Mengenal Sang Karbohidrat, Kandungan Gizi Utama bagi Tubuh oleh Emmy Herlina

Mengenal Sang Karbohidrat, Kandungan Gizi Utama bagi Tubuh

Ramadan sudah berlalu, suasana lebaran sudah dilalui. Gimana dengan kalian? Lebaran lalu sudah menghabiskan berapa kalori? Hehe.

Ramadan mestinya mengingatkan kita kepada usaha pengendalian diri. Terutama mengendalikan nafsu makan. Makanya itu, jangan asal makan. Perhatikan asupan kalori apakah sesuai dengan gizi berimbang.

Masih ingat, tidak, pedoman gizi berimbang? Harus lengkap komposisinya, terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, sayuran dan buahan sebagai pelengkap vitamin dan mineral.

Kalau tempo hari saya sudah berbicara tentang protein, juga lemak, nah ini dia, yang sering jadi menu utama orang Indonesia: karbohidrat. Yuk, kita perdalam ilmu tentang karbohidrat.

Untuk mengingatkan kembali, bisa baca tentang Protein di sini https://parapecintaliterasi.com/protein-gizi-yang-penting-untuk-pertumbuhan-oleh-emmy-herlina/

Karbohidrat itu adalah: senyawa kimia yang merupakan gabungan banyak gugus fungsi hidroksil. Karbohidrat merupakan polimer alami dengan rumus Cn(H2O)n yang dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Makanya layak disebutkan bahwa karbohidrat merupakan unsur penting yang dibutuhkan semua makhluk hidup.

Klasifikasi Karbohidrat terdiri dari:

A. Karbohidrat  Sederhana,  Karbohidrat golongan ini terdiri dari 3 jenis, yaitu: monosakarida, disakarida, oligosakarida.

Karbohidrat jenis ini merupakan karbohidrat yang paling sederhana yang terdiri dari 3 jenis, yaitu: Glukosa, Fruktosa dan Galaktosa.

2. Disakarida. Karbohidrat jenis ini merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida yang terdiri dari 3 jenis, yaitu:

Sukrosa, terdiri atas 2 monosakarida yaitu Glukosa dan Fruktosa.
Laktosa, terdiri atas 2 monosakarida yaitu Glukosa dan Galaktosa
Maltosa, terdiri atas 2 monosakarida yaitu Glukosa dan Glukosa

3. Oligosakarida. Karbohidrat jenis ini merupakan gabungan dari 3 – 10 monosakarida

B. Karbohidrat Kompleks, karbohidrat golongan ini terdiri dari 2 jenis, yaitu

-. Polisakarida pati

Karbohidrat jenis ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula sederhana yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau bercabang. Karbohidrat jenis ini terdiri dari :

  1. Karbohidrat
  2. Amilosa
  3. Amilopektin

-. Polisakarida non pati

Karbohidrat jenis ini merupakan golongan serat yang terdiri dari :

  1. Selulosa
  2. Hemiselulosa
  3. Polisakarida nonselulosa: pektin dan lignin

Lalu apa saja sih, fungsi dari karbohidrat?

  1. Sebagai sumber energi bagi tubuh manusia.
  2. Sebagai detoksifikasi zat-zat toksik di dalam hati.
  3. Sebagai sumber penyerapan kalsium.
  4. Mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
  5. Sebagai bahan yang berguna untuk pencernaan dan memperlancar defekasi.

Gimana sih, dengan proses pencernaan karbohidrat di dalam tubuh manusia?

Makanan dikunyah oleh mulut (bercampur dengan air liur (menjadi enzim ptyalin) kemudian mengubah pati jadi maltosa (menghidrolisis pati sebagai salah satu polisakarida), di Lambung (aktivitas ptyalin dihambat oleh zat asam lambung), lalu makanan bercampur dengan getah pankreas dalam usus 12 jari. Jika pati belum pecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas, dan di hati akan mengalami 2 proses yaitu masuk ke dalam aliran darah, diubah jadi glikogen.

Proses tersebut di atas enggak lepas dari istilah berikut ini:

  1. Glikolisis

Glikolisis merupakan reaksi tahap pertama secara aerob (cukup oksigen) yang berlangsung dalam mitokondria. Glikolisis berasal dari kata glycol = gula dan lysis = memecah. Tahap glikolisis merupakan awal terjadinya respirasi sel. Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma dan hasil akhirnya berupa senyawa asam piruvat.

2. Glikogenolisis

Glikogenolisis merupakan suatu proses pemecahan glikogen yang terjadi melalui jalan yang berbeda, yang tergantung dari proses apa yang memengaruhinya. Molekul glikogen dapat menjadi lebih kecil atau bahkan lebih besar, namun sangat jarang apabila molekul tersebut dapat dipecah dengan sempurna. Glikogenolisis dijabarkan menjadi glikogen dan lisis yaitu pemecahan dan penguraian. Sehingga glikogenolisis merupakan proses pengubahan dari polisakarida yaitu glikogen menjadi monosakarida yaitu glukosa.

3. Glukoneogenesis

Glukoneogenesis adalah sintesis glukosa dari senyawa bukan karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino. Proses ini berlangsung dalam hati atau ginjal untuk menyediakan suplai glukosa yang tetap. Glukoneogenesis merupakan suatu lintasan metabolisme yang dapat dimanfaatkan tubuh, untuk menjaga kadar glukosa dalam darah tetap seimbang selain dengan glikogenolisis.

