Senja

I Liked You Before I Met You (Athena Hulya)

I Liked You Before I Met You

            “Athena Mayla Schatziany, orang itu kamu,” ucap Kanu sekali lagi, sorot matanya  menunjukan keseriusan.

            Aku tertegun, pertama karena Kanu menyebut nama lengkapku. Bagiku menyebut nama lengkap adalah hal yang luar biasa, karena itu tandanya kau salah seorang yang namanya terpatri di ingatannya. Di hidupku, hanya Abi yang sering memanggil nama lengkapku. Yang kedua karena apa yang kurasa sama persis seperti yang dia rasakan, ternyata kami sama-sama saling menyembuhkan.

“Nu, kamu yakin?”

“Saat kita bersama, aku seperti hidup kembali tanpa teringat bayangan masa lalu!”

“Kanu, kamu jangan ngaco!”

“Aku nggak lagi ngelindur atau mabuk, Na. Aku serius,” jawab Kanu dengan tatapan serius dan genggaman tangan yang kian erat.

“Akupun sama, Nu. Duka dan lukaku hilang karenamu!”

Wajah Kanu memerah, senyum sumringah terpancar di sudut bibirnya, “Na, kamu tahu, nggak?”

“Tahu apa?”’

“Saat konser Celine Dion dua tahun lalu, kita duduk bersebelahan. Waktu itu aku nggak sengaja memegang tanganmu, saat ingin meminta maaf kamu tidak mendengarnya. Saya hanya menatapmu dari samping. Kamu tahu apa yang kurasa saat nggak sengaja pegang tanganmu? Deg-degan banget, enggak tahu kenapa. Sejak itu, aku sekilas sering mikirin kamu, sampai beberapa bulan lalu Allah menakdirkan kita bertemu lagi!”

Aku mencoba mengingat kejadian di konser waktu itu, namun aku tak jua mengingat kalau ada seseorang memegang tanganku. ”Kamu bilang beberapa bulan lalu kita bertemu? Di mana?” cecarku penasaran.

“Di Potentiarte saatku sedang membeli alat lukis dan juga di halte trans Jogja Sugiyono 2, waktu itu kita bersenggolan. Di halte saya menyenggolmu sampai-sampai ponselmu terjatuh. Kamu ingat itu?”

“Kaaa..muu … si pria parfum cokelat itu?”

“Iya, itu aku! Kamu mengingatnya?”

Bersambung…

25 Juli 2020

Nulisbareng/ Athena Hulya

0Shares

One comment

Tinggalkan Balasan