Nubar RUMEDIA-my first Home oleh Ade Tauhid

Nubar Rumedia-my first home
By Ade Tauhid

Siang yang cerah, sekitar pukul duaan. Kang paket dateng.

“Paket!” katanya.

“Ya, untuk siapa, Pak?” tanyaku sambil buka gerbang.

“Untuk Pak Ade Tauhid,” jawab si kang paket.

What??? Pak Ade?” kataku dalam hati. Gue dipanggil Pak? Kagak lihat apa kalau aku ini emak-emak berdaster?

Hahai tapi sebenarnya aku enggak kaget lagi kok, sudah sering kok orang terkecoh dengan namaku yang maskulin ini.

ADE TAUHID, siapa sangka coba kalau nama itu nama seorang cewek? Cakep lagi. Ih!

Dari kang paket tadi, sampai pedagang online yang aku beli cash sampai yang COD alias bayar ditempat-kalau mereka tau aku nya cuma by phone atau wasap pasti nyangka aku ini cowok.

Pernah suatu ketika ada cewek chatting mesra sama aku, tadinya aku ladenin. Kayak jeruk makan jeruk gitu. Ha-ha-ha.

Tapi setelah dia tau aku bohong, aku langsung diblokir. Hadeh!

Eh, aku sebenernya enggak bohong kok. Kagak nipu aku tu!
Iya, gimana mau nipu? Wong aku enggak nipu aja semua sudah pada ketipu!

Salah sendiri enggak mau nanyak! Klarifikasi dong.
Ih, ngapain juga aku klarifikasi, lihat aja gue khan sudah pakek daster, kadang pakek baju pink, pakek rok renda-renda. Halah!

Terus terang aku tuh seneng dan bangga banget dengan nama maskulinku itu.

Saking bangganya aku enggak mau mengganti namaku biar lebih feminin gitu buat semua buku yang aku punya ketika aku memutuskan gabung dengan rumah media, ini rumah pertamaku di komunitas menulis Nubar-Nulis Bareng, Penerbit Rumedia.

Lebih kerenan asli. Iya, enggak?

Sejak bergabung dengan Rumedia tahun 2017 lalu, dan menghasilkan banyak tulisan yang kadang keren, kadang enggak.

Aku jadi banyak teman lo di komunitas kepenulisan ini. Baik itu anak-anak muda, tante-tante, ibu-ibu muda, ibu-ibu setengah muda, setengah tua … ha hai!

Dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, malah ada yang dari luar negeri juga. Pokoknya banyak.

Berteman dengan mereka semua hidup aku jadi lebih berwarna seperti pelangi yang timbul di saat hujan panas. Ciee!

Aku yang tadinya enggak pede jadi lebih pede, tadi aku oon sekarang lumayan gak oon lagi, tadinya tulisan aku seperti cakar ayam, sekarang sudah mending kayak cakar bebek! Ha-ha-ha.

Tapi benar, sahabat sahabat literasiku semua pada keren, pintar dan berilmu tinggi. Aku banyak belajar dari mereka semua.

So, seru khan ceritaku teman? Yuk buat temen yang sukanya menulis seperti aku ikut gabung di komunitasku yuk.

Percaya deh, kalau tulisanmu nanti terbit dan jadi buku. Satuuu saja, pasti kamu akan bahagia, keluargamu dan orang orang terdekat kamu juga pasti bangga sama kamu.

Apalagi kalau sudah menerbitkan tulisan berkali kali, lalu jadi penulis terbaik, lalu dapet piala. Wahhh …. Dijamin setelahnya cita-citamu akan melambung lebih tinggi lagi. Percaya, deh!

Bandar Lampung, Sabtu 21 Nov 2020

Nulisbareng/AdeTauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan