Senja

Luka Sang Fajar oleh Athena Hulya

Luka Sang Fajar

           Sebelumnya di Kedatangan Fajar (Part 3-FINISH) oleh Athena Hulya

“Dia siapa?” tanyaku pada Kanu yang mendadak diam setelah disapa oleh seorang wanita berparas cantik nan tinggi semampai bak model. Kanu meminta untuk segera pergi dari Kafe itu dan makanan yang kami pesanpun dimintanya untuk take away, tanpa menjawab pertanyaanku.

            Sepanjang perjalanan pulang yang biasanya Kanu bercerita tentang apapun, kali ini hening tak bersuara. Hanya terdengar hiruk-pikuk kendaraan dan juga gerimis yang menemani sepanjang perjalanan. Aku yang bingung dengan sikap Kanu yang mendadak aneh itu ikut terdiam, sesekali mengintip wajahnya dari kaca spion motor.

            “Sudah sampai. Masuk, gih! Langsung mandi, nanti baru makan.” Kanu menyodorkan sebungkus plastik berisi makanan yang tadi kami pesan.

            “Makananmu, gimana? Bukannya tadi kamu yang lapar?”

            “Buat kamu saja, saya enggak nafsu! Ya udah, saya pulang, ya. Bye.” Kanu meninggalkanku begitu saja tanpa salam, terpasang ekspresi datar.

Aku semakin dibuat tambah bingung dengan sikap anehnya. Semenjak kumengenal Kanu, baru sekarang ia bertingkah aneh. Hari ini dari pagi hingga malam, sebelum kami memutuskan untuk makan di Kafe dan bertemu wanita itu, sikapnya seperti yang kukenal sebelumnya. Tertawa lepas, bercerita tanpa henti. Kini aku ditunjukkan Kanu yang berbeda.

***

Seminggu berlalu, tak ada kabar dari Kanu. Ponselku yang biasanya tiap saat terpampang notifikasi pesan dari Kanupun tidak ada. Pesan-pesan yang kukirimkan untuknya tak ada balasan, begitupun dengan belasan telepon untuknya tak kunjung dijawabnya. Bingung juga khawatir karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, akupun memutuskan untuk menelepon adiknya.

Dari adiknyalah, kutahu kalau Kanu baik-baik saja namun ia selama seminggu tak keluar rumah, ia sibuk mengulik biola. Orang-orang di rumahnya pun kebingungan dengan tingkah Kanu. Pikiranku kembali menerka-nerka siapakah wanita cantik yang kami temui tadi, apakah mantan kekasihnya atau gebetannya aku tak tahu. Tapi sepertinya ia adalah orang dari masa lalu Kanu.

Drrrtt drrrtt, pesan dari Kanu Arestian, “kamu sudah balik ke Jakarta, ya? Maaf kalau selama seminggu ini saya enggak ada kabar.”

            “Iya, dari lima hari yang lalu. It’s okay, Nu.”

Obrolan kamipun berlanjut menanyakan kabar satu sama lain.

Bersambung …

11 July 2020

nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan