Pasutri

Manfaatkan 4 Waktu Untuk Pertahankan Pernikahan oleh Juniawati

Manfaatkan 4 Waktu Untuk Pertahankan Pernikahan
(Juniawati)

Beberapa tahun belakangan, kita disuguhkan dengan maraknya pemberitaan kasus perceraian yang meningkat di berbagai daerah. Catatan dari kantor Pengadilan Agama Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Kasus perceraian pada tahun 2020 ini meningkat 50 kasus dari tahun sebelumnya yaitu 900 kasus, (sumber www. Ihram.co.id). Kabupaten Bangkalan, juga mencatat, tahun 2019 terdapat 10.742 pernikahan dengan angka perceraian mencapai 1.368 pasang. Angka ini lebih tingggi dari tahun 2018 (sumber: www. .kemenag.go.id).

Tiap tahun perceraian di Indonesia selalu meningkat, hal ini dipertegas oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang mengutip laporan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, angka perceraian di indonesia, sejak tahun 2015 hingga 2020 terus meningkat. tahun 2015 terdapat 394.246 kasus dan tahun 2019 mencapai 480.618 kasus, (sumber: www. merdeka.com).

Fakta di atas sangat berdasar, mengingat dari beberapa laporan kemenag.go.id yang mengalaskan perceraian disebabkan faktor ekonomi dan keluarga yang rapuh. Menikah dan berkeluarga terlebih dalam rentang waktu yang telah 11 tahun, 20 tahun memang tidak mudah. Setelah menikah, banyak faktor yang membuat hubungan bisa renggang. Selain masalah ekonomi, kesibukan masing-masing pasangan menjadi kendala untuk menikmati indahnya berumah tangga.

Apalagi bagi pasangan jarak jauh, tentunya akan menyulitkan untuk menikmati pertemuan. Kenyataan ini ada di sekitar kita. Waktu yang ada pada kedua pasangan tersita oleh aktivitas maupun pekerjaan. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, target ini itu, mau tidak mau membuat pasangan tidak dapat memprediksi time duration dan waktu luang yang dimilikinya.

Akibatnya hubungan menjadi renggang, kondisi fisik yang lelah diikuti emosi yang mulai tidak stabil, bahkan pasangan menjadi kurang perhatian. Alhasil, sedikit saja muncul kesalahpahaman, miss understanding dari pasangan akan dengan mudah menjadi pertengkaran hingga berujung kekerasan fisik maupun psikis.

Untuk menciptakan keadaan rumah tangga yang langgeng, sakinah mawaddah warahmah seperti yang dianjurkan Rasul Muhammad Saw, rumah tangga mesti kembali pada fitrahnya, mengikuti petunjuk Al-qur-an seperti firman Allah dalam surah Al-Furqan:74 yang artinya, “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Demikian pula firman Allah dalam surah Ar-Ruum ayat 21, artinya “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Menjalani peran sebagai suami atau istri agar tetap dalam koridor harmonis, saling cinta dan menyayangi di tengah kesibukan sehari-hari, perlu kiranya memanfaatkan waktu yang dimiliki keluarga, seperti berikut ini:

  1. Quality Time
    Pekerjaan, rutinitas yang tak pernah putus tak jarang menjadi kendala pasangan untuk sekadar meluangkan waktu bersama. Meski demikian bukan berarti waktu yang singkat tersebut diabaikan begitu saja dan tidak lantas mengurungkan niat pasangan untuk bersikap komunikatif, perhatian hingga romantis. Quality time dapat dimanfaatkan tiap pasangan dengan cara melakukan aktivitas bersama yang menyenangkan. Tentunya dapat disepakati terlebih dahulu sehingga menjadi agenda rutin rumah tangga dalam jangka panjang. Meningkatkan kualitas pertemuan tujuannya tiada lain untuk memberikan kebahagiaan pada pasangan.
  2. Menikmati Waktu Makan Bersama
    Menyediakan hidangan yang disukai pasangan dan menikmatinya bersama saat sarapan, makan siang atau makan malam, barangkali saat ini seringkali sulit dilakukan. Pasangan tak jarang melewati waktu makan siangnya di kantor atau di tempat kerja. Namun, percayalah dengan aktivitas makan bersama dapat menjadi media untuk saling berbagi cerita, melayangkan pujian di meja makan dan ini menjadi jalan pasangan lebih peduli dengan keadaan rumah tangga.
  3. Memanfaatkan Waktu Libur
    Tak sedikit jadual libur ingin dihabiskan dengan aktivitas bersama. Namun, tak jarang ada saja halangan, antara lain pasangan merasa lelah atau enggn keluar rumah. Keadaan demikian mestinya tidak menjadi halangan untuk berlibur sejenak dari rutinitas. Lewati masa libur dengan aktivitas memasak berama, berkebun atau aktivitas yang disenangi pasangan. Artinya, jika waktu libur yang singkat ini dapat dimanfaatkan bersama pasangan sedikit banyak akan menjadi saat-saat romantis yang pernah ada dan sulit dilupakan.
  4. Memanfaatkan Waktu Olah Raga
    Kesehatan adalah hal utama dalam hidup, tapi adakah ini diperhatikan setelah berumah tangga 11 tahun dan seterusnya? Setelah usia makin bertambah dan anak-anak tumbuh dewasa? Mari, ajak pasangan untuk manfaatkan kesegaran suasana pagi dengan olah raga bersama, ajak keluarga menikmati alam yang segar. Bentuk perhatian ini pastinya akan banyak manfaat yang diperoleh pasangan.

Melakukan empat hal di atas, bukan tidak mungkin membuat pasangan semakin menyenangi kegiatan bersama pada waktu senggang yang pendek tapi indah dan berkesan karena dinikmati bersama sehingga menjadikan pasangan lebih perhatian bahkan tidak sabar menanti kebersamaan berikutnya. Semoga keempat upaya di atas, dapat menjadi alternatif dalam mempertahankan perkawinan. Amin.

Sumber bacaan
Muhammad Fakhruddin. 2020. Angka Perceraian Meningkat Sepanjang 2020. https://ihram.co.id/berita/ql8hse327/angka-perceraian-di-tanjungpinang-meningkat-sepanjang-2020. Diakses 20 Desember 2020
https://www.merdeka.com/peristiwa/kemenag-sebut-angka-perceraian-mencapai-306688-per-agustus-2020.html. Diakses 20 Desember 2020

0Shares

Tinggalkan Balasan