Ada beberapa sumber makanan mengandung karbohidrat tertinggi, antara lain:

Bahan MakananNilai KH (gram/100gram)
Roti putih49
Nasi28
Sereal68
Kismis79
Kentang21
Madu82
Minuman ringan36
Pasta dan mi40
Bubur11
Anggur2,7
Keripik71,3
Biskuit7
Apel14

Kebutuhan karbohidrat per hari masing-masing orang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas fisik yang dijalani juga kondisi medis tertentu. Pada umumnya orang dewasa membutuhkan asupan karbohidrat sekitar 220-330 gram per harinya. Namun bagi yang ingin menjaga berat badan, asupan yang dianjurkan adalah sekitar 50-150 gram per hari. Dengan catatan ini bagi orang dewasa yang sehat, ya. (Sumber: Alodokter)

Lantas, apa saja yang menjadi dampak dari kelebihan maupun kekurangan karbohidrat? Mari kita simak.

Kelebihan karbohidrat akan berdampak sebagai berikut:

  1. Sulit menurunkan berat badan. Dalam satu gram karbohidrat terdiri dari 4 kalori. Semakin banyak karbohidrat dalam tubuh akan banyak kalori yang masuk, sehingga berat badan akan meningkat. Untuk mengimbanginya harus selaras dengan aktivitas fisik yang dilakukan.
  2. Kadar kolesterol akan semakin meningkat. Dari asupan kalori yang didapatkan dari karbohidrat, akan berdampak pula meningkatkan kolesterol. Tingginya tingkat trigliserida dimiliki oleh orang yang mengkonsumsi karbohidrat berlebih, seperti glukosa, fruktosa dan sukrosa.
  3. Sering merasa lapar. Kondisi lapar umumnya ditentukan karena terjadi penurunan gula darah dalam tubuh. Namun dengan peningkatan kadar gula darah yang terlalu mendadak justru akan semakin menurunkan kembali sehingga akan terasa lapar kembali. Maka itu disarankan untuk memillih karbohidrat kompleks yang mengandung tinggi serat sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama.
  4. Rentan kena diabetes mellitus tipe 2. Diabetes mellitus tipe 2 disebabkan banyak faktor antara lain meningkatnya kadar gula darah. Orang yang kelebihan karbohidrat akan mengalami peningkatan berat badan, yang kemudian mengganggu kerja hormon insulin. Tidak harus ada riwayat keturunan diabetes untuk akhirnya terdiagnosa penyakit satu ini. Maka, berhati-hatilah ya kawan.
  5. Mood sering berubah. Ternyata kelebihan karbohidrat juga akan berdampak bagi mood kita. Kelebihan karbohidrat akan meningkatkan gula darah sehingga lonjakannya memengaruhi suasana hati seseorang. Nah, makanya orang yang kebanyakan makan, bisa jadi ujungnya jadi malah pengen “makan orang”, nah loh.

Gimana dengan kekurangan karbohidrat? Apakah saja dampaknya bagi tubuh?

  1. Berat badan turun. Karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi tubuh tentu sangat kita perlukan. Jika kekurangan, maka akan berdampak berat badan jadi turun, selain itu kita juga akan kekurangan cairan.
  2. Rentan terhadap flu. Kekurangan karbohidrat menyebabkan daya tahan tubuh melemah, akibatnya jadi mudah terkena penyakit seperti flu. Makanya banyak orang yang akhirnya jadi banyak makan setelah adanya wabah pandemic Covid19 ya, hihi.
  3. Mudah terkena penyakit jantung dan diabetes. Kekurangan karbohidrat akan berdampak meningkatkan kolesterol dan memicu resiko penyakit jantung, diabetes maupun stroke. Wah, makanya pastikan asupan karbohidrat dengan kadar yang tepat sesuai kebutuhan tubuh masing-masing, ya. Karena baik lebih maupun kurangnya karbohidrat akan menyebabkan penyakit-penyakit beresiko.
  4. Menyebabkan tubuh cepat letih, lemah dan lesu. Sesuai dengan fungsi utama sebagai sumber energi, makan kekurangan karbohidrat aakn menyebabkan tubuh cepat menjadi letih, lemah, lesu.
  5. Mudah terkena depresi. Karbohidrat juga berfungsi memberikan nutrisi pada otak. Kekurangan karbohidrat bisa dipastikan akan berdampak juga bagi kinerja otak selain menjaga tingkat senyawa kimia serotonin. Akibatnya akan menimbulkan perasaan tidak tenang yang berujung pada depresi. (Sumber: Hellosehat)

Nah, sudah paham kan, ternyata setiap zat gizi di satu sisi sangat bermanfaat bagi manusia, namun di sisi lain harus dijaga, jangan sampai kekurangan dan jangan sampai juga kelebihan, termasuk makanan sumber karbohidrat. Karena keduanya akan menjadikan dampak buruk bagi tubuh. Yang sedang-sedang saja ya, teman.

Sekian rangkuman artikel yang juga diangkat dari tugas perkuliahan saya, setujukah kalau saya lanjutkan membahas zat gizi lainnya? Beri support jika kamu setuju, ya. Makasih.

Ilmu tentang Lemak bisa kamu baca di sini https://parapecintaliterasi.com/lemak-dia-yang-dibutuhkan-namun-kadang-ditakuti-oleh-emmy-herlina/

Bandar Lampung, 10 Juni 2020

nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan