Mantanku oleh Athena Hulya

Mantanku

            “Hai, apa kabar, Dil?”

            “Baa..iiikk,” jawabku terbata, menoleh ke arah wanita perparas manis yang ada di hadapanku, wanita yang sudah dua tahun ini tidak pernah lagi saling menyapa. Ia Aldilla, mantanku.

            “Boleh duduk?”

            “Silakan!”

            Duduk di kafe favorit bersama orang yang dulu pernah mengisi hari-hariku, seperti mengulang kembali kejadian lalu, mengulang kenangan-kenangan yang sepantasnya terlupa. Dua tahun lalu, tepat di kafe ini, ia memutuskan berpisah, karena akan melanjutkan pendidikan ke luar kota dan tidak mau LDR. Namun ia berbohong, ia ternyata masih berkuliah di kota ini dan menjalin hubungan dengan pria lain.

            “Dil, kebetulan kita ketemu di sini, ya! Aku mau minta maaf, Dill. Ka…”

            “Enggak perlu minta maaf, aku sudah tahu kebohonganmu dulu. Meminta putus, beralasan karena melanjutkan pendidikan hanya akal-akalanmu saja, kan?” ucapku sambil tertawa.

            “Fadil, maafin aku. Aku salah! Setahun ini aku hubungi kamu tapi nomor HP mu sepertinya sudah ganti, aku tanya teman-teman kita dulu tapi mereka nggak ada yang tahu.”

            “Enggak perlu minta maaf, aku sudah maafin kamu dari dulu, kok!”

            “Ada siapa, nih?” ucap wanita berkerudung hijau.

            “Kamu siapa, ya?” Aldilla terkaget dengan kehadiran wanita itu.

            “Eh, kenalkan dia istriku, Tyche,” ucapku sambil memperkenalkan istriku pada Aldilla. Mereka berkenalan. Terlihat muka masam pada Aldilla, sepertinya ia terkejut melihatku sudah menikah. Percakapan kami bertiga sangatlah kaku, meski Tyche tahu siapa Aldilla sebenarnya. Saat sebelum menikah aku sudah menceritakan tentang mantanku itu padanya.

            Tyche meminta untuk pulang, ia sudah terlebih dulu ke luar kafe.

            “Ternyata kamu sudah menikah, ya. Kukira ada kesempatan untukku,” ucap Aldilla lirih.

            “Tak akan ada kesempatan kedua untuk seorang pembohong, Dill. Semoga kamu mendapat lelaki baik, ya!” ucapku sambil berlalu meninggalkan Dilla sendirian.

            Ah, wanita yang di hadapanku tadi adalah ia yang pernah menghiasi hari-hariku dulu. Sedangkan Tyche adalah yang memiliki dan menemaniku sekarang, esok dan selamanya.

01 Agustus 2020

Nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

Tinggalkan Balasan