Rumah

La TAHZAN Jika harus DI RUMAH SAJA oleh Ade Tauhid

La Tahzan
Jika harus DI RUMAH SAJA
By Ade Tauhid

Pandemi COVID-19 sudah membuat orang orang di seluruh negeri tidak bisa ke luar rumah lagi secara bebas.

Harus menjaga jarak. Seperti dua sejoli yang mau putus, enggak mau jalan bareng lagi, enggak nonton bareng lagi, enggak makan bareng lagi. Pokoknya physical distancing-lah. Kacian!

Itulah kenapa akhirnya timbul seruan bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja. Juga untuk tidak berpergian ke luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak, didesak dan terdesak! Sereeem! Selalu menggunakan masker, enggak pakai masker disuruh bersihin jalanan, cabut KTP! Masih untung enggak dilepasin singa, haha!

Menyemprot tangan dengan hand sanitizer, berjemur di panas matahari dan banyak lagi protokol-protokol yang lain.

Sampai-sampai ada meme, manusia itu sekarang tak ubahnya seperti burung, dikurung, disemprot semprot, dan dijemur! Haha.

Alhasil, banyak yang mengeluh bosan lantaran terus-menerus berada di dalam rumah. Termasuk keluarga maktri : paksu dan kedua anak mereka, kak Ais dan Radit.

“Enggak ada kerjaan, gini-gini dowang!” sungut Radit bete sambil melempar stik gamenya ke tempat tidur.

“Iya, nih, bocen!” sahut kak Ais sambil melempar bantal tinggi-tinggi.
“Haduh!” teriak paksu yang ketiban bantal hasil lemparan kak Ais.
“Haha, sori, Pi!”
“Kenapa, siii?” tanya maktri.
“Gabut, Mi,” kata Radit.
“Apa tuh, gabut?”
“Bete, Mi ..,” sahut kak Ais.
Doing nothing,” sahut Radit lagi.
“Bantuin Mami aja, biar enggak bocen,” kata maktri.
“Kita juga bakalan bosen kalau bantuin Mami terus.”
Papi ngikik!


Ah, ada-ada aja anak-anak ini, maktri menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali ke dapur dan meneruskan aktivitasnya membuat kolak biji salak.

Namun memang tak dapat dipungkiri, bagi mereka yang biasa beraktivitas di luar rumah, seperti kak Ais, Radit dan paksu. Tinggal di rumah adalah suatu hal yang amat membosankan.

Tapi kalau dipikir-pikir, ya. Apa sih, yang membuat mereka bosan tinggal di rumah? Padahal baru beberapa hari gitu loh, kok sudah bosan?
Harusnya khan, maktri dunk yang bilang bosan. Maktri khan sudah seumur hidup di rumah mulu enggak pernah keluar. Haha.
Ajak kek, maktri jalan.

Tapi itulah manusia ya, enggak ada puasnya.
Dikasih enak di dalem pingin di luar, dikasih enak di luar pingin ke dalem. Tapee, deh!

Tapi terus terang yah, dalam kondisi yang harus DI RUMAH SAJA, maktri banyak mengambil keuntungannya, eh mengambil hikmah ding, maksudnya. Soalnya kalau ngambil untung nanti yang lain pada rugi, khan kasiman, hehe.

Maktri tuh senang dan bersyukur anak anak dan paksu sekarang fullday di rumah. Nemenin maktri.
Biasanya khan maktri ndilian di rumah. Nungguin mereka pulang kerja ataupun kuliah. Mantri suka telpon-telpon karena worry mereka telat pulangnya.

Tapi sekarang enggak lagi, maktri bisa lihat mereka di rumah, di kamar, di ruang keluarga, di teras, di halaman belakang, di kamar mandi, eeh .., pokoknya maktri tidak perlu nyari-nyari. Jadi hemat pulsa juga maktrinya khan, hehe.

Cuma ada repotnya juga, maktri jadi kudu bikin makanan plus cemilan yang banyak, dan kadang juga harus melayani mereka satu satu. Tapi sudah konsekuensi sih, masak maktri suka mereka ada di samping maktri, tapi maktri biarkan mereka kelaparan? Co-cweetnya maktri.

Capek, Mak? Enggak sih , maktri suka kok, hati maktri juga jadi tenang, adem. Ini dibuktikan dengan betapa banyaknya maktri makan sekarang. Kemarin maktri nimbang, jarumnya nganan. Masih amanlah, selama jarumnya masih belum muter balik! Hihi.

Dalam kondisi Covid, itulah salah satu hikmah yang maktri dapet. Bersyukur saja.
Banyak orang di luaran sana mungkin kondisinya enggak sebaik maktri, maktri cuma bisa berdoa agar covid cepat berlalu, kondisi semua makhluk sehat dan bahagia sesuai takaran dan takdirnya masing masing. Aamiin.

