Taaruf

PACARAN VS TAARUF oleh Putri Zaza

PACARAN VS TAARUF

Memang apa sih, bedanya? Tapi, trend zaman now kan, pacaran syari bukannya sama saja? Daripada makin keblinger, kita bahas dari pengertian menurut para ahli, yuk!

Menurut DeGenova & Rice (2005) pengertian pacaran adalah menjalankan suatu hubungan di mana dua orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain. Sedangkan, menurut Bowman (1978) pacaran adalah kegiatan bersenang-senang antara pria dan wanita yang belum menikah, di mana hal ini akan menjadi dasar utama yang dapat memberikan pengaruh timbal balik untuk selanjutnya sebelum pernikahan di Amerika.

Menurut Abdullah (2011) pengertian taaruf adalah suatu proses dan mengenal calon pasangan hidup dengan menggunakan bantuan dari seseoarang atau bisa juga dengan menggunakan lembaga yang bisa dipercaya sebagai mediator atau perantara dalam memilihkan pasangan sesuai dengan kriteria yang diinginkan seseorang yang merupakan suatu proses awal untuk menuju jenjang pernikahan. Menurut Widiarti (2010) definisi taaruf adalah proses bertemu laki-laki dan perempuan yang mempunyai tujuan untuk menikah dengan mengikutsertakan orang lain.

Nah, bisa ditarik kesimpulan bahwa keduanya adalah proses saling mengenal antara pria dan wanita namun, taaruf lebih hati-hati karena melibatkan pihak ketiga kalau pacaran tentu saja aktivitas yang dilakukan hanya berdua sedangkan menurut islam kalau kita berduaan dengan yang bukan mahram pasti yang ketiganya apa, hayo …?

Berikut dalil yang menjelaskan tentang pacaran.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

Kesimpulannya adalah bahwa sesuatu yang mendekati zina itu dilarang. Sedangkan, di dalam pacaran kegiatan seperti berpandangan, berpegangan tangan, berduaan dan kegiatan bersenang-senang seperti yang dikatakan oleh Bowman, Bukankah kegiatan yang mendekati zina?

Bagaimana dengan taaruf apakah ada dalil yang mendukung bahwa taaruf lebih baik dari pacaran? Tentu saja ada dong, kita sebagai umat muslimkan punya pedoman hidup yaitu alquran dan hadist, berikut dalil mengenai taaruf.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kami di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesuangguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat: 13).

Taaruf sendiri dapat diartikan saling mengenal Allah menciptakan kita dengan tujuan untuk saling mengenai satu sama lain tapi dengan cara terhormat.

Tapi, bukannya taaruf itu seperti beli kucing dalam karung bagaimana kita bisa mengenal orang yang akan kita nakahi dalam waktu singkat?

Taaruf seperti beli kucing dalam karung? Tentu saja salah. Bahkan taaruf lebih detail dan to the point. Walaupun, dalam jangka waktu yang sebentar tidak perlu ada acara saling rayu dan melempar perhatiankan, tujuannya untuk menikah.

Bahkan banyak yang sudah pacaran bertahun-tahun, tapi tak berujung kepelaminan malah si doi kepelaminan bareng orang lain hiks … hiks … berakhir menyesak, deh. Gimana, Guys, sudah paham perbedaannya?

Masih mau pacaran? Yang sudah jelas-jelas Allah larang. Yuk, belajar bagaimana cara taaruf yang benar. Kan, tujuan menikah itu untuk ibadah bukannya lebih baik kalau kita menuju ke sana dengan jalan yang diridai oleh Sang Maha Pemilik.

3 Mei 2020

Nulisbareng/putrizaza

Jumlah kata: 461

0Shares

Tinggalkan Balasan