Keluarga

JAGALAH KAMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA Oleh Ade Tauhid

JAGALAH KAMU DAN KELUARGAMU DARI API NERAKA

by Ade Tauhid

“Ya Allah kami rindu dengan bulan Ramadan, maka pertemukanlah kami dengannya dan berilah kami kekuatan untuk beribadah didalamnya sebagai-mana yang Engkau cintai dan ridai.”

Ya benar, doa ini yang akhir akhir ini lebih sering kupanjatkan berulang ulang jelang Ramadan ini. Doa yang kupinta agar aku tak melewatkan satu haripun keberkahan didalamnya. Aamiin.

Hanya dengan hitungan hari Ramadan yang suci akan tiba. Di Bulan Ramadan yang suci ini konon Allah bukakan semua pintu pintu berkah, pintu-pintu rahmat, dan pintu pintu ampunan-Nya bagi kita seluruh umat manusia di dunia ini.

Allah SWT yang maha Besar telah memberi kesempatan bagi kita untuk membersihkan semua dosa-dosa kita yang kita perbuat selama ini.

Ramadan hanya ada satu bulan sekali dalam satu tahun.
Di antaranya ada satu malam yang disebut malam Lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Di mana di malam itu ibadah kita nilainya sama dengan kita beribadah dalam seribu bulan lamanya.
Maka tak heran semua umat muslim dunia ini menantikan malam keberkahan itu dengan banyak mengaji dan beri’tikaf di masjid.

Ramadan ibaratnya kekasih hati yang ditunggu dan dinanti. Penyemangat hidup kala hidup sedang mengendur. Sungguh kita adalah orang-orang yang merugi bila melewatkannya.

Tapi sayangnya, Ramadan nan suci kali ini tentunya sangat berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang kita ketahui tidak saja negara kita, tapi seluruh dunia sedang menghadapi wabah Korona. Wabah yang mengharuskan kita untuk tetap dirumah saja, melakukan aktifitas di rumah saja.

MasyaAllah.
Ramadan kali ini tentu saja akan berbeda rasanya.
Sampai saat ini, jelang Ramadan pun demi memutus mata rantai CO-VID 19 pemerintah masih memberlakukan Social distancing dan phsycal distancing.

Artinya akan tidak ada bertarawih berjamaah di masjid, tidak ada tadarusan bersama di masjid, tidak ada lagi hingar bingar anak-anak yang dengan gembiranya menyambut puasa pertamanya. Tidak ada orang-orang memukul kentongan membangunkan kita di saat sahur, tidak ada buka bersama teman …
Tentunya ini menjadi sangat berbeda …

Entah apa ini nestapa namanya apakah ada hikmah di dalamnya? Ampuni kami ya Allah.

Tapi dengan kejadian ini semua, sebaiknya kita ambil saja hikmahnya ya. Persiapkan saja mental kita dalam menghadapi perbedaan ini.

Mungkin dengan begini selama puasa nanti kita akan lebih khusuk beribadah. Tidak berghibah, bergunjing yang dapat mengurangi nilai puasa kita. Karena sejatinya bahwa puasa itu adalah melindungi diri kita dari segala macam keburukan dan kemaksiatan.

Seperti sabda Rasulullah:
Betapa banyak orang yang berpuasa bagian yang ia dapatkan (hanyalah) lapar dan dahaga” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Oleh karenanya Allah SWT mengingatkan kita dengan caranya.

Mungkin dengan stay at home, kita bisa mengatur program puasa kita dengan kebajikan kebajikan. Misalnya kita bisa bertarawih berjamaah bersama anak anak, dan dengan pasangan bahkan berjamaah dengan ibu kita yang karena selama ini sudah sepuh tidak bisa berjamaah ke masjid.

Setelahnya kita bisa bertadarus bersama, sambil mengajarkan anak anak dalam mendalami makna puasa.

Mengajari mereka syarat-syarat diterimanya puasa, dan hal yang mem-batalkannya, perbuatan-perbuatan yang dibolehkan dan dilarang bagi yang berpuasa, adab-adab dan sunnah-sunnah berpuasa, hukum-hukum shalat tarawih, hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa.

Dengan seringnya kita berdiskusi dengan anak anak dan keluarga hal itu tentu saja akan mengikat erat hubungan kita yang mungkin selama ini berjarak.

Seperti Firman Allâh Azza wa Jalla :
KU ANFUSAKUM WAAHLIKUM NAAROO, yang artinya :
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Peringatan Allah sudah sangat jelas “JAGALAH DIRIMU DAN KELUARGAMU” dulu. Baru orang lain.
Bisa jadi selama ini mungkin kita lalai dalam menjaga keluarga, kita selalu mementingkan orang lain dan kolega ketimbang keluarga yang seharusnya berada dalam urutan pertama dalam hidup kita.

Astagfirullah, ampuni kami ya Allah.

Barangkali ini salah satu hikmah puasa yang bisa kita ambil ditengah virus Corona ini ya. Semoga saja kita juga bisa mengambil banyak hikmah yang lain pada bulan puasa kita tahun ini. Aamiin.
Wallahu alam bissawab!

Bandarlampung, Selasa 22 April 2020

nulisbareng/AdeTauhid

0Shares

Tinggalkan Balasan