Makan Bersama

Makan Sahur Bersama di Bulan Ramadan oleh Siti Rachmawati M.

Makan Sahur Bersama di Bulan Ramadan (Siti Rachmawati M.)

Seperti kita ketahui, bahwa wabah yang disebabkan virus corona atau covid-19 sudah melanda Indonesia hampir dua bulan ini. Banyak orang yang harus bekerja di rumah atau WFH (Work From Home). Para mahasiswa dan peserta didik pun harus belajar di rumah dengan mengerjakan tugas melalui online (daring).

Banyak pekerja yang kehilangan mata pencaharian. Pedagang, petani, buruh, kuli bangunan, sopir, ojek online, tukang becak, dan lain-lain. Harus tetap stay at home (tinggal di rumah). Dampak dari social distancing (menjaga jarak secara sosial) dan physical distancing (menjaga jarak secara fisik). Wabah akibat virus corona ini membuat perekonomian Indonesia benar-benar terpuruk.

Namun kita wajib dan harus tetap bersyukur. Karena dalam keadaan seperti ini, seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla. Bersyukur pula kita masih berjumpa dengan bulan suci Ramadan, bulan yang selalu dinanti-nanti kehadirannya meskipun masjid-masjid tidak ada yang melaksanakan salat tarawih.

Bagi keluarga yang masih diberi kesempatan menyantap makan sahur atau berbuka puasa bersama anggota keluarga di rumah, wajib bersyukur juga. Karena bersyukur adalah salah satu cara kita menerima segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan. Sedangkan syukur itu adalah salah satu sifat Allah. Allah pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tanpa luput satu orang pun dan tanpa terlewat satu amalan pun.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur.” (QS. Asy Syura : 23). Ghafur artinya Allah Maha Pengampun terhadap dosa. Syakur artinya Maha Pembalas Kebaikan sehingga Allah lipatgandakan ganjarannya. (Tafsir Ath Thabrani, 21/531).

Menu pada bulan Ramadan tak perlu mewah, asal kita bisa menikmati dan mensyukuri, Insyaallah berkah. Tidak perlu berlebih-lebihan juga, kalau pada akhirnya justru terbuang alias mubazir. Karena Allah SWT berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al A’raf : 31).

Apapun menu pada bulan Ramadan sebaiknya tidak perlu boros. Karena masih banyak di luar sana “saudara” kita yang tidak bisa melaksanakan puasa. Karena memang tidak ada yang dimakan. Kita sebaiknya menikmati apapun hidangan yang tersaji. Karena bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan itu akan jauh lebih baik. Sebagaimana firman Allah SWT, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman : 13).

Sumber informasi :

https://muslim.or.id. Jadilah Hamba Allah yang Bersyukur. Yulian Purnama, S.Kom. Terbit 25 Mei 2017. Diakses 28 April 2020 Pukul 14.00 WIB.

https://www.hikmahdanhikmah.com. Hadits tentang Kewajiban Bersyukur kepada Allah. Terbit 19 Oktober 2018. Anonim. Diakses 28 April 2020 Pukul 14.05 WIB

https://www.bacanmadani.com. Hadits tentang Mensyukuri Nikmat Allah SWT dan Penjelasannya. Anonim. Terbit 10 Maret 2020. Diakses 28 April 2020 pukul 14.07 WIB.

Grobogan, 29 April 2020

Jumlah kata : 348 kata

nulisbareng/Siti Rachmawati M.

0Shares

2 comments

  1. Alhamdulillah, banyak manfaatnya bagi kami,semoga kami bisa menjadi hamba yg pandai bersyukur…satu kata buat saudaraku…mantappp!!

  2. Syukron, saudaraku. Alhamdulillah, semoga bermanfaat bagi yang membaca.
    Terima kasih, sudah berkenan mampir di sini. 🙏😊

Tinggalkan Balasan