Hati-Hati Saat Bercanda oleh Emmy Herlina

“Ngapa lu diem aja? Autis, ya?”

“Gitu aja enggak ngerti! Lu imbisil?”

“Lagi depresi? Nih, gue kasih baygon, biar kelar masalah lu, sekalian kelar idup lu!”

Pernah mendengar hal demikian? Kenapa sih, ada orang yang begitu gampangnya mengucap hal seperti itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu atau biasa saja? Yakin, lawan bicaranya bisa menerima dengan pikiran jernih? Yakin yang memanggil juga seorang baik-baik saja dan benar-benar sehat secara mental? Sebenarnya apa sih yang disebut dengan gangguan psikologis?

Gangguan psikologis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pemikiran, perasaan dan
perilaku yang abnormal. Disebut gangguan jika menyebabkan tidak bisa merawat diri dan bersosialisasi. Jadi, gangguan tersebut berpengaruh cukup besar pada kesehariannya, sehingga memisahkannya dengan dunia nyata.

Misalnya: seseorang yang mengalami kesedihan karena patah hati atau kehilangan seseorang yang dicintai. Adalah hal yang wajar merasakan kesedihan, menangis hingga menghabiskan berlembar-lembar tisu. Enggan keluar rumah, tidak nafsu makan, dan sebagainya. Namun sewajarnya, gangguan mood akan pulih seiring dengan berjalannya waktu. Ada saatnya untuk memutuskan move on dan peduli pada diri sendiri. Bila kesedihan justru berlangsung berlarut-larut sampai tak peduli lagi pada kehidupan, nah itu yang perlu dikhawatirkan.

Dua faktor yang menjadi penyebab gangguan psikologis, yaitu faktor biologis dan faktor psikologis.

Faktor biologis dapat berupa adanya cacat bawaan, gangguan syaraf, pernah mengalami benturan pada kepala yang memengaruhi otak, kekurangan oksigen saat proses persalinan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Faktor psikologis dapat berupa peristiwa traumatik, kehilangan, pengalaman menyakitkan dan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Bagaimana cara memastikan apakah hal itu merupakan gangguan kesehatan mental? Yang pasti hindari mendiagnosa diri sendiri. Kamu perlu berkonsultasi pada ahlinya untuk mendapatkan diagnosa yang pasti.

Makanya, mulai sekarang, cobalah untuk tidak menjadikan ucapan, “autis”, “kamu gila”, “depresi”, sebagai suatu candaan. Itu bukanlah suatu hal yang lucu. Begitu juga saat mengetahui ada seseorang yang kamu kenal mendatangi rumah sakit jiwa untuk bertemu psikiater. Tidak diperlukan adanya penghakiman di sini. Siapapun orangnya, mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan dukungan dari lingkungan, terutama orang-orang terdekatnya. Sikap empatilah yang dapat menyelamatkan hidup seseorang. Bila tidak dapat berkata baik, maka diam lebih mulia.

Salam Kesehatan Jiwa! Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!

Sumber: Webinar “Mengenal Gangguan Psikologis” dari InsightMe

Nulisbareng/EmmyHerlina

0Shares

Tinggalkan Balasan