Stop Corona

Menjawab Tantangan New Normal (Emmy Herlina)

Menjawab Tantangan New Normal

Wabah belum usai. Pandemi Covid-19 telah memengaruhi tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah, pemerintah telah mengimbau agar masyarakat tetap di rumah. Tak urung, hal ini menyebabkan dampak besar dari berbagai sektor. Pasalnya, akibat aturan stay at home yang berlaku, dunia usaha menjadi sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi, utamanya sektor ekonomi.

Sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan ini terkait mobilitas warganya. Meski kenyataannya virus masih mengancam, korban jiwa pun terus bertambah, diperlukan suatu kebijakan untuk menempuh jalan tengah.

Maka, pemerintah telah memutuskan untuk memberlakukan new normal. Menurut Ketua Tim Pakar Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah suatu wilayah atau negara untuk melonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19. (Sumber: Kompas)

Syarat yang selayaknya diterapkan sebelum pelaksanaan new normal adalah sebagai berikut:

  1. Secara epidemiologi atau penyebaran wabah pandemi Covid-19, terjadi penurunan kasus atau jumlah kematian dengan suspek Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari terakhir.
  2. Dari segi kesehatan masyarakat; proporsi masyarakat yang disiplin menerapkan stay at home bertambah, begitu juga dengan pelaksanaan protokol pemerintah, seperti cuci tangan dan penggunaan masker ketika di luar rumah.
  3. Dari segi fasilitas kesehatan, yaitu dengan tersedianya layanan kesehatan yang memadai serta fasilitas bagi tenaga kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) yang cukup, pengadaan ICU dan ruang isolasi yang sesuai standar.

Saat ini, di Indonesia, sebaran wabah pandemic Covid-19 terdata sekitar 54.010 kasus, ditambah 1.198 kasus per hari ini, 28 Juni 2020, dengan keterangan 28.320 dirawat, 2.754 meninggal dan 22.936 sembuh. Di provinsi Lampung sendiri, sudah terkonfirmasi sebanyak 188 kasus positif, dengan total 28 sedang dalam perawatan, 12 meninggal dan 148 telah sembuh.

Yang harus diketahui bersama, mengenai Kepmenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Apa saja protokol kesehatan tersebut, yang bisa diterapkan secara individu maupun masyarakat?

Pertama adalah perlindungan bagi individu. Perlindungan kesehatan individu ini utamanya sebagai upaya pencegahan masuknya virus, melalui tiga pintu dalam tubuh, yaitu mulut, hidung, dan mata.

Inilah beberapa langkah yang bisa diterapkan sebagai perlindungan bagi individu:

  1. Menggunakan alat pelindung diri. Alat pelindung diri ini tentu berbeda dengan yang biasa digunakan para petugas kesehatan. Alat pelindung diri bagi tiap individu berupa masker, dengan pemakaiannya yang benar, yaitu menutupi hidung, mulut hingga dagu. Bila menggunakan masker kain, sebaiknya mencapai tiga lapis. Jangan lupa untuk membawa masker cadangan.
  2. Membersihkan tangan secara teratur menggunakan air mengalir dan sabun atau bisa juga dengan cairan berbasis alkohol atau hand sanitizer. Ada baiknya untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah.
  3. Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat), seperti mengonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, aktivitas fisik, istirahat cukup, dan lainnya. Lebih lanjut mengenai PHBS ini, bisa dibaca pada artikel C.E.R.D.I.K.

Sementara itu, perlindungan kesehatan masyarakat merupakan upaya yang harus dilakukan semua komponen masyarakat guna pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19. Dalam hal mewujudkannya memerlukan peranan dari pengelola, penyelenggara, serta penanggung jawab fasilitas umum. Berikut upaya perlindungan kesehatan masyarakat tersebut, terdiri dari:

  1. Unsur pencegahan (prevent); yaitu kegiatan promosi kesehatan dan perlindungan. Termasuk di dalamnya berupa penyediaan saran mencuci tangan untuk umum, pengaturan jaga jarak, serta desinfeksi secara berkala terhadap permukaan maupun peralatan yang digunakan publik.
  2. Unsur penemuan kasus (detect); yaitu berupa fasilitas untuk mendeteksi dini dan memantau kondisi kesehatan.
  3. Unsur penanganan (respond); dalam hal ini berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau pelacakan kontak erat, pemeriksaan rapid test serta penanganan lainnya yang dibutuhkan.

Dalam upaya menjawab tantangan new normal, tentu memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Tahapan yang bisa dilakukan secara garis besar, terdiri dari upaya primer, sekunder dan tersier, yang akan dijelaskan berikut ini:

  1. Primer, dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak tertular. Masyarakat yang harus mendapatkan perlindungan antara lain, masyarakat usia rentan (seperti lanjut usia, ibu hamil, anak-anak), tenaga kesehatan serta masyarakat pada umumnya.
  2. Sekunder, merupakan deteksi dini dan pengobatan segera. Deteksi dini dan pengobatan ini dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
  3. Tersier, yaitu sebagai upaya pencegahan komplikasi. Upaya ini hanya dilakukan di rumah sakit yang telah memiliki fasilitas lengkap.

Demikian tahapan yang harus diketahui masyarakat, serta protokol perlindungan yang harus diterapkan bagi tiap individu. Dengan ketertiban dan kerja sama semua belah pihak, diharapkan dapat menekan angka kejadian kasus akibat wabah pandemi Covid-19.

Sumber:

  1. Kompas. 2020. Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona. Diakses tanggal 28 Juni 2020.
  2. Fauzi. 2020. Peluang dan Tantangan Pemerintah Daerah Menuju Tatanan Normal Baru. Webinar yang diselenggarakan Universitas Aisyah Pringsewu, pada hari Jumat, tanggal 26 Juni 2020.

Bandar Lampung, 28 Juni 2020

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

  1. New normal ini beri harapan buat banyak pihak setelah mati suri selama pandemi ya, mbak.. Kulihat pasar tengah Bandarlampung pun mulai buka. Meski masih dalam penyesuaian. Moga semua lekas kembali normal..

Tinggalkan Balasan