Kapalku Berlabuh (Testimoni dan Penutupan RNB Level 3 Batch 3) oleh Nopiranti

Kapalku Berlabuh
(Testimoni dan Penutupan RNB Level 3 Batch 3)

(Nopiranti)

1 Oktober 2020 lalu saya memutuskan ikut berlayar dalam lautan aksara bersama kapal pesiar berbendera RNB Batch 3. Bersama nakhoda kapal keren, Pak Ilham Alfafa, para kru kapal yang sudah berpengalaman, dan 103 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selama berlayar, semua peserta diharuskan mengirimkan tangkapan aksara dan meraciknya menjadi hidangan tulisan yang sesuai dengan resep yang diminta nakhoda dan para kru.

Bulan pertama berlayar, setoran hidangan hanya diwajibkan 2 kali per minggu atau 8 menu dalam satu bulan. Bukan hal mudah ternyata. Sesekali ada yang salah resep. Ada yang keliru menyajikan. Ada juga yang terlambat memberikan setorannya. Resikonya peserta tersebut harus berlapang dada rela diturunkan dari kapal pesiar.

Begitupun di bulan kedua, perjalanan semakin terasa menegangkan. Peserta wajib setor hasil racikan aksara dua kali lipat dari bulan pertama alias 16 menu tulisan yang berbeda.

Ombak dan badai datang menerjang silih berganti. Ada peserta yang dengan sadar menyatakan diri tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan dan turun kapal sendiri. Ada juga yang tergelincir karena kesalahan yang sama seperti yang dilakukan peserta di bulan pertama.

Saya pun mengalami sakitnya terjatuh dan diturunkan dari kapal karena teledor dan tidak fokus memperhatikan arahan nakhoda dan kru kapal.

Saya pasrah. Meski keinginan meneruskan perjalanan itu masih sangat kuat bergelora di dada. Saya masih belum puas menimba ilmu meracik aksara dari nakhoda keren, para kru hebat, dan rekan peserta yang ternyata begitu kaya kreatifitas dan pengetahuannya.

Bersyukur, nasib baik masih berpihak pada saya. Nakhoda dan kru kapal masih berbaik hati memberi kesempatan kedua. Saya dipersilakan naik lagi ke buritan dan melanjutkan perjalanan. Dengan catatan saya tidak boleh lagi ceroboh dan melakukan kesalahan, sekecil apapun.

Dengan menguatkan hati, saya tancapkan keyakinan dan semangat untuk tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan kedua ini. Meskipun tantangan di bulan ketiga ini semakin berat dan melelahkan. Karena setoran kali ini harus selalu ada setiap hari alias 30 menu tulisan berbeda. Setiap hari tanpa jeda. Tanpa boleh ada kesalahan sedikitpun dalam racikan bumbu, penyajian, rasa, dan waktu.

Pyuh, sungguh hari-hari yang sangat berat. Siang hari mata menjadi sangat awas mengamati alam sekitar. Mencari ide menu baru apalagi yang kiranya pantas untuk disajikan.

Malam hari pun tak kunjung menjumpai ketenangan. Raga berharap dapat rebah beristirahat sejenak mengumpulkan lagi kekuatan. Mata memang bisa terpejam. Tapi, benak tetap saja berkelana di lorong-lorong mimpi mencari ide-ide menu baru untuk esok hari.

Meski lelah dan penat menyapa, namun dekapan senyum dan bahagia lebih meraja menguasai diri. Hari ini, sampai juga saya di ujung perjalanan. Kapal pesiar telah menyentuh dermaga yang dituju.

Sesaat saya berdiri di buritan. Menatap megahnya kapal pesiar berbendera RNB Batch 3 ini. Tak kuasa saya menahan rinai di pelupuk mata. Deras ia mengalirkan selaksa rasa.

Derai ini tangis bahagia, karena saya telah diberi kesempatan berada di tempat hebat dan istimewa ini. Bersama orang-orang hebat dan juga istimewa.

Derai ini tangis bangga, karena saya telah bisa membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa menaklukan rasa pesimis, rasa malas, dan rasa tidak percaya akan kemampuan diri.

Derai ini tangis haru, karena saya sangat beruntung bisa mendapatkan limpahan harta karun yang sangat berharga. Ilmu, disiplin, keberanian, kreatifitas, perjuangan, dan keluarga yang begitu ramah, hangat, dan penuh kasih sayang.

Ya Rabb, terima kasih banyak untuk anugerah perjalanan hebat ini. Hanya doa yang terlantun untuk kebaikan semua anggota keluarga besar RNB Batch 3. Semoga silaturahmi kita tetap terjalin indah meski nanti kita tidak berada dalam kapal pesiar yang sama lagi.

Sehat dan bahagia selalu ya semuanya. Semoga berkah dan rida Allah mendekap kita selamanya dalam setiap ucap, gerak, dan langkah. Peluk hangat untuk semuanya.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua khilaf dan sikap yang mungkin pernah membuat semuanya merasa tidak nyaman.

Sampai jumpa lagi semuanya. Saya akan sangat merindukan semuanya. Saya akan selalu menyayangi semuanya. I LOVE YOU, big family of RNB Batch 3. Muah…muah… muah….

Sumber: Challenge RNB3

Kamis, 31 Desember 2020

NulisBareng/Nopiranti

0Shares

Tinggalkan Balasan