Musim Semi Itu Bukan Musim Duren oleh Ade Tauhid

Musim semi itu bukan musim duren

By Ade Tauhid

Sore ini terlihat cerah, angin berhembus sepoi sepoi membuat Maktri rela berlama lama menyiram dan memandang bunga bunganya di taman.

Beberapa bunga mawar sedang berbunga, satu bunga wijayakusuma merah mulai menampakkan kuncupnya.

Biasanya seminggu dari sekarang Wijayakusuma ini akan bermekaran.

Maktri menatap langit biru, sekarang lagi musim hujan. Biasanya kalau musim hujan, di Australia akan musim semi, begitu kata kakak Maktri yang tinggal di sana.

Musim semi itu adalah peralihan dari musim dingin ke musim panas. Pada saat musim semi, udaranya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, hampir samalah seperti di Indonesia, cuacanya bisa sampai 29°c.

“Ke Ausi yuk, Pi. Lagi musim semi lo, di sana,” ajak Maktri.

“Jangan sekarang, Mi, enakan ke Australia tuh, kalau pas musim dingin – pas kalau ada salju gitu,” kata Paksu.

“Memang Papi enggak takut encok?” tanya Maktri.

“Enggak lah! Lagian ya Mi, kalau kita ke luar negeri pada saat musim semi yang mirip-mirip musim panas di sini, iya enggak ada sensasinya, dong. Sama aja rasanya kayak kalau kita keluar kota. Kalau pas musim salju khan, berasa gitu luar negerinya,” kata Paksu.

“Tapi masih lama kalau tunggu musim dingin itu mah, Pi. Kata kakak mami musim dingin di sana terjadi di bulan Juli Agustus gitu,” kata Maktri.

“Ah, masa, sih?” tanya Paksu.
“Iya.”

“Sekarang sih musim mana bisa diprediksi Mi. Dulu aja waktu jaman esde, katanya di Indonesia cuma ada dua musim. Musim hujan dan musim kemarau. Kalau musim hujan biasanya terjadi pada bulan yang berakhiran ber, seperti bulan September, Oktober, November dan Desember. Selebihnya musim kemarau. Sekarang mana bisa begitu. musim di Indonesia sudah enggak bisa diprediksi lagi, Mi. Inget enggak bulan Januari kemarin musim hujan, sekarang November panas padahal November khan, akhirannya ber,” kata Paksu panjang lebar.

“Mungkin juga sekarang di Australia atau di belahan bumi yang lain yang dulunya cuma punya empat musim sekarang sudah nambah musimnya,” tambah Paksu mirip guru Geografi. Ha ha ha.

“Iya juga ya, Pi. Dulu Indonesia juga katanya cuma punya dua musim. Sekarang musim di Indonesia bertambah, ada musim banjir sekarang,” kata Maktri.

“Musim duren juga,” lanjut Paksu.

“Musim mangga.”

“Musim jengkol.”

“Musim begal.”

“Musim copet.”

“Musim kawin.”

“Nah itu, makan-makan gratis dong.”

“Iya.”

“Banyak khan Mi musim di Indonesia sekarang,” kata Paksu.

“Bener Pi. Jangan jangan di Australi juga sekarang musimnya sudah nambah banyak. Jangan-jangan sekarang bukan sedang musim semi lagi. Jangan jangan sekarang di Australi lagi musim gugur ya Pi. Karena banyak pahlawan yang gugur di sana,” kata Maktri sotoy.

“Daun Mi, yang gugur bukan pahlawan,” kata Paksu ngeralat.

“Hihihi. Iya …”

Bandar Lampung, Jumat 20 Nov 2020

Nulisbareng/AdeTauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan