Friends

Ikhlas Dalam Berbagai Agama (Athena Hulya)

Ikhlas Dalam Berbagai Agama

            Bagi umat muslim, Ikhlas merupakan sebuah kata yang tak asing di telinga. Ikhlas menurut bahasa berarti murni (suci atau tidak terpengaruh dengan apapun), sedangkan dalam istilah yaitu menjadikan tujuan ibadah semata-mata hanya karena Allah. Banyak ayat-ayat alquran dan hadis yang membahas tentang ikhlas, di antaranya adalah Surat Az-Zumar Ayat 2:

 “Sesungguhnya Kami menurunkan kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.”

Maksud pada ayat tersebut adalah kita sebagai manusia diharuskan menyebah Allah dengan  setulusnya tanpa ada embel-embel sesuatu atau karena sesuatu, beribadah hanya karena Allah semata.

            Sesuai judulnya Ikhlas Dalam berbagai Agama, khususnya agama-agama yang ada di Indonesia. Di atas sudah dibahas mengenai ikhlas dalam Islam secara garis besar. Nah, bagaimana dengan agama lain? Apakah agama selain Islam mengenal kata Ikhlas? Yuk, mari dibahas.

            Setelah riset dan bertanya pada teman yang beragama Kristen. Umat Kristiani memahami Ikhlas, ada beberapa ayat Alkitab yang mengajarkan tentang ikhlas, diantaranya Matius 6:1-4 yang mengajarkan ikhlas dalam bersedekah.

Matius 6:1-4

6:1, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

6:2, “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah kau merencanakan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata padamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapatkan upahnya.”

6:3, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. “

6:4, “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya padamu.”

            Jika dalam agama Buddha, ikhlas tercermin dalam perbuatan. Memberikan bantuan dengan tulus pada orang yang membutuhkan tanpa bermaksud menerima balasan dan juga tetap berpikir positif dalam menghadapi suatu kenyataan maka ia akan merasakan kebahagiaan apapun kenyataannya.

            Sedangkan dalam Hindu ada suatu keyakinan dari lima keyakinan (Panca Srandha) yang disebut dengan Karmaphala yang berarti buah dari perbuatan, baik itu perbuatan yang dilakukan atau yang akan dilakukan. Dalam Karmaphala terdapat tiga poin yang terkandung di dalamnya, yaitu: Kriyamana Karmaphala.

Kriyamana Karmaphala berarti perbuatan yang dilakukan sekarang, namun hasil perbuatan tersebut akan diperoleh di masa yang akan datang. Mengenai kapan waktu menerima dari  hasil perbuatan tersebut adalah rahasia Sang Hyang Widhi. Tugas dari umat beragama Hindu adalah melaksanakan tugas sebagai manusia sebaik mungkin.

 Jika ditelaah, ikhlas di sini melakukan kewajiban sebagai umat beragama sebaik-baiknya tanpa mengharapkan sesuatu dari perbuatan tersebut. Umat Hindu percaya saat menjalankan hidup sebaik-baiknya maka Tuhan akan membalasnya dengan pemberian yang terbaik, semua kebutuhan hidup akan terpenuhi asalkan tulus dan ikhlas menjalankan segala perintah-Nya.

Seperti yang terkandung dalam Kitab Bhagwad Gita Bab IX Sloka 22 : “Mereka yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku, kepada mereka yang senantiasa gigih demikian itu akan aku bawakan segala apa yang belum dimilikinya dan akan menjaga yang sudah dimilikinya.”

            Secara garis besar ikhlas dalam setiap agama itu sama, sama-sama mengajarkan bahwasanya melakukan sesuatu harus tulus tanpa mengharap imbalan, termasuk tulus dalam mebantu kesulitan orang lain (sedekah). Saat melakukannya hanya semata-mata karena Tuhan Yang Maha Esa, kelak keikhlasan kita akan berganti dengan kebahagiaan yang berlipat ganda dan tak terbatas jumlahnya.

            Di agama manapun, sebagai manusia kita hanya perlu meyakini ikhlas itu harus diterapkan dalam setiap kejadian yang dialami dalam hidup. Serahkan segala urusan hidup pada Tuhan, jika terjadi hal buruk ataupun kepahitan hidup bergantung dan berserahlah, niscaya Tuhan akan menggantikannya dengan sesuatu yang baru, asalkan kita mau bersabar. Karena sabar dan ikhlas adalah dua komponen hidup yang tak dapat terpisahkan.

18 Juli 2020

Nulisbareng/Athena Hulya

0Shares

Tinggalkan Balasan