Jam dinding

Masker Ramadan oleh Ade Tauhid

Masker Ramadan
By Ade Tauhid

Marhaban ya Ramadan.
Alhamdulillah, Ramadan telah tiba.

Seperti yang dilakukan oleh emak emak di seluruh dunia, maktri juga enggak kalah heboh dalam menyiapkan puasa. Jauh-jauh hari maktri sudah bebersihan rumah, dari mulai nyapu, nyiram bunga, ngepel, sampai membetulkan genteng bocor . Ups! Enggak ding …

Tidak sebegitunya juga kali Mak, seperti yang kita ketahui dunia kita ini sedang dilanda wabah Corona, lockdown, social distancing, phsycal distancing, stay at home .. ah entahlah apalagi istilah asingnya, yang pada intinya pemerintah menghimbau supaya hal di atas tadi bisa memutus mata rantai virus Corona agar tak menyebar.

Pada awalnya puasa mungkin agaklah sulit dilakukan. Selain tak terbiasa menahan lapar dan dahaga, kalau puasa tenggorokan dan mulut maktri akan terasa kering. Bau napas menjadi tak sedap, dan bergaulpun jadi tidak pede. Ngobrol sama teman tidak nyaman.

Eh, bukannya kita lagi harus jaga jarak,Mak. Enggak masalah dong, bau mulut juga?
Ih, siapa nih yang ngomong? Maktri celingak-celinguk (eh ..).

Masalah, dong. Walaupun kita harus berjaga jarak dengan orang, tapi kan di rumah ada paksu dan anak-anak yang tidak berjarak.
Bisa mokal maktri kalau mulutnya bau naga.

Tapi jangan khawatir maktri ada tips. MAKTRI jauh jauh hari sudah mempersiapkan tujuh masker warna warni yang bisa dicuci pakai.

Kok tujuh maktri, banyak amat? Iya, dong karena maktri mau gonta ganti masker setiap hari. Biar keren dan pede. Senin pakai yang merah, Selasa pakai yang biru. Misalnya begitu dan seterusnya.

Masker Maktri yang ini masker dua lapis, jadi di dalam masker itu bisa ditaruh tissu basah yang wangi.
Jadi, kalau Maktri sedang pakai masker tersebut, orang akan mencium aroma wangi ketika Maktri bicara.

Maktripun juga tidak akan pingsan ketika Maktri harus bicara dan menghirup napasnya sendiri yang bau naga.

Begitulah Mak, hehe.

Bandarlampung, 24 April 2020

nulisbareng/AdeTauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan