Kuburan

IN TIME (Putri Zaza)

IN TIME

Terdengar sirene ambulance di belakang kuperlambat laju motor dan sedikit berjalan meminggir, lewatlah mobil putih dengan suara raungan yang memekik telinga dan diiringi oleh motor dan mobil dengan bendera kuning menandakan sebagai pengiringnya. Beruntunglah phobiaku terhadap raungan ambulan sudah tak separah dulu.

Mobil ambulan beserta pengiringnya membuatku tersadar bahwa suatu hari nanti aku pun akan ada di posisi jenazah di mobil tersebut, diiringi sampai tempat peristirahatan terakhir. Tapi kapan? Tak ada yang tahu kecuali Allah.

Andai Allah beri tahu jika hari ini adalah hari terakhirku, mungkin aku akan beribadah dengan sangat khusyuk dan giat, meninggalkan semua urusan duniawi, tapi bukankah urusan duniawi juga ibadah?

“Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari)

Sepertinya salah jika kita hanya beribadah saja dan melalaikan kewajiban kita yang lain. Kewajiban sebagai pekerja, kewajiban sebagai orang tua, kewajiban sebagai anak dll.

Teringat salah satu film Hollywood berjudul In Time yang bercerita tentang waktu, setiap manusia memilik waktu di pergelangan tangannya. Pekerjaan dibayar dengan waktu, membeli barang dibayar dengan waktu semuanya dihitung berdasarkan jangka waktu di pergelangan masing-masing.

Jika waktu sudah mendekati beberapa menit lahir hayatnya  ada yang sudah pasrah menunggu kematian tiba, ada yang mencuri, ada yang meminta pinjaman, ada yang menggadaikan barang dll. Ya, seperti kita di dunia nyata bukan? Tapi, mereka bisa tahu kapan mereka akan pulang ke pangkuan Sang Kuasa.

Saat esok tak lagi ada untukku. Apakah amal dan perbuatanku sudah dapat memberatkan timbangan kebaikan di akhirat? Apakah tangan, mata, kaki dan semua anggota tubuh yang dititipkan akan berbicara hal-hal baik? Bukankah masih banyak dosa yang diperbuat. Maka kuselipkan doa di setiap sujudku.

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah” aamiin…

Cibitung, 26 Juli 2020

Nulisbareng/putrizaza

0Shares

Tinggalkan Balasan