MENIKAH, JANGAN PILIH-PILIH, DONG! oleh Putri Zaza

MENIKAH, JANGAN PILIH-PILIH, DONG!

Ini ketiga kalinya aku membuat tulisan dengan judul menikah. tulisan kali ini aku mewakili para singlelillah yang masih betah sendiri. Mungkin, Hehe.

“Mama, tuh, heran sama kamu, yang deketin banyak tapi, kok, ya, enggak ada yang nyantol satupun.”

Bukan sekali dua kali Mama berbicara seperti itu, ya, bagaimana lagi laki-laki yang mendekat hanya bertahan seminggu merayu dengan embel-embel ingin menikah. Ini mungkin yang membuatku tak mudah lagi percaya dan malas merespon.

Aku bukan pemilih. Aku hanya menunggu seorang yang tepat dan memang diciptakan untuk mengimami.

Lantas, apa salahnya?

“Mbak, udahlah, enggak perlu pilih-pilih, sayang, kan, masa cantik-cantik belum juga nikah. Nanti dikira tak laku, loh!” ucap salah satu tetanggaku tiap kali aku menemani mama untuk pergi ke undangan.

Kesal rasanya tapi, ya, sudahlah, harusnya aku sudah terbiasa, bukan? Mama dan ayahku saja tak menikah di usia muda, kok, kenapa aku harus ngotot dan gegabah dalam memilih seorang yang akan menjadi iman dan menemani seumur hidup. Saat beli baju saja bisa berjam-jam untuk memilih yang cocok. Masa iya, untuk teman menuju surga kita asal ajah, sih.

Menurut Umar bin Khatthab RA seperti dikutip dalam kitab Makarim al-Akhlaq, kriteria laki-laki secara umum terbagi ke dalam tiga golongan. (Republika.co.id)

Pertama, laki-laki yang menjaga diri, lemah lembut, cepat berpikir, dan memiliki keputusan yang tepat. Kedua, laki-laki yang ketika dihadapkan pada satu persoalan akan pergi pada orang yang ahli untuk meminta nasihat dan masukan. Lalu ketiga, laki-laki yang selalu bingung, tidak pintar, dan enggan mendengarkan pendapat orang lain.

Tidak semua muslimah mendapatkan jodoh terbaik seperti dijelaskan Umar pada kriteria pertama. Karenanya, para ulama menjelaskan prinsip-prinsip utama menentukan calon suami sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.

Suatu ketika Imam Hasan bin Ali ditanya oleh seseorang, “saya mempunyai seorang anak gadis. Menurut Tuan, dengan siapakah sebaiknya ia saya nikahkan?”

“Nikahkanlah dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah,” jawab Imam Hasan. “Kalau laki-laki itu mencintai anakmu, ia akan memuliakannya, dan kalau tidak mencintainya, ia tidak akan menganiayanya,” imbuh Imam Hasan.

Nah, gimana? Masih mau asal dalam memilih calon pendamping hidup?

Cibitung, 21 Juni 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan