Karyamu Memacu Semangatku oleh Nopiranti

Karyamu Memacu Semangatku

(Nopiranti)

Suatu hari di pertengahan tahun 2019. Ada notifikasi masuk di grup WA sekolah. Salah satu sahabat guru mengirim foto dirinya sedang memegang sebuah buku berjudul Babeh. Keterangan di bawah foto itu menjelaskan kalau buku yang dipegangnya itu merupakan buku karya keduanya.

Bengong dong saya. Terkesima. Terkejut. Di benak saya terus berseliweran pertanyaan: kok Ibu Nani Sukma Nopalia sudah bisa menghasilkan karya buku ya? Sudah buku yang kedua pula? Halo, saya kemana saja selama ini? Kok sampai tidak tahu proses keren yang beliau lalui untuk menghasilkan karya. Kan, saya jadi penasaran, kepo, cemburu, iri.

Eits, ini cemburu dan iri dalam konotasi positif ya. Saya cemburu melihat senyum bahagianya memamerkan buku hasil karyanya. Saya juga iri ingin bisa juga seperti beliau. Menulis, membukukan karya, dan memamerkannya pada khalayak ramai. Fix , ini sih saya harus kontak beliau secepatnya untuk meleraikan pertanyaan yang menggunung di benak.

Setelah berbalas pesan di WA, saya jadi tidak sabar untuk segera bersemuka dengan beliau. Mau baca bukunya dan mau mewawancarinya. Qodarullah , baru beberapa hari kemudian kami bisa bertemu.

Puas-puasin deh, saya ngobrol dengan sahabat guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia itu. Dari penjelasannya, terbukalah wawasan saya bahwa membuat buku itu bisa dengan cara menulis bersama-sama dengan beberapa teman. Tidak harus isinya tulisan kita semua. Namanya antologi. Asli, baru tahu saya. Duh, nunduk dalam-dalam deh saya. Malu karena kekuperan saya selama ini.

Dari buku antologi Babeh yang diterbitkan oleh Deejay Training Centre itulah saya mendapat informasi tentang kegiatan Nubar alias Nulis Bareng. Program super keren yang digagas oleh penerbit yang masih satu lingkup usaha dengan Deejay Training Centre yaitu penerbit Rumah Media (Rumedia).

Saya cari profil FB Nubar dan Rumedia. Langsung minta berteman. Setelah dikonfirmasi dan melihat-lihat berita apa saja yang mampir di beranda. Wah, ternyata banyak agenda nulis bareng dengan berbagai tema. Seru banget. Saya langsung teringat akan naskah-naskah tulisan saya yang sepertinya bisa masuk kategori tema agenda nubar itu. Setelah pilih-pilih, akhirnya saya memutuskan untuk ikut 3 agenda nubar yang temanya paling menarik buat saya yaitu Misteri Hantu di Persimpangan, Catatan Si Gadis, dan Tak Selamanya Kambing Hitam Itu Hitam.

Mengikuti agenda menulis antologi cerpen bersama Nubar Rumedia ini sangat istimewa buat saya. Saya bisa mengenal Manajer Area (MA) dan para penanggung jawab (PJ) yang super keren, hebat, ramah, baik hati, dan selalu bersedia membimbing dengan penuh kesabaran. Terima kasih banyak atas semua kebaikannya Mbak Emmy Herlina, Ibu Tri Wulaning Purnami, Mbak Dewi Adikara, dan Mbak Ade Tauhid. Semoga Allah membalas jasa semuanya dengan limpahan keberkahan. Aamiin ya Rabb.

Di ajang nulis bareng bersama Nubar Rumedia juga saya mendapat pengalaman pertama belajar penulisan dialog yang benar, menulis ejaan dan tanda baca yang tepat, dan belajar menyunting naskah. Dari tulisan yang tadinya berlembar-lembar, terpaksa harus disusutkan menjadi 5 halaman saja, sesuai standar yang diminta.

Memotong, menghilangkan, atau menambah kalimat pada naskah yang sudah selesai dan tersusun rapi itu ternyata tidak mudah. Ada ide yang harus diolah lagi. Kadang tidak tega jika kalimat atau bahkan paragrap itu harus hilang. Namun, demi kesempurnaan hasil akhir, semuanya harus dilakukan.

Yang paling membahagiakan yaitu pada antologi Tak Selamanya kambing Hitam Itu Hitam, cerpen saya yang berjudul Pelangi Tiga Gerimis mendapatkan penghargaan sebagai naskah terbaik di antara karya rekan-rekan lain yang keren dan hebat.
Wah, enggak nyangka banget. Naskah yang tadinya saya niatkan untuk dibuat novel itu, saya pangkas sedemikian rupa menjadi sebuah cerpen 5 halaman A4 saja.

Penghargaan ini telah memberi suntikan vitamin dosis tinggi yang membuat saya semakin bersemangat untuk terus belajar dan berlatih berkarya lebih baik lagi.

Terima kasih Nubar Rumedia karena telah hadir dan menjadi jalan kebaikan untuk saya juga rekan-rekan penulis lain mewujudkan mimpi mempunyai buku yang di dalamnya memuat nama dan karya tulis kami. Karya tulis sebagai bukti bahwa kami pernah ada dan menorehkan kisah dalam sejarah. Kisah yang semoga bisa mendatangkan jalan kebaikan juga untuk para pembaca.

Untuk semua teman dan rekan yang berminat belajar menulis dan membukukan karyanya dalam bentuk antologi ataupun buku tunggal, ayo jangan ragu gabung bersama tim Nubar Rumedia. Belajar bersama, berkembang bersama, maju bersama, sukses bersama. Insyaallah, kita bisa!

Yang penasaran mau tahu dulu profil Nubar Rumedia, simak link berikut ini ya tentang apa dan siapa pendiri Nubar Rumedia. Semoga bisa menginspirasi dan memotivasi anda. Terima kasih.

Pak IIlham Alfafa, founder Nubar Rumedia

Rabu, 18 November 2020.

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan