Bepergian

GAGALNYA MUDIK 2020 oleh Putri Zaza

GAGALNYA MUDIK 2020

Sebelum Corona menggegerkan Indonesia.

“Tahun ini kamu bisa ambil cuti, kan, buat mudik?” tanya mama karena tahun lalu terpaksa ditunda karena mendapatkan cuti.
“Dapat, Ma, bulan April, kan, sudah setahun,” ujarku.

Mama yang sudah mengatur rencana dari tanggal keberangkatan, kendaraan yang digunakan, tempat wisata yang akan dikunjungi dan yang pasti semua anggota keluarga ikut mudik ke Semarang karena aku dan adik sudah memiliki cuti di tahun ini.

Selain mama, ada yang sangat antusias menyambut lebaran dan ingin mudik yaitu salah satu rekan kerjaku, namanya Rojak, karena di tahun ini ia bisa berkumpul bersama keluarga secara lengkap di tahun lalu dan beberapa belas tahun sebelumnya ibunya selalu absen di saat lebaran tiba. Ibunya seorang single parent dan seorang TKI di Taiwan jadi bisa dipastikan untuk balik ke Indonesia sangatlah sulit, walaupun di hari raya.

Semua sirna ketika Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan larangan mudik lebaran di tahun ini dan sudah berlaku sejak tanggal 24 April 2020.

Sedih kumerasakan kekecewaan datang dari mama karena tahun lalu sudah menunda untuk mudik tapi sepertinya mama tak mau mambuat anak-anak juga ikut sedih akhirnya mama membuat rencana lain. Mama membuat banyak makanan dan kue saat lebaran agar kami di rumah merasakan nikmatnya lebaran meskipun tahun ini kami harus salat idul fitri di rumah saja.

Bagaimana nasib Rojak?

Dia masih memutak otak agar tetap bisa pulang dan bertemu ibunya. Walau harus melewati cek poin di perbatasan wilayah. Entahlah, bagaimana caranya semoga saja dia lolos dan bertemu ibunya tercinta.

Gimana denganku?
Masih sama seperti tahun lalu setelah selesai salat idul fitri aku berangkat kerja dan melayani pelanggan yang ingin mengirimkan barangnya seperti hari biasa tak pernah ada tanggal merah selama aku bekerja di ekspedisi.

Cibitung, 10 Mei 2020
Nulisbareng/putrizaza

Jumlah kata: 276

0Shares

Tinggalkan Balasan