Sumber: sains.kompas

MENULISLAH maka kau akan DIKENANG oleh Ade Tauhid

MENULISLAH maka kau akan dikenang

By Ade Tauhid

Sebelum ini aku sudah banyak cerita tentang rumah komunitas literasi yang aku naungi sekarang.

Betapa banyak manfaat ketika aku bergabung disini.
Pengetahuan yang bertambah, teman yang bertambah. Aku amat bersyukur pada Tuhan.

Menulis bagiku bukan hanya sekedar hobi corat coret yang tak jelas, tapi sudah menjadi kebutuhan. Dan sejak bergabung di Nubar Rumedia ini , tau enggak cita citaku jadi melambung tinggi diatas awan!

Dulu aku cuma punya cita cita menghasilkan satu buku antologi saja sudah cukup.

Pertama bukuku terbit, lalu kulihat disitu tertera namaku sebagai penulisnya, aku bangga banget.

Saking bangganya aku langsung kasih tau semua keluargaku, kalau aku ini penulis. Hahai norak ya!

Tapi memang begitulah, setelah satu bukuku terbit, aku jadi pingin buat antologiku yang kedua. Lalu ketiga, keempat, dan seterusnya.

Enggak ada puasnya. Iya memang!
Iya manusiawi juga dong ya.

Apalagi semua teman teman satu komunitasku mana ada yang punya cuma satu antologi.

Itu karena apa?
Ini karena komunitas Nubar Rumedia ini komunitas hebat. Banyak komunitas Nubar lain, tapi yang paling the best ya Nubar Rumedia ini.

Baca ulasan aku yang kemarin tentang Nubar Rumedia ya, atau kamu bisa klik lagi disini yutubnya:

https://www.youtube.com/channel/UCnFVZAeu4LtjTEOgU9KuXFA

Sudah banyak peminat Nubar Rumedia ini, dari Sabang sampai Merauke bahkan dari negara tetangga. Pokoknya Nubar Rumedia ini jaminan mutu deh.

Nah setelah buku antologi aku terbit beberapa. Aku jadi lirik lirik pingin bikin buku solo nih.

Apa tuh buku solo? Buku solo itu adalah buku yang kita sendiri penulisnya. Bisa berupa cerpen, kumpulan puisi puisi karya kamu, biografi atau apapun. Dan penulisnya hanya kamu seorang enggak keroyokan seperti kamu nulis antologi.

Aku tertarik nulis buku solo, karena lihat mbak Emmy (MA sumatera, yang sekaligus sahabat baikku dinubar) yang sudah punya hampir sepuluh buku solo.

What sepuluh? Keder pemirsah?Jangan kaget begitu. Apa sih yang enggak bisa dilakukan seorang Emmy? Hahai!

Salah satu buku solo mbak Emmy yang menarik adalah bukunya yang berjudul

TERUNTUK PUTRIKU SOFIA.

Buku itu tentang 30 surat cinta yang ditulis mbak Emmy buat putrinya Sofia.

Mbak Emmy sebagai penulis, dia menceritakan secara detil tentang hadirnya buah hati yang sudah ditunggu lama, disaat dia hamil, saat perkembangan janinnya, saat kisah pilu yang ada menyertai saat dia hamil, tentang sang kakek pergi disaat sang cucu masih dalam kandungan.

Lalu saat kelahirannya, kesehatan sang bayi. Dan lain lain. Detil dan sangat mengharu biru.

Tapi dari semua cerita menarik yang diceritakan mbak Emmy sebagai penulis solo, aku jadi berpikir – ternyata membuat buku solo itu meski tidak mudah ya, tapi tidak juga sulit – tapi kita bisa kok membuatnya.

Memang menulis bisa jadi sulit bila kita bayangkan sulit, tapi bila tidak dia akan mengalir dengan sendirinya.

Sungguh lho teman teman, itu salah satu motivasi yang kudapat dari bergabung di Nubar Rumedia ini.

Selebihnya banyak motivasi motivasi lain yang bisa aku dapatkan dan juga kamu kamu dapat setelah bergabung disini.

Pernah dengar ini?

Jika Kamu Bukan Anak Seorang Raja, Bukan Juga Anak Seorang Ulama Besar Maka: Menulislah “. — Imam Al Ghazali.

Disini maksudnya,
Kita sebagai manusia biasa, apa yang orang akan kenangkan kala kita sudah tiada? Tidak ada?

Kalau kita anak raja atau anak ulama, mungkin nama kita sudah tertera dengan sendirinya dibawah nama ayahanda yang raja atau yang ulama besar.

Kalau tidak?
Iya MENULISLAH!

Seperti kata pepatah:
Harimau mati meninggalkan belang manusia mati meninggalkan nama.

Seorang pahlawan akan dikenang karena dia berjuang. Seorang guru dikenang karena jasanya mengajar. Seorang insinyur dikenang karena jasnya membangun bangunan . Seorang kaya dikenang karena kedermawanannya. Seorang pemimpin dikenang karena kepemimpinannya. Dll.

Lantas kita yang bukan siapa-siapa, bukan orang kaya, bukan juga profesor, bahkan juga bukan pahlawan, apa yang harus kita lakukan supaya kita akan terkenang oleh anak cucu kita bahkan bangsa kita ?

Maka jadilah penulis,
maka kita akan dikenang. Apalagi kalau tulisan kita bermanfaat bagi orang lain.

Itu artinya kita sudah menorehkan sendiri nama baik kita untuk dikenang orang meski kita sudah tiada.

Right ya teman?

Bandarlampung, Senin 14 Des 2020
Nubar Rumedia/Ade Tauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan