Senja

I Liked You Before I Met You (Part 2 – Finish) Oleh Athena Hulya

I Liked You Before I Met You (Part 2 – Finish)

Part sebelumnya I Liked You Before I Met You (Athena Hulya)

“Tentu aku ingat, Nu! Oh, pantas saja saat pertemuan kita beberapa waktu lalu, aku merasa wangimu itu tidak asing di hidungku,” ucapku tertawa.

            “Aneh, ya? Kita ketemu enggak disengaja, terus dikenalin, dekat, dan ….” Kanu menghentikan ucapannya.

            “Lalu apa?” sahutku.

            “Maunya apa?” lagi-lagi Kanu menatapku lekat.

            “Kita jalani hubungan yang lebih dari sekadar teman, yuk. Kita coba pacaran?” lanjut Kanu.

            “Jujur, aku enggak tahu harus gimana. You know how I am, I’m disability that has a deep wounds about love, Nu! I was confused and scared at the same time.

            “Saya enggak peduli seperti apa rupamu, saya hanya butuh hatimu. Saat kita memakai hati rupa itu enggak lagi penting, Na! Kamu takut memulai hubungan lagi? Barusan kamu bilang kalau lukamu juga sembuh karena saya? Kenapa enggak kita coba saja, toh, kita sama-sama saling menyembuhkan.”

            Terdiam mendengar ucapan Kanu, jantung yang masih berdetak hebat sedari tadi dan hati yang sebenarnya senang mendengar ucapan darinya namun otak menolak menyuruh bibir untuk berkata, “tidak.” Sungguh pergumulan yang membingunggkan antara otak dan hati.

            “Athena, saya menyukaimu jauh sebelum kutahu namamu, Na. Saat di konser itu. kegembiraanku paling besar karena bertemu dan berkenalan denganmu, disembuhkan olehmu adalah bonus untukku. Saya enggak tahu maunya Tuhan, Dia hanya mempermainkan kita saja atau memang kita adalah dua orang yang ditakdirkan bersama oleh-Nya. Saya harap itu takdir-Nya. Yang  jelas, sekarang saya sama kamu dan saya pingin bersama kamu mulai hari ini,”

            “Akupun kagum sama kamu jauh sebelum kutahu kamu, Nu. Saat pertama kali nonton orkestramu enam tahunan yang lalu. Sejak itu, aku mengagumi dan enggak terlewat untuk menonton gigs-mu saat ku berada di Jogja. Aku mengagumi tanganmu yang sedang bermain biola tanpa kutahu seperti apa wajahmu, dan siapa namamu! Abipun tahu kalau aku mengagumimu, aku sering membicarakanmu pada Abi kala itu.”

            Lucu sekali berawal dari tangan kami jadi saling menyukai, aku menyukai tangan Kanu dan iapun begitu. Padahal tanganku tidaklah cantik seperti tangan perempuan lain  yang berkuku panjang dan berkuteks juga tangan Kanu, setelah dilihat tangannya dipenuhi handsaplast karena tergores hair bow biola. Kita berdua adalah manusia aneh!

            “Jadi, iya?” tanya Kanu meyakinkan.

            “Akan kupikirkan! Aku enggan menjawabnya sekarang. Tunggulah!”    

01 Agustus 2020

Nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

Tinggalkan Balasan