Menyelami Sudut Pandang Si Anak (Resensi Papa Idamanku karya Penulis Cilik Indonesia)

Menyelami Sudut Pandang Si Anak
(Resensi Papa Idamanku karya Penulis Cilik Indonesia)
Oleh: Emmy Herlina

Judul: Papa Idamanku
Penulis: Farah Hasanah, dkk.
Penerbit: Indiva Media Kreasi
ISBN: 978-602-495-286-0
Jumlah halaman: 144 hal
Harga: Rp. 39.000,-

Blurb:
Papa idamanku adalah papa yang lembut, berwibawa, punya waktu untuk keluarga, dan tegas saat memberi nasihat. Tapi nyatanya Papaku nggak begitu. Papaku adalah papa yang lebay dan suka menggombal. Ih, memangnya Papa itu sastrawan atau pujangga apa? Nggak banget. Aku selalu kesal pada sifat Papa. Kan malu kalau didengar teman-teman.

***

Hal terbersit setelah membaca buku ini adalah, ini yang benar penulisnya anak-anak semua? Karena cerita-ceritanya ditulis sangat baik dan masing-masing mempunyai unsur kejutan. Jadi teringat, sejak kecil sebenarnya aku sangat suka menulis, tapi dulu mana terpikir olehku memberi unsur kejutan di dalam cerita. Karena merasa karyaku membosankan dan tak cukup layak akhirnya aku sempat berhenti dan lanjut lagi setelah jadi orang tua.

Anyway, kita bahas dari cerita pertama yang sesuai dengan judul buku. Seorang anak 12 tahun yang mempunyai papa romantis abis. Saking romantisnya sampe Anesa jadi eneg. Ya, wajar juga sih, anak yang sedang beranjak usia remaja kadang-kadang mulai merasa malu akan sikap orang tuanya. Malu jika orang tuanya menunjukkan kasih sayang berlebihan, apalagi di depan teman-temannya. Ternyata, ada alasan kenapa papanya Anesa bersikap demikian. Alasan yang masuk akal dan akhirnya mampu diterima Anesa, malah semakin membuat Anesa bangga pada papanya. Ih,kok, bisa ya, ide tersebut muncul dari pikiran anak-anak? Keren sekali penulisnya!

Buku yang terdiri dari 11 cerita dari 11 penulis cilik berbeda-beda ini, keseluruhan ceritanya menarik. Tetapi, satu cerita yang paling kusuka adalah “Nasihat Rainbow Cake” karya Auliya Hayati H.

“Seperti rainbow cake yang berwarna-warni ini, setiap anak berbeda. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi kalian harus tetap semangat, ya! Mungkin kalian tidak secepat teman-teman dalam memahami Matematika, tapi kalian punya kelebihan di bidang yang lain,” nasihat Bu Olla.

Saya bersyukur sekali adanya cerita ini semakin memudahkan penjelasan ke anak saya, bahwa setiap manusia itu punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi, tidak perlu malu jika tidak menguasai satu bidang tertentu, karena pasti kita mempunyai kelebihan di bidang lain. Hal yang orang lain tidak bisa lakukan, bisa jadi justru kita ahli melakukannya.

Kelemahan buku ini? Ada beberapa cerita yang terasa datar. Namun, bagi saya, sudah cukup baik mengingat seluruh penulisnya adalah anak-anak. Keren!

***

Nama: Emmy Herlina
Akun Sosial Media:
FB: Emmy Herlina
IG: @emmy.herlina
Twitter: @binisasat
No. HP: 085273642724

0Shares

Tinggalkan Balasan