Tapi gabut tetaplah gabut, bete tetaplah bete.
Nah, karena maktri sudah makan asem garem dan cuka berikut pempeknya alias sudah pengalaman banget gitu soal ini, hehe.

Maktri punya tips n trik dunk bagaimana cara mengusir rasa bosan saat di rumah saja.
Ini dia:

  1. Harus punya skedul – itu penting, karena dengan skedul. Hidup akan tertata.
    Susun jadwalmu sendiri, jadwal harian , mingguan dan bulanan. Lakukan tiap hari, contreng mana yang sudah goal mana yang belum. Lama-lama akan terbiasa. Seperti kalau mengikuti jadwal sekolah, enak khan -tinggal kita ikuti.

Tuhan saja sudah mencotohkan dengan mengatur jadwal salat kita, sudah atur tata caranya. Kita tinggal ikuti. Kalau enggak ada jadwal, acak-acakanlah semua.
Tumben maktri pinter, jangan-jangan copas nih, haha!

  1. Berjemur sambil berolahraga. Di saat Covid melanda, enggak ada salahnya kita ikuti protokol.
    Berjemur jam 10 pagi.

Seperti yang maktri lakukan sekarang. Tidak perlu baju seksi saat berjemur, pakai daster juga oke, yang penting pede dan kece.

Saat berjemur, jika tidak ada kursi malas, gunakan dua kursi, satu untuk duduk satunya untuk selonjoran kaki. Sambil bayangkan rumahmu sebesar rumah Rafi Ahmad, haha!

“Mami lagi ngapain?” teriak kak Ais dari dalam ketika melihat maktri asik berjemur di halaman.

“Berjemur dunk, kayak orang-orang borju,” sahut maktri nyengir, kepanasan dia kena sinar matahari.

“Jangan lama-lama, Mi, berjemurnya, digondol kucing lho!” Paksu teriak juga.

Whattt?? Maksudnya apa digondol kucing? Maktri disamain gitu sama ikan asin? Sembarangan aja paksu kalau ngomong ya, memangnya cuma ikan asin aja yang dijemur? Untung luh, maktri bukan temennya Hotman Paris Hutapea, kalau enggak, masuk tipi dah, Pi. Hihi.

  1. Mandi. Bersih-bersih diri, gosok gigi.

Nah dengan mandi kita akan selalu segar dan wangi sepanjang hari, pikiran kita bersih seperti udara pagi, pikiran tidak sempit tapi luas seperti samudera, yang banyak ikannya sama udangnya (jadi pingin barbeque). Hoho.

Kalau kita bersih dijamin hidup kita akan selalu bahagia. Begitulah kura-kura.

  1. Menjaga pola makan.

Nah, ini sebenarnya sudah kebiasaan maktri. Selalu menyediakan makanan bergizi buat keluarga.
Maktri tidak pernah lupa menyiapkan buah-buahan kesukaan anak-anak dan paksu.

Yaitu jambu biji.
Eit, katanya borju tapi kok makan jambu biji, Mak?
Jangan sepelekan jambu loh, selain rasanya enak, jambu biji itu kaya vitamin A dan C, tinggi serat, dll.

Jika jambu bijinya sudah masak dan ranum, bisa kita jadikan jus jambu, dikasih es. Seruput, deh! Puasa tapi, Mak. Iya ntar, tunggu buka.

Nah, kalau jambunya masih mengkal, kita bisa bikin rujak jambu. Tinggal tambahin aja mangga muda, nanas dan pepaya. Hihi.

Satu lagi, jambu biji itu buah tanpa musim, jadi gampang didapat. Tinggal petik di tetangga sebelah. Gratis!

Nah, itulah tips dari maktri. Tip yang pakai S, biar seger. Bukan tip ya, tapi tips!

Trus, triknya Mak?

Main game seperti Radit, atau nonton Drakor seperti kak Ais. Atau lakukan apa yang menjadi hobi, bermusik, menulis, bercocok tanam.
Siapa tau ada di antara kalian berhasil menanam satu hektar padi? Lumayan bisa buat makan 15 tahun, tapi sebutir-sebutir. Haha!

Yang penting buat hidup ini menyenangkan, dan membahagiakan. Karena bahagia itu dicari bukan jatuh dari langit!

Ah, sudahlah. Cukup segitu tips n trik dari maktri. Cuma satu pesan maktri, jangan kebanyakan bengong di saat di rumah saja. Takutnya nanti jidatnya dipatok ayam. Ptaww!!!

Bandar Lampung, Jumat, 14 Mei 2020

NULIS Bareng/Ade tauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan