Mosi kelinci putih yang baik Hati oleh Ade Tauhid

Mosi kelinci putih yang baik hati

By Ade Tauhid

Mosi adalah seekor anak kelinci yang baik, dia sangat rajin membantu ibunya mencari makanan dihutan untuk dimakan sehari hari dan juga menyimpannya untuk persiapan bila musim dingin tiba.

Sang ibu sangat menyayangi Mosi, karena sejak ayahnya meninggal dibunuh oleh pemburu. Mosi dan ibunya hanya tinggal berdua.

Ibu Mosi selalu mengajarkan hal baik pada Mosi.

“Kita tidak boleh jahat dan berbuat buruk pada yang lain,” kata ibu Mosi ketika Mosi mengadu ada teman sekolahnya mengejek.

“Balaslah keburukan dengan kebaikan, tidak perlu sedih nanti juga dia lelah sendiri,” kata ibunya sambil menyuruh Mosi tidur.

Lalu Mosi dan ibunya tidur berpelukan sampai pagi.

Keesokan harinya seperti biasa ibu Mosi dan Mosi berjalan lagi ke hutan. Mereka ingin mencari makanan lagi untuk disimpan. Karena musim dingin akan segera tiba.

Ibu Mosi memang selalu mengajarkan Mosi untuk bekerja keras, karena nanti bila tiba musim dingin mereka tak perlu kehutan lagi dan tak khawatir kekurangan makanan.

“Ha ha ha.” Tiba tiba ada yang tertawa di balik semak.

“Itu Bu si Poki yang mengejekku kemarin,” bisik Mosi pada ibunya.

“Buat apa kalian susah payah keluar mencari makanan tiap hari ke hutan heh?” tanya ibu si Poki mengejek.

Mosi dan ibunya diam saja tak menghiraukan.

“Hati hati nanti kalian diterkam harimau. Ha ha ha,” kata mereka lagi lagi mengejek.

Mosi dan ibunya tak perduli dan pergi meninggalkan dua ekor kelinci yang jahat itu.

Sesampainya di rumah kembali, Mosi dan ibunya merapikan semua tempat makan, agar nanti mudah untuk menggunakannya.

Mosi dan ibunya juga sudah merapikan setiap ruangan terutama ruang tempat tidur. Agar saat musim dingin tiba mereka dapat tidur nyenyak dan nyaman.

Tibalah kini musim dingin.
Mosi dan ibunya asik bercengkrama sambil memandang salju di balik jendela.
Mosi sangat gembira, dia sangat bersyukur mempunyai seorang ibu yang baik seperti ibunya. Yang selalu menyayangi dan mengajarkan kebaikan kebaikan.

Mosi memeluk ibunya,
“Aku sayang Ibu,” katanya.

Ibunya tersenyum sambil mengusap kepala Mosi dengan sayang.

Tok tok tok
Tiba tiba suara pintu diketuk.
Mosi memeluk ibunya, takut.

“Tenanglah,” kata ibunya.
“Siapa?”

“Kami, Bu …,” kata sebuah suara.

“Itu suara ibunya Poki, Bu.” Kata Mosi.

Ibu Mosi membuka pintu.
“Selamat malam, Bu ..brrrr, maafkan kami …,” kata Bu Poki sambil menunduk.

“Masuklah ibu Poki dan Poki,” kata ibu Mosi mempersilahkan.

“Maaf, Bu, kami minta maaf kami hanya ingin belas kasih Ibu tolong beri kami sedikit makanan, Karena persediaan makanan kami habis,” kata Bu Poki memelas.

Ibu Mosi tersenyum. “Sebentar ya, sepertinya kalian kedinginan ya? Sebentar ya. Mosi, tolong ambilkan handuk kering di dalam ya,” perintah ibu Mosi kepada Mosi.

Ibu Poki dan Poki mengangguk angguk. Lalu ibu Mosi masuk kedalam.
Di dalam ia bertemu dengan Mosi.
“Ibu kenapa menolong mereka, bukankah mereka sudah jahat sama kita?” tanya Mosi cemberut.

“Mosi Sayang, Ibu Khan sudah bilang balaslah kejahatan dengan kebaikan. Dan bantulah siapapun yang membutuhkan bantuanmu. Maka Tuhan akan menyayangimu,” kata ibu Mosi lembut.

“Hayo berikan handuk itu pada temanmu. Ibu mau menyiapkan teh, kasian mereka kedinginan,” kata ibu Mosi lagi.

“Baik Bu,” kata Mosi.

Lalu Mosipun memberikan handuknya kepada Poki dan ibunya.

“Maaf lama, ayo diminum tehnya agar tubuh kalian hangat,” kata ibu Mosi sambil tersenyum.

“Maafkan kami Bu. Ibu sangat baik sedangkan perlakuan kami sangat buruk pada kalian,” kata ibu Poki bergetar, airmatanya menetes.

“Sudahlah tak apa, kita Khan tetangga, kita ini saudara. Sudah seharusnya saling membantu,” kata ibu Mosi tersenyum.

“Iya, maafkan kami,” kata ibu Poki tertunduk malu.

“Ini ada sedikit makanan, sayur dan buah. Semoga cukup untuk beberapa hari ke depan ya,” kata ibu Mosi sambil menyorongkan dua buah keranjang yang lumayan besar.

“Terimakasih Bu, terimakasih. Kami jadi sangat malu. Maafkan kami ya,” kata ibu Poki dan Poki berbarengan dan mengambil keranjang itu.

“Kami permisi, sekali lagi terimakasih buat kebaikan ibu Mosi dan Mosi. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan kalian,” kata ibu Poki lagi sambil memeluk ibu Mosi.

Mosi menyalami Poki,
“Maafkan aku ya Mosi .”

Lalu ibu Poki dan Poki pun pulang.

Ibu Mosi memadang keduanya sampai hilang dari pandangan, kemudian menutup pintu dan menguncinya.

Ibu Mosi bahagia, dengan satu kejadian ini secara tidak langsung ibu Mosi sudah mengajarkan akhlak bertetangga kepada mosi. Semoga Mosi kelak menjadi anak yang baik. Aamiin

Bandar Lampung, Kamis 10 Des 2020
Ade Tauhid/Nubar Rumedia

0Shares

Tinggalkan Balasan