisanmu akan terbawa, kebaikannya akan sampai pada siapa.”
Yang penting, tugas penulis itu, menulis yang baik-baik.

Khusus penulis buku “Aku Ada Untukmu” ini terdiri dari penulis pilihan. Karena, begitu banyak di antaranya adalah peraih naskah terbaik di Nubar. Antara lain, Mbak Rere, Mbak Dewi, Mbak Asri dan Mbak Ribka, sudah pernah mendapatkan piala dari Nubar. Nah, untuk naskah terbaik di “Aku Ada Untukmu”, saya memilih Mbak Rere. Selamat yaaa, Mbak Rere!

Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih pada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya hadir di acara launching “Aku Ada Untukmu”. Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman semuanya.

Ada voucher 5000 untuk semua peserta Zoom. Karena buku ini selama harga PO adalah Rp. 50.000, dari aslinya Rp. 60.000. Tetapi untuk semua peserta Zoom cukup membayar Rp. 45.000 saja.
Namun, tak menghalangi jika tetap ingin membeli dengan harga Rp. 50.000, mengapa? Karena memang hasil keuntungan penjualan buku adalah untuk disumbangkan.

Selain itu, ada dua peserta yang mendapatkan doorprizes, yaitu Kang Ajang dan Mbak Merry. Masya Allah. Selamat, ya! Terimakasih sudah menjadi peserta yang aktif bertanya, berhak mendapatkan buku “Aku Ada Untukmu” free. Spesial Kang Ajang karena sudah menghidupkan video juga, jadi saya tambah bonus satu buku Nubar, ya.

Demikian, akhirnya acara ditutup pada pkl. 17.25 WIB. Tidak lupa kami adakan sesi foto bersama di akhir acara.

Foto Bersama Acara Launching “Aku Ada Untukmu”

Harapan saya, semoga ke depan aka nada acara launching selanjutnya. Terutama dari buku Nubar Area Sumatera. Semoga!

Nah, untuk yang ketinggalan acara, jangan khawatir. Bisa menyimak rekamannya di sini:

Salam literasi.

0Shares

Tinggalkan Balasan