Senja

Mentariku oleh Putri Zaza

Mentariku

Kukuruyukk…

Matahari mulai menunjukan senyumnya dan saat itulah aku bisa melihatmu.

“Hai, Mentari” sapaku dibalik jendela. aku hanya dapat melihatmu dari sini. Andai saja aku bisa meraih dan menggenggam tanganmu. Seperti, dulu.

***

Mentari yang baru saja pindah rumah. Menyapa dan memberi makanan tanda salam kenal.

“Assalamualaikum,”

“Waalaikum salam,”

“Saya Mentari, Tante, baru saja pindah di samping, salam kenal, ya, ini ada kue bikinan mentari sama Ibu, mohon diterima, ya, Tan,” ucapnya sopan dan ramah.

“wah, terima kasih banyak ya, mentari, salam sama Ibu ya,” ucap mamaku membalas.

Aku hanya dapat melihatnya dari kamar tidurku, yang gelap.

***

Malem ini Tuhan terlalu baik. Saat berjalan keluar rumah. Mentari yang baru saja pulang sekolah. Menyapa.

“Hai. Aku baru pertama kali lihat Kamu,  aku kira Tante hanya tinggal berdua bersama Om, oh, ya namaku Mentari,” ujarnya menyodorkan tangan.

“A…aku, Gerhana,” jawabku membalas jabatan tangannya. Lembut dan hangat, rasanya tak inginku lepas.

“Salam kenal ya, oh ya, Kamu mau pergi ke mana? Inikan sudah malam,”

“Mau, bekerja,”

“Oh, masuk malam, ya,” tebaknya dan aku hanya menganggukkan kepala.

“Okelah, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya!” ucapnya dan melambaikan tangan, kini Ia berjalan menuju pagar rumahnya dan aku hanya terpaku dengan kecantikannya.

***

Seperti biasa aku pulang sebelum matahari menyapa. Rumah yang biasanya sepi kini ramai. Aku anak tunggal makanya, rumah tak pernah terlihat ramai ditambah lagi mama yang sangat menjagaku secara berlebihan.

Kudengar mama menangis tak henti. ‘ada apa, ya?’, aku duduk di samping tubuh yang berbaring kaku dan wajah yang ditutupi kain putih seketika air mata pun jatuh. Papa… Tak kuasa untuk membuka penutup wajahnya. Perempuan yang biasanya ceria kini tertunduk lemas di sampingku. Dibukanya kain utuh yang menutupi wajahya

Seketika tubuhku membeku, aku hanya bisa menangis, mengetahui tubuh di depanku adalah diriku sendiri.

Cibitung, 5 Juli 2020

Nulisbareng/Putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan