Happy Independence Day Indonesia

Kemerdekaan yang Berbeda (Putri Zaza)

Kemerdekaan yang Berbeda

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Tak terasa air mata menetes saat irama dari lagu “Indonesia Raya” dimainkan oleh tim drumband dari istana negara. Tahun ini adalah tahun istimewa di mana Sang Dwiwarna dikibarkan tanpa adanya pasukan paskibraka. Hanya tim intinya saja. Paskibraka yang bertugas hanya delapan orang saja. Beberapa Menteri menghadiri acara pengibaran secara online.

Tim paduan suara pun menyanyikan lagi secara online dari rumah masing-masing. Ingin menangis rasanya karena dunia belum pulih hingga hari perayaan kemerdekaan Indonesia tiba. Walau begitu tak mengurangi rasa hikmat saat detik-detik proklamasih. Apalagi ketika sirine berbunyi selama tiga menit, dilanjutkan dengan pembacaan proklamasi.

Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Bahkan, saat ini kita sedang dilanda rasa takut untuk keluar rumah segala aktivitas dibatasi. Walau sudah diterapkan new normal. Apalagi setelah berita bahwa di RW-ku ada yang baru saja dijemput oleh tim medis karena virus yang membuat khawatir banyak kalangan ini.

Tahun lalu kita semua masih bisa tertawa dan merayakan 17-an dengan lomba-lomba dan karnaval, tapi pada tahun ini dilarang benar-benar dilarang.

Iya, masih banyak kok daerah yang menyelenggarakan lomba-lomba, aku bisa lihat dari postingan kalian di medsos.

Di komplek rumahku sepi seperti hari biasa yang membedakan hanyalah hiasan bendera dan umbul-umbul yang dipasangkan warga sekitar, bahkan beberapa blok mulai melakukan karantina lagi dengan menutup portal.

Semoga ketika tahun baru berganti, virus menghilang dan dunia kembali seperti sedia kala dan tahun depan kita sambut kemerdekaan dengan suka cita.

Cibitung, 23 Agustus 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan